alexametrics
24.8 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

RSUD dr. Soegiri Lamongan Menuju New Normal

LAMONGAN – Dalam masa transisi menuju New Normal atau tatanan kehidupan baru, RSUD dr. Soegiri Lamongan turut menyesuaikan layanan poli serta sarana dan prasarana untuk memberikan rasa yang aman kepada pasien. Terlebih, pasien yang terindikasi maupun terkonfirmasi positif Covid-19 kini dirujuk dan dipindahkan di Fasilitas Isolasi/Observasi Covid-19 sejak Kamis lalu (18/6). 

Direktur RSUD dr. Soegiri Lamongan, dr. Moh. Chaidir Annas, M.M.Kes menuturkan, hadirnya Fasilitas Isolasi/Observasi Covid-19 merupakan bagian dari pengembangan RS ini dalam menangani pandemi. Semula hanya berkapasitas 43 bed, kemudian dikembangkan menjadi 80 bed. Letak Fasilitas Isolasi/Observasi Covid-19 juga disendirikan, tidak bergabung dengan RSUD dr. Soegiri Lamongan.

‘’Konsep penanganan penyakit menular akan lebih baik seperti itu. Sehingga kini RSUD dr. Soegiri Lamongan tidak lagi menangani pasien Covid-19. Baik yang rawat jalan, rawat inap, observasi, maupun ICU semua sudah dipindah di Fasilitas Isolasi/Observasi Covid-19,’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (21/6).

Baca Juga :  Mendekati Game Over, Desak Ganti Pelatih

Fasilitas Isolasi/Observasi Covid-19 yang terletak di Jalan Kusuma Bangsa Nomor 1 memiliki ruang rawat inap dan observasi yang berkapasitas 75 bed, serta ruang ICU berkapasitas 7 bed. Pasien reaktif yang dirujuk akan melalui proses diagnosis dan asesmen dengan pemeriksaan laboratorium dan radiologi.

‘’Pasien di sana akan mendapatkan perawatan intensif dan ada dokter yang stand by 24 jam,’’ kata Annas. 

Sementara itu, bekas ruang Isolasi Covid-19 yang ada di area RSUD dr. Soegiri Lamongan kini disterilisasi dan dilakukan desinfeksi total selama dua minggu. Kemudian akan dilakukan sterilisasi ulang lagi setelah masa inkubasi selesai agar siap digunakan.

‘’Kami berharap masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan kesehatan dari poli apapun tidak  usah ragu-ragu dan khawatir. Silakan datang ke RSUD dr. Soegiri Lamongan semua layanan poli dibuka. Kami telah mengondisikan sarana dan prasarana yang ada sesuai protokol kesehatan New Normal,’’ imbuh Annas.

Baca Juga :  LGC Berakhir, Segudang Prestasi di Bidang Lingkungan

Sebelum memasuki gedung RSUD dr. Soegiri Lamongan pengunjung wajib menggunakan masker, mencuci tangan, dan diperiksa suhu tubuhnya menggunakan alat Thermo Screen. Terlebih tempat cuci tangan dan hand sanitizer tersebar merata. Kursi-kursi di ruang tunggu  diberi tanda agar pasien menjaga jarak satu sama lain. Serta penggunaan tirai penyekat di loket-loket untuk meminimalisir interaksi tatap muka.

‘’Sejak ada kasus Covid-19 pertama di Indonesia, sudah mulai menyesuaikan sarana dan prasarana untuk menegakkan protokol kesehatan. Selain itu, RSUD dr. Soegiri Lamongan juga memberi kemudahan pelayanan pendaftaran melalui aplikasi Soegiri Mobile agar tidak perlu antri dan meminimalisir interaksi dengan banyak orang,’’ papar Annas.

Meskipun dalam transisi masa transisi New Normal, RSUD dr. Soegiri Lamongan belum mengizinkan kunjungan besuk bagi pasien yang dirawat. Namun, Annas memberi kesempatan penunggu pasien maksimal dua orang dari pihak keluarga. (din/)

LAMONGAN – Dalam masa transisi menuju New Normal atau tatanan kehidupan baru, RSUD dr. Soegiri Lamongan turut menyesuaikan layanan poli serta sarana dan prasarana untuk memberikan rasa yang aman kepada pasien. Terlebih, pasien yang terindikasi maupun terkonfirmasi positif Covid-19 kini dirujuk dan dipindahkan di Fasilitas Isolasi/Observasi Covid-19 sejak Kamis lalu (18/6). 

Direktur RSUD dr. Soegiri Lamongan, dr. Moh. Chaidir Annas, M.M.Kes menuturkan, hadirnya Fasilitas Isolasi/Observasi Covid-19 merupakan bagian dari pengembangan RS ini dalam menangani pandemi. Semula hanya berkapasitas 43 bed, kemudian dikembangkan menjadi 80 bed. Letak Fasilitas Isolasi/Observasi Covid-19 juga disendirikan, tidak bergabung dengan RSUD dr. Soegiri Lamongan.

‘’Konsep penanganan penyakit menular akan lebih baik seperti itu. Sehingga kini RSUD dr. Soegiri Lamongan tidak lagi menangani pasien Covid-19. Baik yang rawat jalan, rawat inap, observasi, maupun ICU semua sudah dipindah di Fasilitas Isolasi/Observasi Covid-19,’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (21/6).

Baca Juga :  LGC Berakhir, Segudang Prestasi di Bidang Lingkungan

Fasilitas Isolasi/Observasi Covid-19 yang terletak di Jalan Kusuma Bangsa Nomor 1 memiliki ruang rawat inap dan observasi yang berkapasitas 75 bed, serta ruang ICU berkapasitas 7 bed. Pasien reaktif yang dirujuk akan melalui proses diagnosis dan asesmen dengan pemeriksaan laboratorium dan radiologi.

‘’Pasien di sana akan mendapatkan perawatan intensif dan ada dokter yang stand by 24 jam,’’ kata Annas. 

Sementara itu, bekas ruang Isolasi Covid-19 yang ada di area RSUD dr. Soegiri Lamongan kini disterilisasi dan dilakukan desinfeksi total selama dua minggu. Kemudian akan dilakukan sterilisasi ulang lagi setelah masa inkubasi selesai agar siap digunakan.

‘’Kami berharap masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan kesehatan dari poli apapun tidak  usah ragu-ragu dan khawatir. Silakan datang ke RSUD dr. Soegiri Lamongan semua layanan poli dibuka. Kami telah mengondisikan sarana dan prasarana yang ada sesuai protokol kesehatan New Normal,’’ imbuh Annas.

Baca Juga :  Pemkab Hanya Ajukan Satu Calon Sekwan

Sebelum memasuki gedung RSUD dr. Soegiri Lamongan pengunjung wajib menggunakan masker, mencuci tangan, dan diperiksa suhu tubuhnya menggunakan alat Thermo Screen. Terlebih tempat cuci tangan dan hand sanitizer tersebar merata. Kursi-kursi di ruang tunggu  diberi tanda agar pasien menjaga jarak satu sama lain. Serta penggunaan tirai penyekat di loket-loket untuk meminimalisir interaksi tatap muka.

‘’Sejak ada kasus Covid-19 pertama di Indonesia, sudah mulai menyesuaikan sarana dan prasarana untuk menegakkan protokol kesehatan. Selain itu, RSUD dr. Soegiri Lamongan juga memberi kemudahan pelayanan pendaftaran melalui aplikasi Soegiri Mobile agar tidak perlu antri dan meminimalisir interaksi dengan banyak orang,’’ papar Annas.

Meskipun dalam transisi masa transisi New Normal, RSUD dr. Soegiri Lamongan belum mengizinkan kunjungan besuk bagi pasien yang dirawat. Namun, Annas memberi kesempatan penunggu pasien maksimal dua orang dari pihak keluarga. (din/)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/