alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Razia People Power, Amankan Senpi

TUBAN – Razia pergerakan massa yang dua hari digelar Polres Tuban terkait isu people power membuahkan hasil. Senin (20/5) sekitar pukul 21.30, sebuah senapan angin diamankan dari mobil Kijang AB 1614 SE yang dikemudikan Humfron Nuril Huda, 36, warga Desa Dawung, Kecamatan Palang. Mobil ini dihentikan petugas saat melintas di bundaran Patung Letda Sucipto.

Ketika diinterogasi petugas, Humfron bersama tiga temannya mengaku menggunakan senapan angin tersebut untuk berburu ikan. Saat diperiksa, ketiga teman Humfron yang beridentitas warga Nganjuk dan Ngawi itu mengaku diajak berburu ikan di sungai ketika berkunjung ke rumah Humfron. Senjata angin tersebut langsung diamankan petugas. Setelah didata identitasnya, mereka dilepas. Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono mengatakan, untuk menjaga kondusifitas, senapan angin tersebut diamankan petugas. Sementara Humfron dikenakan wajib lapor.

Baca Juga :  Masyarakat Berhak Menolak Bayar Parkir

Nanang menegaskan, dari hasil razia belum mendapati adanya indikasi massa yang bertolak ke Jakarta untuk aksi yang dituding melawan kedaulatan negara tersebut. ‘’Kami pastikan tidak ada mobilisasi massa dari Tuban untuk ikut aksi people power,’’ tegas dia.

Mantan kasubdit III ditreskrimum Polda Jateng ini mengatakan, satuannya menggelar razia sejak Minggu (19/5) dengan waktu diacak. Sasarannya tidak hanya kendaraan pengangkut penumpang masal, namun juga kendaraan pengangkut barang.

Dia menegaskan, people power dinyatakan inkonstitusional. Sehingga jika ada warga Tuban yang terlibat, akan ditindak tegas sesuai peraturan. ‘’Jangan sampai terprovokasi gerakan-gerakan yang mengancam keamanan negara,’’ tegas Nanang.

TUBAN – Razia pergerakan massa yang dua hari digelar Polres Tuban terkait isu people power membuahkan hasil. Senin (20/5) sekitar pukul 21.30, sebuah senapan angin diamankan dari mobil Kijang AB 1614 SE yang dikemudikan Humfron Nuril Huda, 36, warga Desa Dawung, Kecamatan Palang. Mobil ini dihentikan petugas saat melintas di bundaran Patung Letda Sucipto.

Ketika diinterogasi petugas, Humfron bersama tiga temannya mengaku menggunakan senapan angin tersebut untuk berburu ikan. Saat diperiksa, ketiga teman Humfron yang beridentitas warga Nganjuk dan Ngawi itu mengaku diajak berburu ikan di sungai ketika berkunjung ke rumah Humfron. Senjata angin tersebut langsung diamankan petugas. Setelah didata identitasnya, mereka dilepas. Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono mengatakan, untuk menjaga kondusifitas, senapan angin tersebut diamankan petugas. Sementara Humfron dikenakan wajib lapor.

Baca Juga :  Siap Berlakukan Pos Trantibum

Nanang menegaskan, dari hasil razia belum mendapati adanya indikasi massa yang bertolak ke Jakarta untuk aksi yang dituding melawan kedaulatan negara tersebut. ‘’Kami pastikan tidak ada mobilisasi massa dari Tuban untuk ikut aksi people power,’’ tegas dia.

Mantan kasubdit III ditreskrimum Polda Jateng ini mengatakan, satuannya menggelar razia sejak Minggu (19/5) dengan waktu diacak. Sasarannya tidak hanya kendaraan pengangkut penumpang masal, namun juga kendaraan pengangkut barang.

Dia menegaskan, people power dinyatakan inkonstitusional. Sehingga jika ada warga Tuban yang terlibat, akan ditindak tegas sesuai peraturan. ‘’Jangan sampai terprovokasi gerakan-gerakan yang mengancam keamanan negara,’’ tegas Nanang.

Artikel Terkait

Most Read

Rekapitulasi Sisakan Enam Kecamatan

Rekrut Ulang PPK

Rusak Lagi

Artikel Terbaru


/