alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Wednesday, May 18, 2022

Waspada Kriminal selama Ramadan

KOTA – Penangkapan terhadap empat tersangka pembobolan ruko di Desa Brenggolo, Kecamatan Kalitidu, menjadi alarm terhadap tindak kriminal. Terutama, tindak kejahatan ketika korban atau warga melaksanakan salat Tarawih atau aktivitas di masjid/musala. Sehingga, Polres Bojonegoro fokus pengamanan tempat ibadah, khususnya masjid dan permukiman. Karena selama Ramadan, ada banyak celah para pelaku kejahatan ketika rumah ditinggal ke masjid.

Berdasar data, tindak kejahatan 3C yakni curas, curat, dan curanmor merupakan kasus kerap terjadi di Bojonegoro. Pada 2017, terjadi 10 curas (pencurian dengan kekerasa), 120 curat (pencurian dengan pemberatan), dan 99 curanmor (pencurian kendaraan bermotor). Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli mengatakan, agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama puasa Ramadan.

Baca Juga :  Isoman Butuh Oksigen? Segera ke Puskesmas Terdekat!

Khususnya ketika hendak meninggalkan rumah untuk menjalankan salat Tarawih atau subuh di masjid. “Pastikan semua pintu telah terkunci rapat. Sehingga, antisipasi harus dikedepankan,” katanya senin (21/5). Kapolres tidak menampik apabila saat puasa Ramadan biasanya tindak kejahatan jenis pencurian meningkat. Seperti Sabtu malam (19/5), jajaran Polsek Kalitidu mengamankan empat tersangka pembobolan toko di Desa Brenggolo.

Empat tersangka anak muda ini mencuri satu dus rokok dan dua HP senilai Rp 10 juta. Pencurian tersebut terjadi, karena pemilik rumah kurang memperhatikan pintu bagian belakang belum terkunci rapat. Sehingga, empat tersangka rata-rata masih tetangganya itu memanfaatkan kesempatan tersebut. “Kejahatan kerap kali terjadi karena ada kesempatan,” tegasnya.

Baca Juga :  Jelang Ramadan, Mulai Latihan Oklik

Sementara itu, Kapolres menegaskan, kepolisian juga akan terus ikut memantau stabilitas harga dan stok bahan pangan selama Ramadan. Kepolisian berkoordinasi bersama pemkab setempat. Antisipasi ini, karena biasanya ketika Ramadan dan menjelang Lebaran, biasanya dibarengi lonjakan harga bahan pokok. Kapolres mengimbau kepada para pedagang agar tetap konsekuen dan sportif tanpa melakukan kecurangan manipulasi harga. 

KOTA – Penangkapan terhadap empat tersangka pembobolan ruko di Desa Brenggolo, Kecamatan Kalitidu, menjadi alarm terhadap tindak kriminal. Terutama, tindak kejahatan ketika korban atau warga melaksanakan salat Tarawih atau aktivitas di masjid/musala. Sehingga, Polres Bojonegoro fokus pengamanan tempat ibadah, khususnya masjid dan permukiman. Karena selama Ramadan, ada banyak celah para pelaku kejahatan ketika rumah ditinggal ke masjid.

Berdasar data, tindak kejahatan 3C yakni curas, curat, dan curanmor merupakan kasus kerap terjadi di Bojonegoro. Pada 2017, terjadi 10 curas (pencurian dengan kekerasa), 120 curat (pencurian dengan pemberatan), dan 99 curanmor (pencurian kendaraan bermotor). Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli mengatakan, agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama puasa Ramadan.

Baca Juga :  Kalah Dengan Penjual di Trotoar, PKL Minta Segera Disentralkan

Khususnya ketika hendak meninggalkan rumah untuk menjalankan salat Tarawih atau subuh di masjid. “Pastikan semua pintu telah terkunci rapat. Sehingga, antisipasi harus dikedepankan,” katanya senin (21/5). Kapolres tidak menampik apabila saat puasa Ramadan biasanya tindak kejahatan jenis pencurian meningkat. Seperti Sabtu malam (19/5), jajaran Polsek Kalitidu mengamankan empat tersangka pembobolan toko di Desa Brenggolo.

Empat tersangka anak muda ini mencuri satu dus rokok dan dua HP senilai Rp 10 juta. Pencurian tersebut terjadi, karena pemilik rumah kurang memperhatikan pintu bagian belakang belum terkunci rapat. Sehingga, empat tersangka rata-rata masih tetangganya itu memanfaatkan kesempatan tersebut. “Kejahatan kerap kali terjadi karena ada kesempatan,” tegasnya.

Baca Juga :  Tegur Teman Tak Peduli Kebersihan

Sementara itu, Kapolres menegaskan, kepolisian juga akan terus ikut memantau stabilitas harga dan stok bahan pangan selama Ramadan. Kepolisian berkoordinasi bersama pemkab setempat. Antisipasi ini, karena biasanya ketika Ramadan dan menjelang Lebaran, biasanya dibarengi lonjakan harga bahan pokok. Kapolres mengimbau kepada para pedagang agar tetap konsekuen dan sportif tanpa melakukan kecurangan manipulasi harga. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/