alexametrics
28.1 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Lebih Dekat dengan Divisi Kreativitas Curva Nord 1949

BOJONEGORO – Lelah begitu terlihat dari raut wajah para pemuda dari Divisi Kreativitas Curva Nord 1949, mereka semalaman pada Minggu (20/5) lalu, lembur menggambar seni mural di tembok dekat traffic light barat Kantor Samsat Kota Bojonegoro. Mural yang bertuliskan Persibo Jonegoro itu belum selesai 100 persen, sehingga senin (21/5) dilanjutkan lagi. 

Mereka sedang asyik berkumpul di markas Curva Nord 1949 di Jalan Lettu Suwolo. Duduk santai sambil bermain gawai menunggu waktu berbuka puasa.

Sekitar lima pemuda yang sedang berkumpul di sana. Salah satu dari mereka bernama Indra Kuncir menjelaskan bahwa sela-sela waktu Persibo sebelum merumput putaran kedua Liga 3 Zona Jawa Timur dimanfaatkan para suporter dari Curva Nord untuk berkesenian. Sebelumnya, mereka aktif menggambar di giant flag, gambar yang mereka hasilkan untuk memberikan dukungan kepada Persibo. Pria yang akrab disapa Indra itu pun mengatakan di dalam Curva Nord 1949, dia bersama sembilan orang lainnya masuk ke dalam divisi kreativitas.

Divisi tersebut bisa bergerak dengan cara mencari uang dari sumbangan para penonton laga kandang di Stadion Letjend Sudirman Bojonegoro. Kata dia, mereka menyebar menggunakan kardus lalu berkeliling cari sumbangan tersebut. “Uang dari kardus keliling tersebut kami gunakan modal buat koreografi, seni mural, giant flag, dan sebagainya,” jelas pria asal Kecamatan Kapas itu. Seperti penjualan giant flag bisa diputar kembali uang hasil penjualannya. Karena laga kandang tak menentu dan hasil dari kardus keliling rata-rata hanya Rp 600 ribu.

Baca Juga :  Ditemukan Potongan Kaki Terpotong Rapi

Curva Nord 1949 pun punya lebih dari 20 distrik yang tersebar di Bojonegoro. Mereka juga dituntut adu kreativitas dengan cara buat giant flag per distrik. “Kami wajibkan per distrik bikin giant flag biar lebih kreatif, ukurannya pun kami sarankan yakni 5×3 meter,” katanya. Sehingga, mereka menjual giant flag kepada suporter independen. Jadi, desain dan ukuran bisa dipesan setiap saat. Pengerjaan giant flag minimal satu hari. “Kami garapnya tim, jadi Insyaallah cepat,” ujarnya. Lalu, harganya rata-rata Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per giant flag.

Sementara itu, titik-titik tembok yang bisa digambar mural rencananya akan digambar dengan konsep yang berbau Persibo. Karena, imbuh dia, ingin merpersibokan Bojonegoro. “Karena ada beberapa tembok yang dicoret tidak jelas, jadi kami ingin gambar dengan konsep yang matang, sekaligus mengenalkan identitas Bojonegoro salah satunya ialah Persibo,” katanya. Setidaknya, selama bulan Ramadan, Indra bersama kawan-kawannya punya kesibukan yang positif. “Sembari nunggu laga Persibo putaran kedua Liga 3 pada Juli mendatang,” ujarnya.

Baca Juga :  Mulai Antre Pencairan Santunan Duka

Uniknya, setiap menggambar mural maupun giant flag, mereka lakukan bersama-sama. Meskipun konseptornya cuma satu, tapi ketika mengeksekusi bareng-bareng. “Tentu dari 10 anggota divisi kreativitas ada yang memang jago menggambar yaitu Afrin Sedenk, terus saya dan kawan-kawan lainnya ikut bantu,” jelasnya. 

Indra Kuncir juga punya tugas untuk memasarkan giant flag yang telah dibuat. Indra tak  kenal lelah menjajakan buah karya mereka untuk berputarnya roda organisasi suporter tersebut. “Kami terus budayakan kolektif, jadi lebih mandiri dan tidak menunggu bantuan dari luar,” pungkasnya.

BOJONEGORO – Lelah begitu terlihat dari raut wajah para pemuda dari Divisi Kreativitas Curva Nord 1949, mereka semalaman pada Minggu (20/5) lalu, lembur menggambar seni mural di tembok dekat traffic light barat Kantor Samsat Kota Bojonegoro. Mural yang bertuliskan Persibo Jonegoro itu belum selesai 100 persen, sehingga senin (21/5) dilanjutkan lagi. 

Mereka sedang asyik berkumpul di markas Curva Nord 1949 di Jalan Lettu Suwolo. Duduk santai sambil bermain gawai menunggu waktu berbuka puasa.

Sekitar lima pemuda yang sedang berkumpul di sana. Salah satu dari mereka bernama Indra Kuncir menjelaskan bahwa sela-sela waktu Persibo sebelum merumput putaran kedua Liga 3 Zona Jawa Timur dimanfaatkan para suporter dari Curva Nord untuk berkesenian. Sebelumnya, mereka aktif menggambar di giant flag, gambar yang mereka hasilkan untuk memberikan dukungan kepada Persibo. Pria yang akrab disapa Indra itu pun mengatakan di dalam Curva Nord 1949, dia bersama sembilan orang lainnya masuk ke dalam divisi kreativitas.

Divisi tersebut bisa bergerak dengan cara mencari uang dari sumbangan para penonton laga kandang di Stadion Letjend Sudirman Bojonegoro. Kata dia, mereka menyebar menggunakan kardus lalu berkeliling cari sumbangan tersebut. “Uang dari kardus keliling tersebut kami gunakan modal buat koreografi, seni mural, giant flag, dan sebagainya,” jelas pria asal Kecamatan Kapas itu. Seperti penjualan giant flag bisa diputar kembali uang hasil penjualannya. Karena laga kandang tak menentu dan hasil dari kardus keliling rata-rata hanya Rp 600 ribu.

Baca Juga :  Satpol PP Janji Tertibkan Orang Gila¬†

Curva Nord 1949 pun punya lebih dari 20 distrik yang tersebar di Bojonegoro. Mereka juga dituntut adu kreativitas dengan cara buat giant flag per distrik. “Kami wajibkan per distrik bikin giant flag biar lebih kreatif, ukurannya pun kami sarankan yakni 5×3 meter,” katanya. Sehingga, mereka menjual giant flag kepada suporter independen. Jadi, desain dan ukuran bisa dipesan setiap saat. Pengerjaan giant flag minimal satu hari. “Kami garapnya tim, jadi Insyaallah cepat,” ujarnya. Lalu, harganya rata-rata Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per giant flag.

Sementara itu, titik-titik tembok yang bisa digambar mural rencananya akan digambar dengan konsep yang berbau Persibo. Karena, imbuh dia, ingin merpersibokan Bojonegoro. “Karena ada beberapa tembok yang dicoret tidak jelas, jadi kami ingin gambar dengan konsep yang matang, sekaligus mengenalkan identitas Bojonegoro salah satunya ialah Persibo,” katanya. Setidaknya, selama bulan Ramadan, Indra bersama kawan-kawannya punya kesibukan yang positif. “Sembari nunggu laga Persibo putaran kedua Liga 3 pada Juli mendatang,” ujarnya.

Baca Juga :  Peningkatan Fisik Belum 100 Persen

Uniknya, setiap menggambar mural maupun giant flag, mereka lakukan bersama-sama. Meskipun konseptornya cuma satu, tapi ketika mengeksekusi bareng-bareng. “Tentu dari 10 anggota divisi kreativitas ada yang memang jago menggambar yaitu Afrin Sedenk, terus saya dan kawan-kawan lainnya ikut bantu,” jelasnya. 

Indra Kuncir juga punya tugas untuk memasarkan giant flag yang telah dibuat. Indra tak  kenal lelah menjajakan buah karya mereka untuk berputarnya roda organisasi suporter tersebut. “Kami terus budayakan kolektif, jadi lebih mandiri dan tidak menunggu bantuan dari luar,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/