alexametrics
22.6 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Penanganan Banjir Bengawan Jero Andalkan Realisasi Proyek Nasional

Radar Lamongan – Hingga peringatan Hari Air Sedunia yang jatuh hari ini (22/3), Lamongan tampaknya belum bisa lepas dari julukan ‘’yen rendeng ora iso ndodok, yen ketigo ora iso cebok (kalau penghujan tidak bisa jongkok/karena banjir, kalau kemarau tidak bisa cebok/ karena kekeringan’’.

Indikasinya, kawasan Bengawan Jero yang meliputi lima kecamatan, yakni Kecamatan Kalitengah, Turi, Glagah, Karangbinangun, dan Deket selalu banjir setiap musim penghujan. Bahkan musim hujan kali ini banjir berlangsung hingga tiga bulan terakhir tanpa surut. Mengatasi masalah ‘’laten’’ banjir Bengawan Jero tersebut, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengandalkan proyek nasional yang dikolaborasikan dengan anggaran daerah yang terbatas.

“Untuk penanganan banjir Bengawan Jero dilakukan dari hulu ke hilir dengan melibatkan banyak pihak, sesuai dengan kapasitas masingmasing,” kata Bupati Yuhronur Efendi melalui Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), Arif Bakhtiar kemarin (21/3).

Menurut Arif, banjir Bengawan Jero disebabkan pendangkalan saluran-saluran air yang ada. Sehingga harus dilakukan normalisasi. Namun, lanjut dia, karena kondisi air banjir masih tinggi, pemkab (instansi terkait) belum bisa melakukan penanganan yang lebih maksimal. Penanganan baru bisa dilakukan untuk mengurangi genangan. Salah satunya memaksimalkan pembuangan menggunakan pompa sebesar 6 ribu liter perdetik di Sluis Kuro. Kemudian 1.500 liter perdetik di Melik Kalitengah, dan 1.500 liter perdetik di Babat.

Baca Juga :  Target Perunggu, Justru Dapat Emas dan Perak

‘’Setelah air surut, akan dilakukan penuntasan saluran pri mer daerah irigasi dan rehabilitasi irigasi,’’ ujarnya. Arif mengatakan, untuk mengurangi genangan di Bengawan Jero sudah dianggarkan Rp 7 Miliar dari APBD. Setelah banjir surut akan dilakukan normalisasi Kali Malang, Kali Corong, dan beberapa kali sekunder yang mengalami pendangkalan. Serta perbaikan infrastruktur paska banjir. ‘’Termasuk normalisasi jaringan irigasi dan akses jalan yang terendam selama dua bulan lebih,’’ tukasnya.

Menurut dia, sesuai Perpres 80 Tahun 2019 ada proyek nasional yang beririsan dengan Lamongan, salah satu manfaatnya untuk penanganan masalah banjir Bengawan Jero. Karena itu, Bupati Yes sudah menyampaikan ke Gubernur Jatim untuk percepatan pelaksanaan proyek tersebut. “Kondisinya saat masih banjir. Tapi pak bupati meminta agar perencanaan segera dimatangkan, supaya saat air surut langsung bisa dilakukan pekerjaan,” terangnya.

Baca Juga :  Hari Pertama Kerja, Langsung Konsolidasi dan Sinkronisasi Internal

Arif melanjutkan, terkait perpres itu, ada proyek strategis nasional senilai Rp 250 Miliar untuk mengatasi masalah banjir Lamongan. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk rehabilitasi irigasi di Bengawan Jero mulai Pucuk, Maduran, Karanggeneng, Kalitengah, Turi, Karangbinangun, dan Glagah nilainya Rp 100 Miliar.

Kemudian lanjutan pembangunan intake Babat Barrage senilai Rp 150 miliar. Bahkan terkait kelanjutan upaya penanganan banjir, Gubernur Jatim menyampaikan sudah dilakukan pembahasan secara spesifik dengan lintas instansi. Salah satunya permasalahan tanggul, saluran irigasi, dan infrastruktur jalan. Baik itu kewenangan kabupaten, provinsi, dan kabupaten.

‘’Semua pekerjaan penanganan banjir itu masih menunggu air surut. Nantinya pelaksanannya akan berlanjut. Pak bupati terus mendorong pelaksanaan proyek nasional. Kemudian diimbangi upaya pemkab melakukan pengerukan sejumlah waduk dan normalisasi saluran untuk meminimalisasi banjir,’’ paparnya.

Radar Lamongan – Hingga peringatan Hari Air Sedunia yang jatuh hari ini (22/3), Lamongan tampaknya belum bisa lepas dari julukan ‘’yen rendeng ora iso ndodok, yen ketigo ora iso cebok (kalau penghujan tidak bisa jongkok/karena banjir, kalau kemarau tidak bisa cebok/ karena kekeringan’’.

Indikasinya, kawasan Bengawan Jero yang meliputi lima kecamatan, yakni Kecamatan Kalitengah, Turi, Glagah, Karangbinangun, dan Deket selalu banjir setiap musim penghujan. Bahkan musim hujan kali ini banjir berlangsung hingga tiga bulan terakhir tanpa surut. Mengatasi masalah ‘’laten’’ banjir Bengawan Jero tersebut, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengandalkan proyek nasional yang dikolaborasikan dengan anggaran daerah yang terbatas.

“Untuk penanganan banjir Bengawan Jero dilakukan dari hulu ke hilir dengan melibatkan banyak pihak, sesuai dengan kapasitas masingmasing,” kata Bupati Yuhronur Efendi melalui Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), Arif Bakhtiar kemarin (21/3).

Menurut Arif, banjir Bengawan Jero disebabkan pendangkalan saluran-saluran air yang ada. Sehingga harus dilakukan normalisasi. Namun, lanjut dia, karena kondisi air banjir masih tinggi, pemkab (instansi terkait) belum bisa melakukan penanganan yang lebih maksimal. Penanganan baru bisa dilakukan untuk mengurangi genangan. Salah satunya memaksimalkan pembuangan menggunakan pompa sebesar 6 ribu liter perdetik di Sluis Kuro. Kemudian 1.500 liter perdetik di Melik Kalitengah, dan 1.500 liter perdetik di Babat.

Baca Juga :  Suvenir Nikah Spesialis Alat Dapur

‘’Setelah air surut, akan dilakukan penuntasan saluran pri mer daerah irigasi dan rehabilitasi irigasi,’’ ujarnya. Arif mengatakan, untuk mengurangi genangan di Bengawan Jero sudah dianggarkan Rp 7 Miliar dari APBD. Setelah banjir surut akan dilakukan normalisasi Kali Malang, Kali Corong, dan beberapa kali sekunder yang mengalami pendangkalan. Serta perbaikan infrastruktur paska banjir. ‘’Termasuk normalisasi jaringan irigasi dan akses jalan yang terendam selama dua bulan lebih,’’ tukasnya.

Menurut dia, sesuai Perpres 80 Tahun 2019 ada proyek nasional yang beririsan dengan Lamongan, salah satu manfaatnya untuk penanganan masalah banjir Bengawan Jero. Karena itu, Bupati Yes sudah menyampaikan ke Gubernur Jatim untuk percepatan pelaksanaan proyek tersebut. “Kondisinya saat masih banjir. Tapi pak bupati meminta agar perencanaan segera dimatangkan, supaya saat air surut langsung bisa dilakukan pekerjaan,” terangnya.

Baca Juga :  Berusaha Tiap Tempat ada Alquran

Arif melanjutkan, terkait perpres itu, ada proyek strategis nasional senilai Rp 250 Miliar untuk mengatasi masalah banjir Lamongan. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk rehabilitasi irigasi di Bengawan Jero mulai Pucuk, Maduran, Karanggeneng, Kalitengah, Turi, Karangbinangun, dan Glagah nilainya Rp 100 Miliar.

Kemudian lanjutan pembangunan intake Babat Barrage senilai Rp 150 miliar. Bahkan terkait kelanjutan upaya penanganan banjir, Gubernur Jatim menyampaikan sudah dilakukan pembahasan secara spesifik dengan lintas instansi. Salah satunya permasalahan tanggul, saluran irigasi, dan infrastruktur jalan. Baik itu kewenangan kabupaten, provinsi, dan kabupaten.

‘’Semua pekerjaan penanganan banjir itu masih menunggu air surut. Nantinya pelaksanannya akan berlanjut. Pak bupati terus mendorong pelaksanaan proyek nasional. Kemudian diimbangi upaya pemkab melakukan pengerukan sejumlah waduk dan normalisasi saluran untuk meminimalisasi banjir,’’ paparnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/