alexametrics
26.8 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Stan Tutup Akan Ditertibkan

BOJONEGORO – Pengelolaan sentra produk Taman Rajekwesi kembali berpindah. Kini, bangunan berupa stan-stan yang beroperasi sejak 2016 itu dikelola Dinas Koperasi (Dinkop) dan Usaha Mikro Bojonegoro. Sentra produk Taman Rajekwesi sudah dua kali ini mengalami perpindahan pengelolaan.

Awalnya, dikelola dinas kebersihan dan pertamanan. Lalu, dialihkan ke dinas perdagangan dan pasar. Terbaru dikelola dinkop dan usaha mikro. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Elza Debha Agustina mengatakan, sejak Februari lalu pengelolaan sentra produk Rajekwesi berpindah ke instansinya.

Itu dinilai lebih tepat, karena selama ini instansinya juga mengelola dan penataan pedagang kaki lima (PKL). Elza menjelaskan, selama ini pengelolaan sentra produk memang kurang jelas. “Banyak yang tidak buka. Ini yang akan kami tertibkan,” tegasnya.

Baca Juga :  Gus Ipul-Puti Guntur Makin Kokoh

Elza menjelaskan, saat ini banyak stan kosong karena ditinggal penyewa. Sehingga, akan menjadi tugas dinkop untuk mengelola stan agar terisi dan pengunjung ramai. “Lebih dari itu kami akan mengupayakan agar mereka tetap buka,” jelasnya. Sejak pertama dibuka 2016 lalu, tidak semua stan di sentra produk beroperasi.

Penataannya juga kurang pas. Antara stan yang menjual makanan dan pernak-pernik juga tidak tertata. Sehingga, tidak banyak menarik pengunjung. “Nanti akan kami tata, mana yang makanan dan mana yang tidak,” jelasnya. Menurut Elza, banyak pedagang menginginkan lokasi stan di depan.

Sehingga, berimbas lokasi stan yang ada di belakang banyak yang tidak diminati. “Itu juga yang akan kami garap. Stan belakang akan kami buat ramai,” katanya.

Baca Juga :  Penyebab Kasus, Lebih Banyak karena Kelelahan

BOJONEGORO – Pengelolaan sentra produk Taman Rajekwesi kembali berpindah. Kini, bangunan berupa stan-stan yang beroperasi sejak 2016 itu dikelola Dinas Koperasi (Dinkop) dan Usaha Mikro Bojonegoro. Sentra produk Taman Rajekwesi sudah dua kali ini mengalami perpindahan pengelolaan.

Awalnya, dikelola dinas kebersihan dan pertamanan. Lalu, dialihkan ke dinas perdagangan dan pasar. Terbaru dikelola dinkop dan usaha mikro. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Elza Debha Agustina mengatakan, sejak Februari lalu pengelolaan sentra produk Rajekwesi berpindah ke instansinya.

Itu dinilai lebih tepat, karena selama ini instansinya juga mengelola dan penataan pedagang kaki lima (PKL). Elza menjelaskan, selama ini pengelolaan sentra produk memang kurang jelas. “Banyak yang tidak buka. Ini yang akan kami tertibkan,” tegasnya.

Baca Juga :  Menguji Navigasi, Melintasi Medan Berbekal Peta

Elza menjelaskan, saat ini banyak stan kosong karena ditinggal penyewa. Sehingga, akan menjadi tugas dinkop untuk mengelola stan agar terisi dan pengunjung ramai. “Lebih dari itu kami akan mengupayakan agar mereka tetap buka,” jelasnya. Sejak pertama dibuka 2016 lalu, tidak semua stan di sentra produk beroperasi.

Penataannya juga kurang pas. Antara stan yang menjual makanan dan pernak-pernik juga tidak tertata. Sehingga, tidak banyak menarik pengunjung. “Nanti akan kami tata, mana yang makanan dan mana yang tidak,” jelasnya. Menurut Elza, banyak pedagang menginginkan lokasi stan di depan.

Sehingga, berimbas lokasi stan yang ada di belakang banyak yang tidak diminati. “Itu juga yang akan kami garap. Stan belakang akan kami buat ramai,” katanya.

Baca Juga :  Penyebab Kasus, Lebih Banyak karena Kelelahan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/