alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Permintaan Alat Tulis Stabil

BISNIS – Permintaan alat tulis tidak terpengaruh meskipun saat ini siswa-siswi ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ujian nasional masih berbasis kertas. Sejumlah toko menilai kebutuhan alat tulis masih ramai. Seperti buku tulis, selalu banyak yang memburunya. 

Fury Arinta, karyawan toko buku Togamas mengatakan, penjualan alat-alat tulis tetap stabil. Karena setiap siswa di Bojonegoro membutuhkan buku tulis atau sekadar buku gambar. Selain itu para siswa juga pasti butuh pensil, bolpoin, dan buku lainnya. 

Fury mengatakan permintaan alat tulis tak hanya diburu pelajar saja. Namun para pengusaha toko buku lain di desa-desa. “Biasanya pemilik-pemilik toko itu borong langsung 50 pak buku tulis dan puluhan pak pensil dan penghapus,” jelasnya. 

Baca Juga :  Tidak Komitmen, Penerima PKH Dihentikan 

Tak heran, dalam sehari mampu meraup omzet sekitar Rp 3 juta. “Adapun peningkatan omzet biasanya saat menjelang tahun ajaran baru,” ungkapnya.

Rini Suciwati, karyawan toko alat tulis Mitra mengungkapkan, alat tulis memang permintaannya cukup prospektif. Toko tersebut juga menggencarkan strategi pemasaran agar bisa menarik konsumen.Dia memastikan, omzet yang diraupnya per hari sekitar Rp 1 juta. 

BISNIS – Permintaan alat tulis tidak terpengaruh meskipun saat ini siswa-siswi ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ujian nasional masih berbasis kertas. Sejumlah toko menilai kebutuhan alat tulis masih ramai. Seperti buku tulis, selalu banyak yang memburunya. 

Fury Arinta, karyawan toko buku Togamas mengatakan, penjualan alat-alat tulis tetap stabil. Karena setiap siswa di Bojonegoro membutuhkan buku tulis atau sekadar buku gambar. Selain itu para siswa juga pasti butuh pensil, bolpoin, dan buku lainnya. 

Fury mengatakan permintaan alat tulis tak hanya diburu pelajar saja. Namun para pengusaha toko buku lain di desa-desa. “Biasanya pemilik-pemilik toko itu borong langsung 50 pak buku tulis dan puluhan pak pensil dan penghapus,” jelasnya. 

Baca Juga :  Lamongan Sukses Menjadi Zona Orange

Tak heran, dalam sehari mampu meraup omzet sekitar Rp 3 juta. “Adapun peningkatan omzet biasanya saat menjelang tahun ajaran baru,” ungkapnya.

Rini Suciwati, karyawan toko alat tulis Mitra mengungkapkan, alat tulis memang permintaannya cukup prospektif. Toko tersebut juga menggencarkan strategi pemasaran agar bisa menarik konsumen.Dia memastikan, omzet yang diraupnya per hari sekitar Rp 1 juta. 

Artikel Terkait

Most Read

DPC Gerindra Usulkan Darwanto

Berjodoh setelah Jadi Fans Juve

Artikel Terbaru


/