alexametrics
27.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

ODHA Enggan Berobat di Daerah Sendiri

NGIMBANG – Meski berada di wilayah Lamongan, fasilitas voluntary consulting test (VCT) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngimbang lebih banyak dimanfaatkan warga luar daerah daripada warga Kota Lamongan tersebut. Sebab penyakit HIV/Aids dianggap penyakit memalukan, sehingga malu diketahui berobat di daerah sendiri.

‘’Sejak dibuka, memang pasiennya lebih banyak dari luar daerah,’’ kata Direktur RSUD Ngimbang, M. Chaidir Anas kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (21/3). Dia menjelaskan, VCT merupakan tempat untuk konsultasi dan konseling bagi masyarakat yang beresiko terjangkit penyakit HIV/Aids.

Penyakit itu masuk ke tubuh manusia dari aktivitas hubungan badan, terutama yang biasa berganti-ganti pasangan serta melalui penggunaan alat suntik secara bergantian. ‘’Fasitas VCT juga untuk melakukan tes terkait adanya penyakit HIV/Aids yang menyerang kekebalan tubuh tersebut,’’ ujarnya. Menurut dia, karena dinilai sebagai penyakit yang memalukan, sehingga warga yang merasa terjangkit khawatir jika diketahui lingkungan, sehingga malu datang ke VCT.

Baca Juga :  Sekarang Tak Punya Rumah, Dijual saat Melahirkan

Mereka lebih senang berkonsultasi atau berobat di tempat yang jauh di luar daerah. Padahal identitas pasien di VCT terjaga kerahasiannya. Terutama jika terbukti positif HIV, maka identitasnya akan dilindungi. ‘’Itu mungkin belum dipahami oleh masyarakat,’’ kata mantan sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan tersebut. Dia melanjutkan, orang yang terkena HIV/ Aids masih memiliki citra buruk.

Sehingga masih banyak masyarakat takut menjalani kehidupan bersama orang dengan HIV/ Aids (ODHA). Faktor utamanya karena takut tertular virus penyakit yang belum ditemukan obatnya tersebut. Sehingga orang yang merasa terkena HIV/Aids malu dan takut berkonsultasi dan berobat di daerahnya sendiri.

Padahal, terang dia, virus HIV tidak akan menular dengan hidup satu lingkungan dengan ODHA. Baik dengan bersalaman, berpelukan, dan menggunakan alat makan bergantian dengan ODHA. Keringat, air ludah, dan air seni ODHA tak mampu menularkan virus. Penularan hanya lewat hubungan badan dan darah. ‘’Sekarang sudah ada anti retrovirus (ARV) yang bisa meningkatkan kualitas hidup ODHA dan menekan penularan ke orang lain,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Menunggu Perbup ­Penanggulangan HIV-AIDS 

NGIMBANG – Meski berada di wilayah Lamongan, fasilitas voluntary consulting test (VCT) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngimbang lebih banyak dimanfaatkan warga luar daerah daripada warga Kota Lamongan tersebut. Sebab penyakit HIV/Aids dianggap penyakit memalukan, sehingga malu diketahui berobat di daerah sendiri.

‘’Sejak dibuka, memang pasiennya lebih banyak dari luar daerah,’’ kata Direktur RSUD Ngimbang, M. Chaidir Anas kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (21/3). Dia menjelaskan, VCT merupakan tempat untuk konsultasi dan konseling bagi masyarakat yang beresiko terjangkit penyakit HIV/Aids.

Penyakit itu masuk ke tubuh manusia dari aktivitas hubungan badan, terutama yang biasa berganti-ganti pasangan serta melalui penggunaan alat suntik secara bergantian. ‘’Fasitas VCT juga untuk melakukan tes terkait adanya penyakit HIV/Aids yang menyerang kekebalan tubuh tersebut,’’ ujarnya. Menurut dia, karena dinilai sebagai penyakit yang memalukan, sehingga warga yang merasa terjangkit khawatir jika diketahui lingkungan, sehingga malu datang ke VCT.

Baca Juga :  Buat Suami! Jangan Sering Jajan Diluar Kalau Ngga Mau Isterinya Begini

Mereka lebih senang berkonsultasi atau berobat di tempat yang jauh di luar daerah. Padahal identitas pasien di VCT terjaga kerahasiannya. Terutama jika terbukti positif HIV, maka identitasnya akan dilindungi. ‘’Itu mungkin belum dipahami oleh masyarakat,’’ kata mantan sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan tersebut. Dia melanjutkan, orang yang terkena HIV/ Aids masih memiliki citra buruk.

Sehingga masih banyak masyarakat takut menjalani kehidupan bersama orang dengan HIV/ Aids (ODHA). Faktor utamanya karena takut tertular virus penyakit yang belum ditemukan obatnya tersebut. Sehingga orang yang merasa terkena HIV/Aids malu dan takut berkonsultasi dan berobat di daerahnya sendiri.

Padahal, terang dia, virus HIV tidak akan menular dengan hidup satu lingkungan dengan ODHA. Baik dengan bersalaman, berpelukan, dan menggunakan alat makan bergantian dengan ODHA. Keringat, air ludah, dan air seni ODHA tak mampu menularkan virus. Penularan hanya lewat hubungan badan dan darah. ‘’Sekarang sudah ada anti retrovirus (ARV) yang bisa meningkatkan kualitas hidup ODHA dan menekan penularan ke orang lain,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Sebelumnya Dikirim ke Filipina, Kini Bersiap ke Jepang

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/