alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Pasokan Vaksin Tahap Kedua Datang Hari Ini

- Advertisement -

Radar Lamongan – Vaksin covid-19 untuk vaksinasi tahap kedua di Lamongan dijadwalkan datang hari ini (22/2). Vaksinasi tahap kedua itu difokuskan untuk untuk anggota TNI, Polri, dan petugas pelayanan publik, yang pelaksanaannya dijadwalkan bulan depan.

“Kalau tidak berubah besok (hari ini, Red) dikirim vaksin oleh provinsi. Karena dijadwalkan minggu ini sudah didistribusikan ke masing-masing daerah,” ujar Koordinator Bidang Preventif dan Promotif Satgas Covid-19 Lamongan, dr Taufik Hidayat kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (21/2).

Menurut dia, Lamongan akan menerima 2.500 vial atau botol kecil. Tapi kemungkinan masih bisa bertambah, menyesuaikan dengan data yang masuk. Sekarang pihaknya masih melakukan pendataan untuk penerima vaksinasi tahap kedua tersebut.

Baca Juga :  189 Rumah Kebanjiran di Laren

“Kita masih koordinasi dengan instansi calon penerima. Mi s alnya, pedagang pasar, kita komunikasi dengan Perumda Pasar,” terang pria yang menjabat Kepala Dinas Kesehatan Lamongan itu. Taufik mengatakan, untuk pelaksaanaan vaksinasi tahap pertama di Lamongan berjalan lancar, nyaris tanpa kendala.

Calon penerima yang tidak lolos skrining langsung diganti penerima baru, disesuaikan dengan permasalahannya. Jika hamil, otomatis diganti. Sementara untuk mereka yang memiliki komorbid (penyakit bawaan) akan ditunggu sampai kondisinya stabil.

- Advertisement -

Taufik memprediksi, pelaksanaan vaksinasi tahap kedua pelaksanaannya lebih cepat. Karena data penerima vaksin sudah mulai diverifikasi sekarang. “Data ini akan menjadi dasar penentuan alokasi serta distribusi, dan pertimbangan cadangannya,” terang pria asal Mojokerto itu.

Baca Juga :  700 Kuota Beasiswa Tak Terserap

Terkait fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) untuk vaksinasi, Taufik mengklaim jumlah nya masih sama dengan yang sebelumnya 49 unit. Terdiri atas puskesmas, Rumah sakit, dan klinik yang sudah diverifikasi. Namun jumlah ini bisa ditambah apabila kebutuhan di lapangan belum cukup. Asalkan fasyankes tersebut memiliki tenaga kesehatan pelaksana vaksinasi Covid-19. Memiliki sarana rantai dingin sesuai dengan jenis vaksin covid-19 yang digunakan, serta memiliki izin operasional fasyankes.

Taufik menambahkan, vaksinasi ini tujuannya membentuk kekebalan tubuh secara komunal. Harapannya, penerima vaksinasi bisa memberikan contoh untuk masyarakat dengan menerapkan perilaku protokol kesehatan yang benar sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan. “Meski divaksin, kita harus tetap menerapkan prokes yang benar,” tandasnya.

Radar Lamongan – Vaksin covid-19 untuk vaksinasi tahap kedua di Lamongan dijadwalkan datang hari ini (22/2). Vaksinasi tahap kedua itu difokuskan untuk untuk anggota TNI, Polri, dan petugas pelayanan publik, yang pelaksanaannya dijadwalkan bulan depan.

“Kalau tidak berubah besok (hari ini, Red) dikirim vaksin oleh provinsi. Karena dijadwalkan minggu ini sudah didistribusikan ke masing-masing daerah,” ujar Koordinator Bidang Preventif dan Promotif Satgas Covid-19 Lamongan, dr Taufik Hidayat kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (21/2).

Menurut dia, Lamongan akan menerima 2.500 vial atau botol kecil. Tapi kemungkinan masih bisa bertambah, menyesuaikan dengan data yang masuk. Sekarang pihaknya masih melakukan pendataan untuk penerima vaksinasi tahap kedua tersebut.

Baca Juga :  Permintaan Plasma Kian Membeludak

“Kita masih koordinasi dengan instansi calon penerima. Mi s alnya, pedagang pasar, kita komunikasi dengan Perumda Pasar,” terang pria yang menjabat Kepala Dinas Kesehatan Lamongan itu. Taufik mengatakan, untuk pelaksaanaan vaksinasi tahap pertama di Lamongan berjalan lancar, nyaris tanpa kendala.

Calon penerima yang tidak lolos skrining langsung diganti penerima baru, disesuaikan dengan permasalahannya. Jika hamil, otomatis diganti. Sementara untuk mereka yang memiliki komorbid (penyakit bawaan) akan ditunggu sampai kondisinya stabil.

- Advertisement -

Taufik memprediksi, pelaksanaan vaksinasi tahap kedua pelaksanaannya lebih cepat. Karena data penerima vaksin sudah mulai diverifikasi sekarang. “Data ini akan menjadi dasar penentuan alokasi serta distribusi, dan pertimbangan cadangannya,” terang pria asal Mojokerto itu.

Baca Juga :  Tangki Thunder Bocor, Motor Hangus Terbakar

Terkait fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) untuk vaksinasi, Taufik mengklaim jumlah nya masih sama dengan yang sebelumnya 49 unit. Terdiri atas puskesmas, Rumah sakit, dan klinik yang sudah diverifikasi. Namun jumlah ini bisa ditambah apabila kebutuhan di lapangan belum cukup. Asalkan fasyankes tersebut memiliki tenaga kesehatan pelaksana vaksinasi Covid-19. Memiliki sarana rantai dingin sesuai dengan jenis vaksin covid-19 yang digunakan, serta memiliki izin operasional fasyankes.

Taufik menambahkan, vaksinasi ini tujuannya membentuk kekebalan tubuh secara komunal. Harapannya, penerima vaksinasi bisa memberikan contoh untuk masyarakat dengan menerapkan perilaku protokol kesehatan yang benar sesuai dengan standar Kementerian Kesehatan. “Meski divaksin, kita harus tetap menerapkan prokes yang benar,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/