alexametrics
22.7 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Pasar Kepoh Butuh Sentuhan Pemkab

Radar Bojonegoro – Sebagian pedagang di Pasar Desa Kepoh, Kecamatan Kepohbaru, mulai bangkit, kemarin (21/2). Sebagian telah kembali berjualan pasca peristiwa keba karan Kamis malam (18/2) lalu.

Pedagang lain belum bisa berjualan terkendala lapak. Sehingga mem butuhkan sentuhan pemkab dari anggaran tak terduga atau bantuan keuangan desa (BKD), karena statsunya pasar desa. Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri menuturkan meski statusnya pasar desa, pemkab tetap harus menindaklanjuti nasib para pedagang. Karena para pedagang merupakan penduduk Bojonegoro yang mengais rezeki dari keberlangsungan Pasar Desa Kepohbaru.

‘’Karena ke depan, di depan mata ini sudah Ramadan dan Lebaran. Tentu apa yang diinginkan pemdes, ya pemkab harus segera menindaklanjuti. Supaya mereka (pedagang) tidak terkatung-katung,’’ katanya.

Menurut dia, selain segera menin daklanjuti permohonan yang diajukan Pemdes Kepoh, pemkab juga masih bisa berupaya dengan hal lain. Karena telah me miliki dan menyiapkan anggaran tak terduga dalam APBD 2021. Mencapai Rp 23 miliar. ‘’Ini kan force majeure, dalam kondisi kebencaan. Pemkab ini kan masih memiliki anggaran tak terduga terkat dengan kebencanaan,’’ jelas politikus asal Kecamatan Baureno itu.

Baca Juga :  Demo Tagih Pembayaran Proyek 2017, Dinas PU Masih Ngutang?

Terkait pembangunan perbaikan Pasar Desa Kepoh, kata dia, diprediksi Pemdes Kepoh akan keberatan, jika menggunakan anggaran desa. Solusinya, pemkab bisa membantu suntikan pembangunannya menggunakan APBD melalui bantuan keuangan desa (BKD). ‘’Kalaupun misalnya pada tahun ini belum terkaver, karena ini statusnya darurat, saya kira nanti bisa kami percepat pembahasan di perubahan APBD. Nanti kami masukkan BKD untuk pemba ngunan Pasar Desa Kepoh dan nanti didampingi dinas PMD serta dinas perdagangan (disdagkop dan UM),’’ paparnya.

Kades Kepoh Muslikun mengatakan, pasca kebakaran sejak dua hari lalu pedagang sudah mulai berjualan. Lokasinya di sekitar pasar. Mulai dari seputaran samping masjid atau tepat di selatan pasar dan di seputar depan pasar. Serta di dalam pasar yang bangunannya tidak sampai terbakar.

Baca Juga :  BLT untuk Buruh Rokok Tak Kunjung Tuntas

‘’Kami juga sudah mengon disikan untuk para pedagang yang berjualan sementara,’’ katanya terpisah. Menurut dia, meski sudah ada beberapa pedagang kembali berjualan, itu masih belum seluruhnya. Karena selain masih menyiapkan barang dagangan baru, juga tempat yang tersedia masih belum bisa mengakomodir pedagang yang terdampak.

‘’Ya belum (semua pedagang kembali berjualan), karena tempat belum mencukupi,’’ ujar dia. Muslikun berencana menyiap kan TPS di eks Koramil atau dari pasar aslinya ke selatan. Akan tetapi masih menunggu kepu tusan jawaban dari proposal yang diajukan. Terkait menggunakan bangunan lapak eks TPS Pasar Sroyo agar dipindah ke TPS Pasar Desa Kepoh.

‘’Dalam artian begini, tempatnya untuk berjualan sudah siap. Tapi pedagang juga belum bisa berdagang dan menempati di eks koramil (TPS). Karena bantuan bangunan eks TPS Pasar Sroyo atau nanti akan dibuatkan baru juga belum (ada keputusan dari pemkab),’’ terang dia. 

Radar Bojonegoro – Sebagian pedagang di Pasar Desa Kepoh, Kecamatan Kepohbaru, mulai bangkit, kemarin (21/2). Sebagian telah kembali berjualan pasca peristiwa keba karan Kamis malam (18/2) lalu.

Pedagang lain belum bisa berjualan terkendala lapak. Sehingga mem butuhkan sentuhan pemkab dari anggaran tak terduga atau bantuan keuangan desa (BKD), karena statsunya pasar desa. Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro Lasuri menuturkan meski statusnya pasar desa, pemkab tetap harus menindaklanjuti nasib para pedagang. Karena para pedagang merupakan penduduk Bojonegoro yang mengais rezeki dari keberlangsungan Pasar Desa Kepohbaru.

‘’Karena ke depan, di depan mata ini sudah Ramadan dan Lebaran. Tentu apa yang diinginkan pemdes, ya pemkab harus segera menindaklanjuti. Supaya mereka (pedagang) tidak terkatung-katung,’’ katanya.

Menurut dia, selain segera menin daklanjuti permohonan yang diajukan Pemdes Kepoh, pemkab juga masih bisa berupaya dengan hal lain. Karena telah me miliki dan menyiapkan anggaran tak terduga dalam APBD 2021. Mencapai Rp 23 miliar. ‘’Ini kan force majeure, dalam kondisi kebencaan. Pemkab ini kan masih memiliki anggaran tak terduga terkat dengan kebencanaan,’’ jelas politikus asal Kecamatan Baureno itu.

Baca Juga :  25 Kepsek SMP Negeri Dimutasi

Terkait pembangunan perbaikan Pasar Desa Kepoh, kata dia, diprediksi Pemdes Kepoh akan keberatan, jika menggunakan anggaran desa. Solusinya, pemkab bisa membantu suntikan pembangunannya menggunakan APBD melalui bantuan keuangan desa (BKD). ‘’Kalaupun misalnya pada tahun ini belum terkaver, karena ini statusnya darurat, saya kira nanti bisa kami percepat pembahasan di perubahan APBD. Nanti kami masukkan BKD untuk pemba ngunan Pasar Desa Kepoh dan nanti didampingi dinas PMD serta dinas perdagangan (disdagkop dan UM),’’ paparnya.

Kades Kepoh Muslikun mengatakan, pasca kebakaran sejak dua hari lalu pedagang sudah mulai berjualan. Lokasinya di sekitar pasar. Mulai dari seputaran samping masjid atau tepat di selatan pasar dan di seputar depan pasar. Serta di dalam pasar yang bangunannya tidak sampai terbakar.

Baca Juga :  Kepala Sekolah Harus Berani Menegur

‘’Kami juga sudah mengon disikan untuk para pedagang yang berjualan sementara,’’ katanya terpisah. Menurut dia, meski sudah ada beberapa pedagang kembali berjualan, itu masih belum seluruhnya. Karena selain masih menyiapkan barang dagangan baru, juga tempat yang tersedia masih belum bisa mengakomodir pedagang yang terdampak.

‘’Ya belum (semua pedagang kembali berjualan), karena tempat belum mencukupi,’’ ujar dia. Muslikun berencana menyiap kan TPS di eks Koramil atau dari pasar aslinya ke selatan. Akan tetapi masih menunggu kepu tusan jawaban dari proposal yang diajukan. Terkait menggunakan bangunan lapak eks TPS Pasar Sroyo agar dipindah ke TPS Pasar Desa Kepoh.

‘’Dalam artian begini, tempatnya untuk berjualan sudah siap. Tapi pedagang juga belum bisa berdagang dan menempati di eks koramil (TPS). Karena bantuan bangunan eks TPS Pasar Sroyo atau nanti akan dibuatkan baru juga belum (ada keputusan dari pemkab),’’ terang dia. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/