alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Pasar Mobil Bekas Membaik

Transaksi penjualan mobil bekas tak hanya melalui diler. Sebaliknya, transaksi dilakukan secara personal. Persaingan penjualan semakin ketat, setelah penjualan mobil bekas (mobkas) juga diramaikan secara online. Sehingga, konsumen tidak perlu lagi ragu mampir ke showroom mobil bekas. Bima Novianta salah satu pengusaha mobil bekas mengatakan, penjualan saat ini terdongkrak dengan pemasaran secara online. Meski begitu, pemasaran juga dilakukan secara offline dan online beriringan. 

Bahkan, transaksi penjualan secara online, sekaligus menepis keberadaan makelar. “Makelar mulai minim sejak ada media sosial, karena konsumen bisa lihat foto dan deskripsi mobil, lalu ketemu di toko atau showroom,” jelasnya.

Tetapi, beberapa konsumen kalangan orang tua tetap menggunakan cara konvensional. Sehingga, kalangan usia 25-45 tahun biasanya sudah melek teknologi, mencari informasi mobil bekas secara online. 

Baca Juga :  Rutin Konsumsi Vitamin

Meski begitu, dia menyadari peran makelar juga membantu penjualannya, karena dia juga tetap untung. Namun, terkadang kasihan dengan konsumen. “Konsumen tentu lebih nyaman langsung dilayani oleh pihak pertama yakni showroom dibanding pihak kedua atau makelar,” ujar Bima sapaannya.

Pasar mobil bekas, kata Bima, konsumen lebih mencari mobil multi purpose vehicle (MPV). Rata-rata konsumen mobil utamanya tentu dimanfaatkan untuk keluarganya. “Karakteristik konsumen umumnya pasti mobil pertama yang dibeli itu MPV,” ujarnya. 

Adapun harga yang ditawarkan toko tersebut sangat ekonomis. Contohnya, mobil MPV keluaran tahun 2012 dijual sekitar Rp 130-an juta. Dia pun memproyeksikan pasar mobil bekas akan semakin cerah dengan strategi pemasarannya. 

Baca Juga :  Instansi Kerek Penjualan Sound System

Transaksi penjualan mobil bekas tak hanya melalui diler. Sebaliknya, transaksi dilakukan secara personal. Persaingan penjualan semakin ketat, setelah penjualan mobil bekas (mobkas) juga diramaikan secara online. Sehingga, konsumen tidak perlu lagi ragu mampir ke showroom mobil bekas. Bima Novianta salah satu pengusaha mobil bekas mengatakan, penjualan saat ini terdongkrak dengan pemasaran secara online. Meski begitu, pemasaran juga dilakukan secara offline dan online beriringan. 

Bahkan, transaksi penjualan secara online, sekaligus menepis keberadaan makelar. “Makelar mulai minim sejak ada media sosial, karena konsumen bisa lihat foto dan deskripsi mobil, lalu ketemu di toko atau showroom,” jelasnya.

Tetapi, beberapa konsumen kalangan orang tua tetap menggunakan cara konvensional. Sehingga, kalangan usia 25-45 tahun biasanya sudah melek teknologi, mencari informasi mobil bekas secara online. 

Baca Juga :  Cakupan Masih Rendah, Vaksin Cadangan Disiapkan

Meski begitu, dia menyadari peran makelar juga membantu penjualannya, karena dia juga tetap untung. Namun, terkadang kasihan dengan konsumen. “Konsumen tentu lebih nyaman langsung dilayani oleh pihak pertama yakni showroom dibanding pihak kedua atau makelar,” ujar Bima sapaannya.

Pasar mobil bekas, kata Bima, konsumen lebih mencari mobil multi purpose vehicle (MPV). Rata-rata konsumen mobil utamanya tentu dimanfaatkan untuk keluarganya. “Karakteristik konsumen umumnya pasti mobil pertama yang dibeli itu MPV,” ujarnya. 

Adapun harga yang ditawarkan toko tersebut sangat ekonomis. Contohnya, mobil MPV keluaran tahun 2012 dijual sekitar Rp 130-an juta. Dia pun memproyeksikan pasar mobil bekas akan semakin cerah dengan strategi pemasarannya. 

Baca Juga :  Rutin Konsumsi Vitamin

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/