alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Bisnis Minyak Tua Masih Menguntungkan

BISNIS – Ongkos angkut minyak ke Pertamina kini terus mengalami kenaikan. Sehingga, KUD maupun BUMD yang menangani minyak sumur tua masih dianggap menjadi bisnis menguntungkan sampai saat ini.

Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora PT Blora Patra Energi (BPE) Christian Prasetya mengatakan, tarif angkat dan angkut minyak mentah dibayarkan ke KUD dan BUMD terus naik.

Januari lalu sekitar Rp 3.326 per liter. Angka tersebut sudah naik Rp 116 dari bulan sebelumnya atau Desember 2017.

Naiknya ongkos angkut minyak ini, lanjut Chris, sapaan akrabnya, terus berlanjut. Februari ini saja, ongkos angkat dan angkut naik Rp 252 per liter. “Sekarang untuk ongkosnya sebesar Rp 3.576 per liter,” ujarnya.

Baca Juga :  Hindari Motor, Truk PMK Terguling

Sehingga, menurut dia, kondisi ini bisnis sumur minyak tua masih terus bisa dilirik pebisnis lokal. Bahkan, Chris mengatakan, saat ini bisnis sumur tua ini tidak bisa diremehkan.

Dari sektor itu, kata dia, penambang bisa memeroleh keuntungan lumayan. Selain itu, penyerapan tenaga kerja juga bagus. 

“Dari sisi ekonomi berdampak kepada masyarakat,” imbuhnya. 

Sebab, harga minyak yang cukup tinggi berpengaruh pada naiknya ongkos angkut diterima penambang. Karena, memang untuk saat ini harga minyak dunia juga mengalami kenaikan.

Direktur Keuangan PT Blora Patragas Hulu (BPH) Heri Slamet Hariyadi menambahkan, harga minyak dunia saat ini juga mengalami kenaikan.

Akhir Januari lalu, harga minyak dunia sudah sampai 71 USD per barel. “Kenaikan harga minyak dunia ini sudah sejak awal 2018,” ujarnya.

Baca Juga :  Mesin ADM E-KTP Masih Belum Diminati

BISNIS – Ongkos angkut minyak ke Pertamina kini terus mengalami kenaikan. Sehingga, KUD maupun BUMD yang menangani minyak sumur tua masih dianggap menjadi bisnis menguntungkan sampai saat ini.

Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora PT Blora Patra Energi (BPE) Christian Prasetya mengatakan, tarif angkat dan angkut minyak mentah dibayarkan ke KUD dan BUMD terus naik.

Januari lalu sekitar Rp 3.326 per liter. Angka tersebut sudah naik Rp 116 dari bulan sebelumnya atau Desember 2017.

Naiknya ongkos angkut minyak ini, lanjut Chris, sapaan akrabnya, terus berlanjut. Februari ini saja, ongkos angkat dan angkut naik Rp 252 per liter. “Sekarang untuk ongkosnya sebesar Rp 3.576 per liter,” ujarnya.

Baca Juga :  Kecelakaan Beruntun, Satu Pengemudi Tewas

Sehingga, menurut dia, kondisi ini bisnis sumur minyak tua masih terus bisa dilirik pebisnis lokal. Bahkan, Chris mengatakan, saat ini bisnis sumur tua ini tidak bisa diremehkan.

Dari sektor itu, kata dia, penambang bisa memeroleh keuntungan lumayan. Selain itu, penyerapan tenaga kerja juga bagus. 

“Dari sisi ekonomi berdampak kepada masyarakat,” imbuhnya. 

Sebab, harga minyak yang cukup tinggi berpengaruh pada naiknya ongkos angkut diterima penambang. Karena, memang untuk saat ini harga minyak dunia juga mengalami kenaikan.

Direktur Keuangan PT Blora Patragas Hulu (BPH) Heri Slamet Hariyadi menambahkan, harga minyak dunia saat ini juga mengalami kenaikan.

Akhir Januari lalu, harga minyak dunia sudah sampai 71 USD per barel. “Kenaikan harga minyak dunia ini sudah sejak awal 2018,” ujarnya.

Baca Juga :  Bayi Empat Bulan Alami Jantung Bocor di Lamongan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/