alexametrics
28.4 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Jalan Rusunawa Dikucuri Dana Rp 200 Juta 

LAMONGAN, Radar Lamongan – Penerangan pada jalan rusunawa sudah dipasang sejak Tahun 2020. Tersisa perbaikan akses jalannya masih berupa urugan pedel. Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Lamongan segera melakukan pengecoran beton di sana, dengan anggaran sekitar Rp 200 juta. 

‘’Tahun lalu kita uruk karena kondisinya mendesak. Tahun ini baru kita cor,’’ ujar Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman DPRKPCK Lamongan Teguh Ali Syahbudi kepada Jawa Pos Radar Lamongan. 

Dia mengatakan, tahun lalu hanya diurug pedel, guna memudahkan ambulans keluar masuk. Yakni rusunawa sempat digunakan sebagai fasilitas isolasi pasien covid-19, yang menunggu hasil negatif dan lokasi karantina bagi pekerja migran Indonesia (PMI). 

Baca Juga :  Tryout SMP Lancar, Ini Pesan Kepala Disdik Lamongan

Bulan lalu, diakui Teguh, rurunawa sudah dikembalikan oleh Dinkes Lamongan, yang langsung dilakukan pemeliharaan. Teguh menuturkan, peningkatan jalan menggunakan cor merupakan bagian dari pemeliharaan rusunawa. Sehingga, ke depan akan terus dilakukan pemeliharaan di sana. 

‘’Kontrak pinjamnya sudah selesai. Jadi kita lakukan pemeliharaan ulang. Termasuk membenahi atap yang bocor dan dicat ulang,’’ imbuhnya. 

Seperti diketahui, Rusunawa program sharing pemkab Lamongan dengan Kementrian PUPR, yang menghibahkan bangunan. Tujuan awal, rusunawa dimanfaatkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) golongan II-A yang belum memiliki rumah.  

Mereka bisa menempati rusunawa dengan sistem sewa lebih rendah. Sehingga, PNS bisa memiliki hunian layak untuk keluarga. Tapi, rusunawa ini harus menjadi hunian pertama PNS yang menyewa. Sebab, PNS yang sudah memiliki rumah, tidak diperbolehkan mengajukan sewa.  Meski sudah diperbaiki, Teguh mengatakan, penempatan sesuai tujuan awal, masih menunggu instruksi lebih lanjut. 

Baca Juga :  WBL – Mazola Perpanjang Penutupan

‘’Kalau data sudah ada, banyak yang minat. Tapi masih kita tunggu instruksi lebih lanjut. Karena masih pandemic, yang dikhawatirkan masih dibutuhkan sebagai tempat karantina,” terang Teguh.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Penerangan pada jalan rusunawa sudah dipasang sejak Tahun 2020. Tersisa perbaikan akses jalannya masih berupa urugan pedel. Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Lamongan segera melakukan pengecoran beton di sana, dengan anggaran sekitar Rp 200 juta. 

‘’Tahun lalu kita uruk karena kondisinya mendesak. Tahun ini baru kita cor,’’ ujar Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman DPRKPCK Lamongan Teguh Ali Syahbudi kepada Jawa Pos Radar Lamongan. 

Dia mengatakan, tahun lalu hanya diurug pedel, guna memudahkan ambulans keluar masuk. Yakni rusunawa sempat digunakan sebagai fasilitas isolasi pasien covid-19, yang menunggu hasil negatif dan lokasi karantina bagi pekerja migran Indonesia (PMI). 

Baca Juga :  Target Tuntas sebelum Musim Hujan

Bulan lalu, diakui Teguh, rurunawa sudah dikembalikan oleh Dinkes Lamongan, yang langsung dilakukan pemeliharaan. Teguh menuturkan, peningkatan jalan menggunakan cor merupakan bagian dari pemeliharaan rusunawa. Sehingga, ke depan akan terus dilakukan pemeliharaan di sana. 

‘’Kontrak pinjamnya sudah selesai. Jadi kita lakukan pemeliharaan ulang. Termasuk membenahi atap yang bocor dan dicat ulang,’’ imbuhnya. 

Seperti diketahui, Rusunawa program sharing pemkab Lamongan dengan Kementrian PUPR, yang menghibahkan bangunan. Tujuan awal, rusunawa dimanfaatkan Pegawai Negeri Sipil (PNS) golongan II-A yang belum memiliki rumah.  

Mereka bisa menempati rusunawa dengan sistem sewa lebih rendah. Sehingga, PNS bisa memiliki hunian layak untuk keluarga. Tapi, rusunawa ini harus menjadi hunian pertama PNS yang menyewa. Sebab, PNS yang sudah memiliki rumah, tidak diperbolehkan mengajukan sewa.  Meski sudah diperbaiki, Teguh mengatakan, penempatan sesuai tujuan awal, masih menunggu instruksi lebih lanjut. 

Baca Juga :  Gadis ini Terus Berseni demi Prestasi

‘’Kalau data sudah ada, banyak yang minat. Tapi masih kita tunggu instruksi lebih lanjut. Karena masih pandemic, yang dikhawatirkan masih dibutuhkan sebagai tempat karantina,” terang Teguh.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/