alexametrics
23.3 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Aliran ke Bengawan Lancar, Prediksi Banjir 18 Desa Segera Surut

Radar Bojonegoro – Banjir menerjang di sejumlah desa di Kecamatan Dander dan Kapas diprediksi hanya berlangsung sehari. Karena debit air Bengawan Solo kemarin tidak pasang. Sehingga, air mengalir ke Bengawan Solo dengan lancar. Perjalanan air menuju ke sungai terpanjang di Pulau Jawa itu membutuhkan waktu sekitar 24 jam.

‘’Banjir di Kecamatan Dander dan Kapas itu air lewat. Selama tak ada hujan lagi dan Bengawan Solo tak banjir, maksimal sehari sudah surut,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro Tedjo Sukmono kemarin (21/1).

Menurut Tedjo, air memasuki rumah warga itu karena beberapa faktor. Mulai curah hujan meningkat, dan kondisi sungai mulai menyempit dan dangkal. Karena volume air yang jauh lebih besar dibanding daya tampung sungai, sehingga terpaksa meluap ke jalan hingga permukiman.

Baca Juga :  Siswa Baru SD Maksimal Tiga Kelas

‘’Makanya rumah air, jangan dibuat rumah manusia,’’ ujarnya sambil tersenyum.

Tedjo menambahkan, warna air itu keruh dan cokelat pekat, membuktikan air dari pegunungan. Dilihat dari air itu membuktikan terjadi pengikisan gunung dan hutan, karena kondisinya gundul. Sehingga, banjir ini tak lepas dari ulah manusia sendiri, tentang rendahnya menjaga lingkungan, mulai hutan gundul, lahan sungai menyempit karena berubah fungsi, sebagian ditanami, ada juga dibuat rumah. ‘’Makanya kita pelan-pelan mengembalikan rumah air,’’ungkapnya.

Sesuai pemantauan DPU SDA, kata Tedjo, air banjir yang menggenangi permukiman di Kecamatan Kapas dan Dander terus mengalir ke wilayah hilir, yaitu Bengawan Solo. Kawasn Dander itu muaranya ke sekitar Jembatan Jetak, kemudian masuk ke Bengawan Solo. Sedangkan untuk Kecamatan Kapas muaranya ke Desa Semanding, dan Kalirejo Kecamatan Kota. ‘’Airnya mengalir ke Bengawan Solo lancar, saya yakin banjir segera surut,’’ pungkasnya. 

Baca Juga :  Asuransi Pertanian Hanya Kaver Petani Padi dan Usaha Ternak

Radar Bojonegoro – Banjir menerjang di sejumlah desa di Kecamatan Dander dan Kapas diprediksi hanya berlangsung sehari. Karena debit air Bengawan Solo kemarin tidak pasang. Sehingga, air mengalir ke Bengawan Solo dengan lancar. Perjalanan air menuju ke sungai terpanjang di Pulau Jawa itu membutuhkan waktu sekitar 24 jam.

‘’Banjir di Kecamatan Dander dan Kapas itu air lewat. Selama tak ada hujan lagi dan Bengawan Solo tak banjir, maksimal sehari sudah surut,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Bojonegoro Tedjo Sukmono kemarin (21/1).

Menurut Tedjo, air memasuki rumah warga itu karena beberapa faktor. Mulai curah hujan meningkat, dan kondisi sungai mulai menyempit dan dangkal. Karena volume air yang jauh lebih besar dibanding daya tampung sungai, sehingga terpaksa meluap ke jalan hingga permukiman.

Baca Juga :  Nurul Kholifah Kampanyekan Pewarnaan Kain Berbahan Alam

‘’Makanya rumah air, jangan dibuat rumah manusia,’’ ujarnya sambil tersenyum.

Tedjo menambahkan, warna air itu keruh dan cokelat pekat, membuktikan air dari pegunungan. Dilihat dari air itu membuktikan terjadi pengikisan gunung dan hutan, karena kondisinya gundul. Sehingga, banjir ini tak lepas dari ulah manusia sendiri, tentang rendahnya menjaga lingkungan, mulai hutan gundul, lahan sungai menyempit karena berubah fungsi, sebagian ditanami, ada juga dibuat rumah. ‘’Makanya kita pelan-pelan mengembalikan rumah air,’’ungkapnya.

Sesuai pemantauan DPU SDA, kata Tedjo, air banjir yang menggenangi permukiman di Kecamatan Kapas dan Dander terus mengalir ke wilayah hilir, yaitu Bengawan Solo. Kawasn Dander itu muaranya ke sekitar Jembatan Jetak, kemudian masuk ke Bengawan Solo. Sedangkan untuk Kecamatan Kapas muaranya ke Desa Semanding, dan Kalirejo Kecamatan Kota. ‘’Airnya mengalir ke Bengawan Solo lancar, saya yakin banjir segera surut,’’ pungkasnya. 

Baca Juga :  Tetap Menambang, Meskipun Produksi Berkurang

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/