alexametrics
27 C
Bojonegoro
Sunday, July 3, 2022

Mengemudi Bus, Sopir Meninggal Mendadak

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Suhermanto, sopir bus Margo Djojo jurusan Bojonegoro-Surabaya mengagetkan penumpang. Saat mengemudi bus nopol S 7480 AU sekitar pukul 03.50 itu, sopir asal Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, itu meninggal dunia mendadak.

Padahal, saat menyetir bus, sopir 60 tahun itu melaju kencang. Beruntung saat melintasi Jalan Raya Bojonegoro-Babat, turut Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, kendaraan lengang. Namun, bus sempat hendak menabrak pohon penghijauan. Beruntung kernet bus mengambil alih kemudi.

“Korban tiba-tiba tak sadarkan diri. Tangan korban secara tiba-tiba terlepas dari kemudi bus,” ungkap Kapolsek Baureno AKP Marjono kemarin.

Dia mengungkapkan, kejadian tersebut bermula ketika korban mengemudi bus penumpang Margo Djojo S 7480 AU dari barat. Tiba-tiba di tengah perjalanan, korban mengeluh sakit perut kepada kernetnya. 

Baca Juga :  Mendaftar, Diiringi Barongsay-Rebana

Tak lama mengeluh sakit perut, tangan korban terlepas dari kemudi bus. Pingsan, dan Suhermanto tak sadarkan diri. Padahal, saat itu bus melaju dengan kecepatan kencang. 

Karena kondisi jalan saat pagi buta juga masih lengang. Namun, syukurnya kernet bus bergegas mengambil alih kemudi. 

Sebab, bus sempat tak terkendali dan nyaris menabrak pohon. Sehingga, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Puluhan penumpang di dalam bus selamat. 

Setelah bus berhenti, kernet bus dan dibantu para penumpang menurunkan sopir yang memakai kaus lengan pendek oranye tersebut. Dan segera dibawa ke Puskesmas Baureno. Namun sesampainya di puskesmas, korban diketahui sudah dalam keadaan meninggal dunia.

“Hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban,” ujar mantan Kapolsek Margomulyo tersebut.

Baca Juga :  Desa Ngelo Nantinya Jadi Pulau Dikelilingi Bengawan Solo

Sementara itu, berdasar keterangan kernet bus Paji, 54, warga Jalan Panglima Polim Gang Suwaluh Kecamatan Bojonegoro Kota dan kondektur bernama Kamsuri, 60, warga Dusun Mampil Desa Penganten, Kecamatan Balen, sebelum kejadian korban tidak masuk kerja karena sakit. 

Adapun pihak keluarga korban menolak diotopsi. Sehingga dinyatakan dengan membuat surat pernyataan penolakan otopsi. Keluarga korban tidak akan menuntut secara hukum kepada siapapun karena kematian korban dianggap sudah musibah.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Suhermanto, sopir bus Margo Djojo jurusan Bojonegoro-Surabaya mengagetkan penumpang. Saat mengemudi bus nopol S 7480 AU sekitar pukul 03.50 itu, sopir asal Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, itu meninggal dunia mendadak.

Padahal, saat menyetir bus, sopir 60 tahun itu melaju kencang. Beruntung saat melintasi Jalan Raya Bojonegoro-Babat, turut Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, kendaraan lengang. Namun, bus sempat hendak menabrak pohon penghijauan. Beruntung kernet bus mengambil alih kemudi.

“Korban tiba-tiba tak sadarkan diri. Tangan korban secara tiba-tiba terlepas dari kemudi bus,” ungkap Kapolsek Baureno AKP Marjono kemarin.

Dia mengungkapkan, kejadian tersebut bermula ketika korban mengemudi bus penumpang Margo Djojo S 7480 AU dari barat. Tiba-tiba di tengah perjalanan, korban mengeluh sakit perut kepada kernetnya. 

Baca Juga :  Hadirkan Liburan Seru, Dimomen Nataru

Tak lama mengeluh sakit perut, tangan korban terlepas dari kemudi bus. Pingsan, dan Suhermanto tak sadarkan diri. Padahal, saat itu bus melaju dengan kecepatan kencang. 

Karena kondisi jalan saat pagi buta juga masih lengang. Namun, syukurnya kernet bus bergegas mengambil alih kemudi. 

Sebab, bus sempat tak terkendali dan nyaris menabrak pohon. Sehingga, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Puluhan penumpang di dalam bus selamat. 

Setelah bus berhenti, kernet bus dan dibantu para penumpang menurunkan sopir yang memakai kaus lengan pendek oranye tersebut. Dan segera dibawa ke Puskesmas Baureno. Namun sesampainya di puskesmas, korban diketahui sudah dalam keadaan meninggal dunia.

“Hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban,” ujar mantan Kapolsek Margomulyo tersebut.

Baca Juga :  Harga Ayam Naik Tak Wajar 

Sementara itu, berdasar keterangan kernet bus Paji, 54, warga Jalan Panglima Polim Gang Suwaluh Kecamatan Bojonegoro Kota dan kondektur bernama Kamsuri, 60, warga Dusun Mampil Desa Penganten, Kecamatan Balen, sebelum kejadian korban tidak masuk kerja karena sakit. 

Adapun pihak keluarga korban menolak diotopsi. Sehingga dinyatakan dengan membuat surat pernyataan penolakan otopsi. Keluarga korban tidak akan menuntut secara hukum kepada siapapun karena kematian korban dianggap sudah musibah.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Makin Sombong, Makin Bernilai

Kehilangan Akun Line


/