alexametrics
28.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

DPRD Pelototi PAD Pasar Tradisional 

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dua pasar tradisional tahun ini akan dibangun. Yakni Pasar Sroyo Kecamatan Sumberrejo dan Pasar Banjarejo di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Kota. 

DPRD Bojonegoro mengingatkan pembangunan pasar itu harus sepadan dengan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Termasuk pembangunan pasar memprioritaskan pelayanan pedagang untuk betransaksi.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Sigit Kushariyanto mengatakan, berharap pendapatan dari pasar harus ditingkatkan. Sebab, dibubarkannya Perusahaan Daerah (PD) Pasar, kemudian pengelolaan pasar ditangani dinas perdagangan (disdag), diharapkan untuk lebih produktif menyumbang PAD.

Berdasar dokumen APBD 2020, disdag dijatah pagu Rp 74 miliar. Dan dengan target PAD sebesar Rp 7,6 miliar. Pemkab Bojonegoro menaungi sebelas pasar. Meliputi Pasar Sroyo, Pasar Kedungadem, Pasar Sugihwaras, Pasar Sumberrejo, Pasar Kanor, Pasar Kota, Pasar Kalitidu, Pasar Padangan, Pasar Malo, Pasar Hewan, dan Pasar Dander.

Baca Juga :  Pembuat Upal Ikut Diringkus

Dia mengatakan, pembangunan pasar tradisional harus memprioritaskan pedagang. Sebab, selama ini sudah ada aduan dari pedagang tentang kios yang dibangun itu harganya memberatkan. 

‘’Kami terus memantau di lapangan,’’ ujar Sigit.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdag Bojonegoro Sukaemi mengatakan, sesuai targetnya pembangunan Pasar Sroyo dan Pasar Banjarejo akan tuntas hingga tutup tahun. Sehingga, tahun depan pedagang di dua pasar bisa menempati bangunan baru.

Dia menuturkan, persiapan pembangunan pasar terus dimatangkan, karena anggaran sudah tersedia di APBD tahun ini. Pagu anggaran Pasar Sroyo Rp 13 miliar, sedangkan Pasar Banjarejo Rp 4,9 miliar.

Pembangunan pasar ini untuk meningkatkan kualitas pasar, karena kondisinya sudah memprihatinkan. Sehingga, perlu dilakukan perbaikan fisiknya. ‘’Tahun ini konsentrasi dua pasar itu, yang lain belum,’’ ujar Kemi, sapaannya.

Baca Juga :  Baru Dibangun, Plafon Pasar Sidomakmur, Blora Ambrol

Menurut Kemi, pembangunan Pasar Kota sebenarnya sudah masuk perencanaan. Namun, karena belum dianggarkan untuk pembangunan tahun ini. Sehingga, direncanakan tahun berikutnya.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Dua pasar tradisional tahun ini akan dibangun. Yakni Pasar Sroyo Kecamatan Sumberrejo dan Pasar Banjarejo di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Kota. 

DPRD Bojonegoro mengingatkan pembangunan pasar itu harus sepadan dengan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Termasuk pembangunan pasar memprioritaskan pelayanan pedagang untuk betransaksi.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Sigit Kushariyanto mengatakan, berharap pendapatan dari pasar harus ditingkatkan. Sebab, dibubarkannya Perusahaan Daerah (PD) Pasar, kemudian pengelolaan pasar ditangani dinas perdagangan (disdag), diharapkan untuk lebih produktif menyumbang PAD.

Berdasar dokumen APBD 2020, disdag dijatah pagu Rp 74 miliar. Dan dengan target PAD sebesar Rp 7,6 miliar. Pemkab Bojonegoro menaungi sebelas pasar. Meliputi Pasar Sroyo, Pasar Kedungadem, Pasar Sugihwaras, Pasar Sumberrejo, Pasar Kanor, Pasar Kota, Pasar Kalitidu, Pasar Padangan, Pasar Malo, Pasar Hewan, dan Pasar Dander.

Baca Juga :  Rajut Kebersamaan, Kelenteng Adakan Bukber

Dia mengatakan, pembangunan pasar tradisional harus memprioritaskan pedagang. Sebab, selama ini sudah ada aduan dari pedagang tentang kios yang dibangun itu harganya memberatkan. 

‘’Kami terus memantau di lapangan,’’ ujar Sigit.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdag Bojonegoro Sukaemi mengatakan, sesuai targetnya pembangunan Pasar Sroyo dan Pasar Banjarejo akan tuntas hingga tutup tahun. Sehingga, tahun depan pedagang di dua pasar bisa menempati bangunan baru.

Dia menuturkan, persiapan pembangunan pasar terus dimatangkan, karena anggaran sudah tersedia di APBD tahun ini. Pagu anggaran Pasar Sroyo Rp 13 miliar, sedangkan Pasar Banjarejo Rp 4,9 miliar.

Pembangunan pasar ini untuk meningkatkan kualitas pasar, karena kondisinya sudah memprihatinkan. Sehingga, perlu dilakukan perbaikan fisiknya. ‘’Tahun ini konsentrasi dua pasar itu, yang lain belum,’’ ujar Kemi, sapaannya.

Baca Juga :  Awas! Rapid Test Rawan Jadi Ladang Bisnis

Menurut Kemi, pembangunan Pasar Kota sebenarnya sudah masuk perencanaan. Namun, karena belum dianggarkan untuk pembangunan tahun ini. Sehingga, direncanakan tahun berikutnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/