alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Kembali Dapat Larangan Melaut 

PANTURA – Nelayan cantrang – payang di kawasan pantura Lamongan kembali mendapat larangan melaut. Kali ini, bukan karena Permen 71 Tahun 2016. Namun, Fasilitas Pelabuhan (Faspel) Syahbandar Pelabuhan Brondong yang melarang nelayan melaut. Penyebabnya, cuaca masih buruk. 

Larangan itu tak hanya berlaku bagi kapal motor nelayan (KMN). Juga kapal motor penumpang (KMP).  ‘’Ketinggian gelombang diprediksi masih cukup tinggi, yakni mencapai 2,5 meter (m),’’ ujar Fasilitas Pelabuhan (Faspel) Syahbandar Pelabuhan Brondong, Misngadi. 

Menurut dia, pelabuhan KMN dan ASDP Paciran yang terdapat KMP Gili Iyang stagnan. Minggu ini, dua kali KMP Gili Iyang tak beroperasi. Normalnya, seminggu KMP tujuan Bawean tersebut beroperasi Senin dan Rabu. ‘’Kita belum bisa memastikan kapan kembali normal,’’ tuturnya. 

Baca Juga :  Usulkan Bantuan 600 Nelayan 

Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG Maritim Perak Surabaya, gelombang tinggi masih berpotensi terjadi. Angin didominasi barat laut dengan kecepatan 26 knots atau 46 kilometer (km) per jam. Kecepatan angin tersebut diprediksi bisa memunculkan gelombang lebih dari 2,5 m di laut Jawa bagian timur, perairan Kepuluaan Masalembu, perairan Pulau Bawean, Kepulauan Kangean, serta Samudera Hindia selatan Jatim. ‘’Tapi kita terus pantau update prakiraan cuaca dari BMKG Surabaya,’’ katanya.

Ketua Rukun Nelayan (RN) Blimbing, Nur Wachid, menyatakan, imbas belum melautnya nelayan, komoditi laut cukup minim di pasaran. Akibatnya, harga ikan di pasaran sulit dikontrol. ‘’Kalau pasokan lesu seperti ini biasanya harga ikan naik. Tapi kita tak bisa pantau karena nelayan masih belum berproduksi,’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Eks Kepala UPT Pertanian Babat Dituntut 18 Bulan

PANTURA – Nelayan cantrang – payang di kawasan pantura Lamongan kembali mendapat larangan melaut. Kali ini, bukan karena Permen 71 Tahun 2016. Namun, Fasilitas Pelabuhan (Faspel) Syahbandar Pelabuhan Brondong yang melarang nelayan melaut. Penyebabnya, cuaca masih buruk. 

Larangan itu tak hanya berlaku bagi kapal motor nelayan (KMN). Juga kapal motor penumpang (KMP).  ‘’Ketinggian gelombang diprediksi masih cukup tinggi, yakni mencapai 2,5 meter (m),’’ ujar Fasilitas Pelabuhan (Faspel) Syahbandar Pelabuhan Brondong, Misngadi. 

Menurut dia, pelabuhan KMN dan ASDP Paciran yang terdapat KMP Gili Iyang stagnan. Minggu ini, dua kali KMP Gili Iyang tak beroperasi. Normalnya, seminggu KMP tujuan Bawean tersebut beroperasi Senin dan Rabu. ‘’Kita belum bisa memastikan kapan kembali normal,’’ tuturnya. 

Baca Juga :  Eks Kepala UPT Pertanian Babat Dituntut 18 Bulan

Berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG Maritim Perak Surabaya, gelombang tinggi masih berpotensi terjadi. Angin didominasi barat laut dengan kecepatan 26 knots atau 46 kilometer (km) per jam. Kecepatan angin tersebut diprediksi bisa memunculkan gelombang lebih dari 2,5 m di laut Jawa bagian timur, perairan Kepuluaan Masalembu, perairan Pulau Bawean, Kepulauan Kangean, serta Samudera Hindia selatan Jatim. ‘’Tapi kita terus pantau update prakiraan cuaca dari BMKG Surabaya,’’ katanya.

Ketua Rukun Nelayan (RN) Blimbing, Nur Wachid, menyatakan, imbas belum melautnya nelayan, komoditi laut cukup minim di pasaran. Akibatnya, harga ikan di pasaran sulit dikontrol. ‘’Kalau pasokan lesu seperti ini biasanya harga ikan naik. Tapi kita tak bisa pantau karena nelayan masih belum berproduksi,’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Adaptasi Alat Pendeteksi Ikan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/