alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Cetak Generasi Emas Dengan Kearifan Lokal

TUBAN – SMP Bina Anak Sholeh (BAS) Tuban kembali menggelar event tahunan untuk menggali potensi para generasi emas. Sabtu (20/1) lalu, acara bertitel SMP BAS Exhibition keenam itu mengangkat tema Aja Adigang Adigung Adiguna. Bertempat di halaman SMP BAS Jalan Letda Sucipto, acara sangat meriah karena diikuti ratusan peserta dari Kabupaten Tuban, Lamongan, Bojonegoro, Gresik, Jombang, Rembang, dan sekitarnya.

Kompetisi yang diperuntukkan bagi siswa-siswi kelas 4 – 6 SD tersebut mengadakan sejumlah lomba.

Yakni, olimpiade matematika, sains, dan IPS.

Selain itu juga diselenggarakan lomba tahfidz juz 30, pidato, dan menggambar.

Selain kompetisi, juga digelar corner IPS, bahasa, seni budaya dan prakarya, sains dan robotic.

Terdapat juga panggung apresiasi seni, bazar siswa, dan sejumlah doorprize untuk siswa dan peserta yang hadir. 

Baca Juga :  Kinerja Ekspor dan Impor Indonesia Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Kepala SMP BAS Tuban Dr. Drs. Suntari. M.Pd mengatakan, acara tahunan tersebut dalam rangka mengapresiasi potensi peserta didik dalam semua konteks keilmuan.

Mulai Qurani, sains, sosial, matematika, dan seni budaya. Suntari mengatakan, tema Aja Adigang Adigung Adiguna dipilih karena untuk mengangkat kearifan lokal.

‘’Filosofi tema, meskipun mampu menguasai hal tertentu diharapkan tetap rendah hati dan tidak sombong,’’ ujar ia.

Lulusan S-3 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang (UM) itu mengatakan, kompetisi tersebut bisa memberikan wadah putra- putri calon penerus bangsa yang ingin berkompetisi dan berprestasi.

Dengan harapan untuk mencetak siswa berkepribadian muslim dan berprestasi optimal.

‘’Sehingga siswa mampu olah hati, olah pikir, olah rasa, dan olah raga,’’ terang pendidik senior asal Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban itu.

Baca Juga :  Lah, Jual Lahan Asal Anak Kerja di Pabrik Milik Pembeli

Suntari mengatakan, selain  kompetisi, tema acara yang mengangkat local wisdom tersebut juga diterapkan pada sejumlah hiburan yang ditampilkan siswa-siswi SMP BAS.

Hiburan tersebut juga mengangkat kekayaan budaya Indonesia, terutama di tanah Jawa. Yang ditampilkan, antara lain, tari tradisional, macapat, wayang wong, jaranan, seni silat, keroncong, dan puisi Jawa.

Dengan unjuk kemampuan tersebut, siswa tidak hanya mampu berpikir akademis saja, namun juga tahu identitasnya sebagai orang Indonesia yang kaya dengan warisan seni dan kebudayaannya.

Harapannya, acara tersebut bisa membangun kepribadian anak yang berwawasan pendidikan, agama, dan kebudayaan.

TUBAN – SMP Bina Anak Sholeh (BAS) Tuban kembali menggelar event tahunan untuk menggali potensi para generasi emas. Sabtu (20/1) lalu, acara bertitel SMP BAS Exhibition keenam itu mengangkat tema Aja Adigang Adigung Adiguna. Bertempat di halaman SMP BAS Jalan Letda Sucipto, acara sangat meriah karena diikuti ratusan peserta dari Kabupaten Tuban, Lamongan, Bojonegoro, Gresik, Jombang, Rembang, dan sekitarnya.

Kompetisi yang diperuntukkan bagi siswa-siswi kelas 4 – 6 SD tersebut mengadakan sejumlah lomba.

Yakni, olimpiade matematika, sains, dan IPS.

Selain itu juga diselenggarakan lomba tahfidz juz 30, pidato, dan menggambar.

Selain kompetisi, juga digelar corner IPS, bahasa, seni budaya dan prakarya, sains dan robotic.

Terdapat juga panggung apresiasi seni, bazar siswa, dan sejumlah doorprize untuk siswa dan peserta yang hadir. 

Baca Juga :  Hendak ke Masjid, Motor Dirampas Penipu

Kepala SMP BAS Tuban Dr. Drs. Suntari. M.Pd mengatakan, acara tahunan tersebut dalam rangka mengapresiasi potensi peserta didik dalam semua konteks keilmuan.

Mulai Qurani, sains, sosial, matematika, dan seni budaya. Suntari mengatakan, tema Aja Adigang Adigung Adiguna dipilih karena untuk mengangkat kearifan lokal.

‘’Filosofi tema, meskipun mampu menguasai hal tertentu diharapkan tetap rendah hati dan tidak sombong,’’ ujar ia.

Lulusan S-3 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang (UM) itu mengatakan, kompetisi tersebut bisa memberikan wadah putra- putri calon penerus bangsa yang ingin berkompetisi dan berprestasi.

Dengan harapan untuk mencetak siswa berkepribadian muslim dan berprestasi optimal.

‘’Sehingga siswa mampu olah hati, olah pikir, olah rasa, dan olah raga,’’ terang pendidik senior asal Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban itu.

Baca Juga :  Satgas TMMD Lakukan Kembali Cat Ulang Rumah Penerima RTLH

Suntari mengatakan, selain  kompetisi, tema acara yang mengangkat local wisdom tersebut juga diterapkan pada sejumlah hiburan yang ditampilkan siswa-siswi SMP BAS.

Hiburan tersebut juga mengangkat kekayaan budaya Indonesia, terutama di tanah Jawa. Yang ditampilkan, antara lain, tari tradisional, macapat, wayang wong, jaranan, seni silat, keroncong, dan puisi Jawa.

Dengan unjuk kemampuan tersebut, siswa tidak hanya mampu berpikir akademis saja, namun juga tahu identitasnya sebagai orang Indonesia yang kaya dengan warisan seni dan kebudayaannya.

Harapannya, acara tersebut bisa membangun kepribadian anak yang berwawasan pendidikan, agama, dan kebudayaan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Berharap Pasar Hewan segera Dibuka

Harga Tanah Rp 450 Ribu Per Meter

Sempat Vakum Dua Tahun


/