alexametrics
27.8 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Narkoba Masih Marak, Rerata Remaja 30 Tahun 

PEREDARAN narkoba masih subur di Bojonegoro. Rerata narkoba ini menyasar remaja usia sekitar 30 tahun. Polanya, yakni awalnya hanya coba-coba. Lalu, pemakai ketagihan. Hingga, akhirnya harus berujung bui. 

Awal Desember ini, Satreskoba Polres Bojonegoro membekuk tiga tersangka. Yakni, seorang pengedar dan pengguna ganja. Serta, meringkus satu pemakai sabu-sabu. Mereka semuanya masih berusia di bawah 30 tahun.

Beni Saputro, 26, warga Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Kota, dibekuk 2 Desember lalu, karena tepergok mengonsumsi ganja. Kepolisian menyelidiki jaringannya. Dan, menangkap juga Fala Majid, 26, tetangganya, sebagai pengedar ganja. Kini, dua tersangka sama-sama mendekam di tahanan.

Sementara itu, satreskoba juga membekuk David Rudianto, 31. Remaja asal Desa Trojalu, Kecamatan Baureno, ini ditangkap karena memakai sabu-sabu. Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki jaringan tersangka narkoba ini. 

Kasatreskoba Polres Bojonegoro AKP Bambang Ady Tenggani mengatakan, peredaran narkoba masih menyasar sebagian besar pemuda usia di bawah 30 tahun. Polanya rata-rata hampir sama, yakni awalnya hanya coba-coba, lalu ketagihan. 

Baca Juga :  Setubuhi Dua Anak, Widi Divonis 12 Tahun

Selain itu, narkoba jenis sabu yang paling tinggi peredarannya. Karena para pengedar sabu kini memasarkan paket hemat seharga Rp 200 ribu per 0,10 gram. “Para pengedar sabu ini menyesuaikan permintaan pasar, rata-rata para pengguna sabu di Bojonegoro memperoleh barangnya dari wilayah timur Bojonegoro, bisa Surabaya atau Lamongan,” ujar mantan Kapolsek Margomulyo tersebut.

Terkait kronologi penangkapan pengedar dan pengguna ganja, pihaknya, pada awalnya membekuk si pengguna, yakni Beni Saputro. Berdasarkan keterangannya, diketahui mendapat ganja dari Fala Majid. Pengakuan Fala Majid, mendapatkan ganja dari pengedar yang berdomisili di wilayah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Satu bungkus rokok berisi ganja kering seharga Rp 300 ribu.

Menurut pengakuan Fala Majid, ia hanya menjual ke Beni Saputro dua kali. Pertama menjual 10 linting ganja seharga Rp 200 ribu. Dan kedua menjual 13 linting ganja seharga Rp 250 ribu. Hasil penjualan, Fala Majid memperoleh keuntungan Rp 150 ribu. 

“Si pengedar ganja itu sudah mengonsumsi ganja sekitar setahun yang lalu,” katanya.

Baca Juga :  Mobil Box Bermuatan Tepung Terguling

Sementara itu, David Rudianto ditemukan barang bukti sabu seberat 0,11 gram di jok motornya. Juga ditemukan alat isap berupa tiga sedotan putih dan satu pipet kaca. Tersangka mengaku memperoleh barang haram itu dari Surabaya. 

Kebetulan, ia membelinya patungan dengan pria berinisial W yang kini masih buron. “Tersangka mengaku beli paket hemat seharga Rp 200 ribu,” ujar perwira pernah bertugas di Polres Lamongan itu.

Atas perbuatannya, pengedar ganja diancam pasal 114 ayat 1 atau pasal 111 ayat 1 juncto pasal 127 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun perjara. 

Sedangkan, pengguna ganja diancam pasal 111 ayat 1 juncto pasal 127 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal 4 tahun penjara.

“Kalau pengguna sabu itu diancam pasal 112 ayat 1 juncto pasal 127 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya minimal 4 tahun penjara,” pungkasnya.

PEREDARAN narkoba masih subur di Bojonegoro. Rerata narkoba ini menyasar remaja usia sekitar 30 tahun. Polanya, yakni awalnya hanya coba-coba. Lalu, pemakai ketagihan. Hingga, akhirnya harus berujung bui. 

Awal Desember ini, Satreskoba Polres Bojonegoro membekuk tiga tersangka. Yakni, seorang pengedar dan pengguna ganja. Serta, meringkus satu pemakai sabu-sabu. Mereka semuanya masih berusia di bawah 30 tahun.

Beni Saputro, 26, warga Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Kota, dibekuk 2 Desember lalu, karena tepergok mengonsumsi ganja. Kepolisian menyelidiki jaringannya. Dan, menangkap juga Fala Majid, 26, tetangganya, sebagai pengedar ganja. Kini, dua tersangka sama-sama mendekam di tahanan.

Sementara itu, satreskoba juga membekuk David Rudianto, 31. Remaja asal Desa Trojalu, Kecamatan Baureno, ini ditangkap karena memakai sabu-sabu. Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki jaringan tersangka narkoba ini. 

Kasatreskoba Polres Bojonegoro AKP Bambang Ady Tenggani mengatakan, peredaran narkoba masih menyasar sebagian besar pemuda usia di bawah 30 tahun. Polanya rata-rata hampir sama, yakni awalnya hanya coba-coba, lalu ketagihan. 

Baca Juga :  Angkat Kisah Difabel, Karyanya Juara Satu Nasional 

Selain itu, narkoba jenis sabu yang paling tinggi peredarannya. Karena para pengedar sabu kini memasarkan paket hemat seharga Rp 200 ribu per 0,10 gram. “Para pengedar sabu ini menyesuaikan permintaan pasar, rata-rata para pengguna sabu di Bojonegoro memperoleh barangnya dari wilayah timur Bojonegoro, bisa Surabaya atau Lamongan,” ujar mantan Kapolsek Margomulyo tersebut.

Terkait kronologi penangkapan pengedar dan pengguna ganja, pihaknya, pada awalnya membekuk si pengguna, yakni Beni Saputro. Berdasarkan keterangannya, diketahui mendapat ganja dari Fala Majid. Pengakuan Fala Majid, mendapatkan ganja dari pengedar yang berdomisili di wilayah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Satu bungkus rokok berisi ganja kering seharga Rp 300 ribu.

Menurut pengakuan Fala Majid, ia hanya menjual ke Beni Saputro dua kali. Pertama menjual 10 linting ganja seharga Rp 200 ribu. Dan kedua menjual 13 linting ganja seharga Rp 250 ribu. Hasil penjualan, Fala Majid memperoleh keuntungan Rp 150 ribu. 

“Si pengedar ganja itu sudah mengonsumsi ganja sekitar setahun yang lalu,” katanya.

Baca Juga :  Pj Kades - Sekdes Jadi Tersangka

Sementara itu, David Rudianto ditemukan barang bukti sabu seberat 0,11 gram di jok motornya. Juga ditemukan alat isap berupa tiga sedotan putih dan satu pipet kaca. Tersangka mengaku memperoleh barang haram itu dari Surabaya. 

Kebetulan, ia membelinya patungan dengan pria berinisial W yang kini masih buron. “Tersangka mengaku beli paket hemat seharga Rp 200 ribu,” ujar perwira pernah bertugas di Polres Lamongan itu.

Atas perbuatannya, pengedar ganja diancam pasal 114 ayat 1 atau pasal 111 ayat 1 juncto pasal 127 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun perjara. 

Sedangkan, pengguna ganja diancam pasal 111 ayat 1 juncto pasal 127 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal 4 tahun penjara.

“Kalau pengguna sabu itu diancam pasal 112 ayat 1 juncto pasal 127 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya minimal 4 tahun penjara,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/