alexametrics
22.7 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Motor v Motor, Dua Tewas

BRONDONG,  Radar Lamongan – Bapak dan anak tewas setelah motor Vario yang dikendarainya bertabrakan dengan Honda Scoopy di jalan raya Gresik – Tuban. Tepatnya, Desa Sidomukti, Kecamatan Brondong kemarin siang (20/12).

Kanitlaka Lantas Polres Lamongan, Iptu Sudibyo, mengatakan, awalnya M Kholidin, 34, membonceng istrinya Kurniawati, 38, dan anaknya Azura, 11 bulan mengendarai Vario S 3203 KV. Satu keluarga dari Desa/Kecamatan Paciran ini melaju dari timur. Kecepatannya, 40 km per jam. 

Mendekati tempat kejadian perkara (TKP), dari arah berlawanan meluncur Scoopy tanpa nopol. Motor itu dikendarai Atanal Haqqi Al Fatih, 22, dan M Amarullah Karim, 19, keduanya asal Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik. Kecepatannya sekitar 60 km per jam. Entah apa penyebabnya, Scoopy tiba – tiba oleng ke kanan. Akibatnya, Scoopy menabrak Vario.

Baca Juga :  Bisa Jadi Kiblat Sejarah Bojonegoro

‘’Jadi pengendara sepeda motor tersebut mengalami oleng ke kanan hingga menabrak dari arah berlawanan,’’ katanya.

Setelah adu bodi, Scoopy terpelosok di pinggir jalan. Sedangkan pengendara Vario terpelanting hingga dua meter. 

M Kholidin dan Azura yang mengalami luka parah, mengembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan medis. ‘’Untuk korban yang meninggal dunia dalam perawatan M Kholidin dan Azura. Keduanya mengalami luka di kepala,’’ jelas Sudibyo. 

Sedangkan Kurniawati terluka patah tulang pada paha kanan. Sementara Atnal Haqqi Al-Fatih terluka pada lutut kanan dan Amrullah Karim terluka lecet. 

‘’Untuk dua kendaraan saat kini telah diamankan di Polres Lamongan,’’ ujarnya. (mal/yan)

BRONDONG,  Radar Lamongan – Bapak dan anak tewas setelah motor Vario yang dikendarainya bertabrakan dengan Honda Scoopy di jalan raya Gresik – Tuban. Tepatnya, Desa Sidomukti, Kecamatan Brondong kemarin siang (20/12).

Kanitlaka Lantas Polres Lamongan, Iptu Sudibyo, mengatakan, awalnya M Kholidin, 34, membonceng istrinya Kurniawati, 38, dan anaknya Azura, 11 bulan mengendarai Vario S 3203 KV. Satu keluarga dari Desa/Kecamatan Paciran ini melaju dari timur. Kecepatannya, 40 km per jam. 

Mendekati tempat kejadian perkara (TKP), dari arah berlawanan meluncur Scoopy tanpa nopol. Motor itu dikendarai Atanal Haqqi Al Fatih, 22, dan M Amarullah Karim, 19, keduanya asal Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Gresik. Kecepatannya sekitar 60 km per jam. Entah apa penyebabnya, Scoopy tiba – tiba oleng ke kanan. Akibatnya, Scoopy menabrak Vario.

Baca Juga :  Cukai Rokok Naik, Tak Memicu Pengurangan Pekerja

‘’Jadi pengendara sepeda motor tersebut mengalami oleng ke kanan hingga menabrak dari arah berlawanan,’’ katanya.

Setelah adu bodi, Scoopy terpelosok di pinggir jalan. Sedangkan pengendara Vario terpelanting hingga dua meter. 

M Kholidin dan Azura yang mengalami luka parah, mengembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan medis. ‘’Untuk korban yang meninggal dunia dalam perawatan M Kholidin dan Azura. Keduanya mengalami luka di kepala,’’ jelas Sudibyo. 

Sedangkan Kurniawati terluka patah tulang pada paha kanan. Sementara Atnal Haqqi Al-Fatih terluka pada lutut kanan dan Amrullah Karim terluka lecet. 

‘’Untuk dua kendaraan saat kini telah diamankan di Polres Lamongan,’’ ujarnya. (mal/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/