alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Street Kekinian Bojonegoro, Perkumpulan Muda-mudi Hobi Fotografi

Remaja masa kini sepertinya tak bisa jauh-jauh dari kamera. Mereka butuh untuk memberi makan akun Instagram-nya dengan foto-foto yang kekinian. Tak heran, komunitas Street Kekinian Bojonegoro sangat diminati para remaja Bojonegoro.

——————————————–

BHAGAS DANI PURWOKO, Bojonegoro

——————————————–

AWAN hitam hingga sore kemarin seperti enggan menyingkir dari langit Bojonegoro. Di salah satu rumah di kawasan Desa Tikusan, Kecamatan Kapas, Jawa Pos Radar Bojonegoro mengunjungi seorang pemuda yang merupakan penggawa di salah satu komunitas fotografi yang sangat berjiwa muda. 

Komunitas tersebut bernama Street Kekinian Bojonegoro, komunitas yang didirikan pada 24 Februari 2017. Penggawa komunitas tersebut bernama Age Destian Cahya Pamungkas. Dia yang masih menjadi seorang pelajar kelas XII di SMA PGRI 1 Bojonegoro, mengawal anggotanya saling berbagi wawasan seputar fotografi yang taste-nya ‘kekinian’. ”Kata kekinian bisa dibilang hanya gimmick, namun pada intinya taste hasil jepretan fotonya bernuansa urban atau street,” ujar pria kelahiran 5 Desember 1999 itu.

Di Indonesia telah tersebar 130 region komunitas Street Kekinian, pusatnya di Surabaya. Mereka saling berjejaring satu sama lain guna menghidupkan semangat berfotografi. Tejo, sapaan akrab Age Destian, mengungkapkan, Street Kekinian merupakan salah satu komunitas fotografi di Bojonegoro yang banyak peminatnya. 

Baca Juga :  Asal Pasang Behel Bisa Celaka

Namun, kata dia, selalu ada seleksi secara ketat melihat keseriusan para anggotanya. ”Setiap kami buka open member, masih ada lebih dari 50 orang menjadi anggota baru. Namun, kami pun tetap mengawasi keseriusan mereka,” ujarnya. Hingga saat ini, total anggota yang aktif sebanyak 17 anak. ”Kami rutin melakukan pembersihan, agar bisa fokus menjalankan roda komunitas,” terangnya.

Mereka aktif melakukan kegiatan berkumpul dan berburu foto pada Minggu siang hingga sore di Alun-Alun Bojonegoro. Banyak materi yang diberikan oleh para penggawa komunitas tersebut. Para anggota diajarkan teknik fotografi dan teknik mengedit foto sesuai kebutuhan. Karena, memang foto-foto masa kini menonjolkan ketajaman gambar dan lokasi-lokasi yang metropolis atau urban. ”Banyak ilmu yang dibagikan ketika kumpul dan berburu foto, biasanya kami langsung praktik di area Alun-Alun Bojonegoro dan lapangan tenisnya,” katanya. 

Dia pun mengatakan, fotografi ‘kekinian’ memang sedang tren. Apalagi banyak anak muda masa kini yang ingin feeds Instagram-nya diisi foto-foto keren. ”Setidaknya materi fotografi dan ilmu editing foto sudah dikuasai oleh seluruh anggota komunitas,” jelasnya. Aplikasi yang kerap dipelajari di antaranya Adobe Photoshop, Adobe Lightroom,VSCO, Snapseed, dan sebagainya.

Ilmu-ilmu tersebut tentunya bisa bermanfaat ke depannya bagi yang ingin terjun dalam dunia fotografi yang profesional. Biasanya, ilmu-ilmu fotografi dari komunitas tersebut sangat cocok diaplikasikan saat memotret sebuah konser atau model-model dari brand sebuah produk fashion. ”Fotografi masa kini memang cocoknya bagi para pengusaha fashion yang ingin dibuatkan semacam lookbook produk-produk mereka dengan model yang pas,” tuturnya. 

Baca Juga :  549 Pendaftar Berebut 37 Formasi Perangkat Desa Sumberrejo

Karena, menurut dia, profesi fotografer tak lekang oleh zaman dan beriringan dengan perkembangan zaman digital. ”Fotografi bukan hal yang mewah lagi, tergantung kreativitas si fotografer mengolah foto dan mengambil tema-teman yang unik,” terangnya. Tak heran, beberapa anggota komunitas Street Kekinian Bojonegoro kerap mencari spot foto hingga ke luar kota, karena banyak spot di Bojonegoro yang sudah terlalu banal.

Street Kekinian Bojonegoro juga akrab dengan komunitas fotografi lain di Bojonegoro. Karena tidak ada niat membeda-bedakan, hanya saja berbeda bendera. Adapun acara-acara yang mereka adakan pun pasti mengundang komunitas fotografi lain. “Seru-seruan bareng sambil berjar bersama, biar ilmu makin banyak sekaligus kawan pun makin bertambah,” tegasnya. Usia mereka juga masih sangat muda, perjalanan hidup masih panjang, jadi bagi mereka lebih baik waktu senggangnya digunakan untuk hal-hal positif.

Remaja masa kini sepertinya tak bisa jauh-jauh dari kamera. Mereka butuh untuk memberi makan akun Instagram-nya dengan foto-foto yang kekinian. Tak heran, komunitas Street Kekinian Bojonegoro sangat diminati para remaja Bojonegoro.

——————————————–

BHAGAS DANI PURWOKO, Bojonegoro

——————————————–

AWAN hitam hingga sore kemarin seperti enggan menyingkir dari langit Bojonegoro. Di salah satu rumah di kawasan Desa Tikusan, Kecamatan Kapas, Jawa Pos Radar Bojonegoro mengunjungi seorang pemuda yang merupakan penggawa di salah satu komunitas fotografi yang sangat berjiwa muda. 

Komunitas tersebut bernama Street Kekinian Bojonegoro, komunitas yang didirikan pada 24 Februari 2017. Penggawa komunitas tersebut bernama Age Destian Cahya Pamungkas. Dia yang masih menjadi seorang pelajar kelas XII di SMA PGRI 1 Bojonegoro, mengawal anggotanya saling berbagi wawasan seputar fotografi yang taste-nya ‘kekinian’. ”Kata kekinian bisa dibilang hanya gimmick, namun pada intinya taste hasil jepretan fotonya bernuansa urban atau street,” ujar pria kelahiran 5 Desember 1999 itu.

Di Indonesia telah tersebar 130 region komunitas Street Kekinian, pusatnya di Surabaya. Mereka saling berjejaring satu sama lain guna menghidupkan semangat berfotografi. Tejo, sapaan akrab Age Destian, mengungkapkan, Street Kekinian merupakan salah satu komunitas fotografi di Bojonegoro yang banyak peminatnya. 

Baca Juga :  Merasa Bergembira saat Berada di Tengah Siswa SD

Namun, kata dia, selalu ada seleksi secara ketat melihat keseriusan para anggotanya. ”Setiap kami buka open member, masih ada lebih dari 50 orang menjadi anggota baru. Namun, kami pun tetap mengawasi keseriusan mereka,” ujarnya. Hingga saat ini, total anggota yang aktif sebanyak 17 anak. ”Kami rutin melakukan pembersihan, agar bisa fokus menjalankan roda komunitas,” terangnya.

Mereka aktif melakukan kegiatan berkumpul dan berburu foto pada Minggu siang hingga sore di Alun-Alun Bojonegoro. Banyak materi yang diberikan oleh para penggawa komunitas tersebut. Para anggota diajarkan teknik fotografi dan teknik mengedit foto sesuai kebutuhan. Karena, memang foto-foto masa kini menonjolkan ketajaman gambar dan lokasi-lokasi yang metropolis atau urban. ”Banyak ilmu yang dibagikan ketika kumpul dan berburu foto, biasanya kami langsung praktik di area Alun-Alun Bojonegoro dan lapangan tenisnya,” katanya. 

Dia pun mengatakan, fotografi ‘kekinian’ memang sedang tren. Apalagi banyak anak muda masa kini yang ingin feeds Instagram-nya diisi foto-foto keren. ”Setidaknya materi fotografi dan ilmu editing foto sudah dikuasai oleh seluruh anggota komunitas,” jelasnya. Aplikasi yang kerap dipelajari di antaranya Adobe Photoshop, Adobe Lightroom,VSCO, Snapseed, dan sebagainya.

Ilmu-ilmu tersebut tentunya bisa bermanfaat ke depannya bagi yang ingin terjun dalam dunia fotografi yang profesional. Biasanya, ilmu-ilmu fotografi dari komunitas tersebut sangat cocok diaplikasikan saat memotret sebuah konser atau model-model dari brand sebuah produk fashion. ”Fotografi masa kini memang cocoknya bagi para pengusaha fashion yang ingin dibuatkan semacam lookbook produk-produk mereka dengan model yang pas,” tuturnya. 

Baca Juga :  Wahyu Hari Abriyanti, Pendamping Sekolah Peternakan Rakyat Berprestasi

Karena, menurut dia, profesi fotografer tak lekang oleh zaman dan beriringan dengan perkembangan zaman digital. ”Fotografi bukan hal yang mewah lagi, tergantung kreativitas si fotografer mengolah foto dan mengambil tema-teman yang unik,” terangnya. Tak heran, beberapa anggota komunitas Street Kekinian Bojonegoro kerap mencari spot foto hingga ke luar kota, karena banyak spot di Bojonegoro yang sudah terlalu banal.

Street Kekinian Bojonegoro juga akrab dengan komunitas fotografi lain di Bojonegoro. Karena tidak ada niat membeda-bedakan, hanya saja berbeda bendera. Adapun acara-acara yang mereka adakan pun pasti mengundang komunitas fotografi lain. “Seru-seruan bareng sambil berjar bersama, biar ilmu makin banyak sekaligus kawan pun makin bertambah,” tegasnya. Usia mereka juga masih sangat muda, perjalanan hidup masih panjang, jadi bagi mereka lebih baik waktu senggangnya digunakan untuk hal-hal positif.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/