alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Permintaan Striping Roda Empat Meningkat

BOJONEGORO – Beberapa pemilik kendaraan roda empat kerap kali bosan dengan warna cat asli kendaraan yang polos. Adapun beberapa pengusaha yang perlu memasang striping usaha mereka digunakan untuk mobil operasional. Rata-rata, mereka ingin mendapat suasana baru yang lebih keren pada kendaraan yang ditungganginya. Sehingga bisnis striping atau sticker sangat diminati.

Salah satu pengusaha striping di Jalan HOS Cokroaminoto Bojonegoro, Achmad Adha, usaha yang dirintisnya kurang lebih selama 10 tahun cukup prospektif.

Berawal dari trotoar hingga mampu mengontrak tempat. “Saya memang dari nol, tapi saya yakin prospek bisnis striping atau sticker tak akan mati,” ungkap Gus Adha, sapaan akrabnya.

Bersama lima karyawannya, Gus Adha membandrol jasa striping-nya dengan harga yang cukup bersaing. Akhir-akhir konsumen yang mendominasi dari kalangan pengguna roda empat.

Baca Juga :  Tabrak Truk Parkir, Dihantam Trailer

Biasanya digunakan untuk usaha jadi bisa jadi mobil operasional, lalu ada juga yang memang pehobi modifikasi. Adapun terkadang juga ada yang pasang striping di mobilnya untuk kampanye jelang pilkada.

Harganya pun variatif, tergantung ukuran, model, dan bahanya. “Kalau mobil grafis samping, Rp 400 ribu hingga Rp 800 ribu,” ujarnya.

Kalau untuk desain yang 3D lebih mahal lagi, biayanya hingga Rp 2 juta. “Alhamdulillah, omzet per bulan sekitar Rp 25 juta,” katanya.

Selain motor dan mobil, Gus Adha juga melayani pemasangan striping truk bagian depan. “Karena konsumen saya memang beragam. Sering kali, pelanggan setia saya gonta-ganti striping karena pengin selalu update desainnya,” ujar pria asli Balen itu.

Baca Juga :  Siapk Dikoreksi, LJK SD-MI Mulai Dikembalikan

Terpisah, salah satu pengusaha striping di Jalan Panglima Polim Bojonegoro, Hakim Setiawan mengatakan, dalam waktu setahun membuka usahanya sudah mampu meraup omzet sekitar Rp 20 juta per bulan.

“Banyak sekali anak muda yang ingin nuansa baru pada motor atau mobilnya,” ujar Hakim, sapaan akrabnya menambahkan, bisnis yang dijalaninya mayoritas konsumennya anak-anak muda yang hobi modifikasi.

“Kendaraan yang sangat sering datang ke tempat saya belakangan ini mobil-mobil jenis city car,” ungkapnya.

Hakim pun mampu melayani jasa desain striping sesuai dengan keinginan konsumen. Jadi harga akan menyesuaikan dengan desainnya tersebut.

Jasa pemasangan striping di tempat usahanya kisaran Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta per unit mobil.

BOJONEGORO – Beberapa pemilik kendaraan roda empat kerap kali bosan dengan warna cat asli kendaraan yang polos. Adapun beberapa pengusaha yang perlu memasang striping usaha mereka digunakan untuk mobil operasional. Rata-rata, mereka ingin mendapat suasana baru yang lebih keren pada kendaraan yang ditungganginya. Sehingga bisnis striping atau sticker sangat diminati.

Salah satu pengusaha striping di Jalan HOS Cokroaminoto Bojonegoro, Achmad Adha, usaha yang dirintisnya kurang lebih selama 10 tahun cukup prospektif.

Berawal dari trotoar hingga mampu mengontrak tempat. “Saya memang dari nol, tapi saya yakin prospek bisnis striping atau sticker tak akan mati,” ungkap Gus Adha, sapaan akrabnya.

Bersama lima karyawannya, Gus Adha membandrol jasa striping-nya dengan harga yang cukup bersaing. Akhir-akhir konsumen yang mendominasi dari kalangan pengguna roda empat.

Baca Juga :  Motor v Motor, Dua Terluka

Biasanya digunakan untuk usaha jadi bisa jadi mobil operasional, lalu ada juga yang memang pehobi modifikasi. Adapun terkadang juga ada yang pasang striping di mobilnya untuk kampanye jelang pilkada.

Harganya pun variatif, tergantung ukuran, model, dan bahanya. “Kalau mobil grafis samping, Rp 400 ribu hingga Rp 800 ribu,” ujarnya.

Kalau untuk desain yang 3D lebih mahal lagi, biayanya hingga Rp 2 juta. “Alhamdulillah, omzet per bulan sekitar Rp 25 juta,” katanya.

Selain motor dan mobil, Gus Adha juga melayani pemasangan striping truk bagian depan. “Karena konsumen saya memang beragam. Sering kali, pelanggan setia saya gonta-ganti striping karena pengin selalu update desainnya,” ujar pria asli Balen itu.

Baca Juga :  Tabrak Truk Parkir, Dihantam Trailer

Terpisah, salah satu pengusaha striping di Jalan Panglima Polim Bojonegoro, Hakim Setiawan mengatakan, dalam waktu setahun membuka usahanya sudah mampu meraup omzet sekitar Rp 20 juta per bulan.

“Banyak sekali anak muda yang ingin nuansa baru pada motor atau mobilnya,” ujar Hakim, sapaan akrabnya menambahkan, bisnis yang dijalaninya mayoritas konsumennya anak-anak muda yang hobi modifikasi.

“Kendaraan yang sangat sering datang ke tempat saya belakangan ini mobil-mobil jenis city car,” ungkapnya.

Hakim pun mampu melayani jasa desain striping sesuai dengan keinginan konsumen. Jadi harga akan menyesuaikan dengan desainnya tersebut.

Jasa pemasangan striping di tempat usahanya kisaran Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta per unit mobil.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/