alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Korban Tenggelam Ditemukan Radius Enam Kilometer

BOJONEGORO – Setelah melakukan pencarian selama dua hari sejak Sabtu (18/11) lalu, korban bernama Yudi Purnomo, 40, yang hanyut tenggelam di sungai Bengawan Solo turut RT 04, RW 02, Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu, telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Bendungan Gerak.

Tim SAR Gabungan BPBD Bojonegoro berhasil menemukan korban di Bendungan Gerak sekitar pukul 08.30 kemarin (20/11).

Adapun jarak antara tempat kejadian musibah (TKM) awal dan lokasi penemuan jenazah korban sekitar enam kilometer.

Koordinator Lapangan Tim SAR Gabungan BPBD Bojonegoro Sukirno mengungkapkan, penemuan jenazah korban berdasarkan laporan dari warga setempat.

Sejak mulai pukul 06.00 kemarin, Tim SAR Gabungan BPBD Bojonegoro melanjutkan pencarian korban.

”Di tengah perjalanan menyusuri dari TKM menuju ke hilir, sekitar pukul 08.30, kami dapat informasi dari warga warga setempat bahwa jenazah korban berada di Bendungan Gerak,” jelasnya.

Baca Juga :  Epilepsi Kambuh, Tewas Tercebur Sungai

Setelah mengetahui informasi tersebut, Tim SAR pun segera menuju Bendungan Gerak turut Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, untuk melakukan evakuasi.

Setelah proses evakuasi, tim disaster victim identification (DVI) dari RS Bhayangkara juga langsung melakukan visum di lokasi Bendungan Gerak.

Visum tersebut disaksikan oleh forpimka setempat yang terdiri dari camat, kapolsek, dan danramil.

”Berdasarkan hasil visum, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, kemudian korban dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” tuturnya.

Korban diketahui hanyut karena arus yang cukup deras, sehingga dari lokasi penemuan dan TKM awal sekitar radius enam kilometer.

Sebelumnya, laka air tersebut tejadi sekitar pukul 16.00 pada Sabtu (18/11) lalu, Yudi Purnomo, 40, dikabarkan telah hanyut terseret arus yang deras di Bengawan Solo turut RT 04, RW 02, Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu. 

Baca Juga :  Tragis, Ambil Air untuk Ikan Hias, Bocah SD Tewas

Tim SAR Gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro telah menurunkan sekitar 17 personel dan warga serta perangkat desa setempat.

Pencarian dilakukan sejak Minggu (19/11) pagi lalu dan kemarin dengan dua perahu karet. 

Sukirno menerangkan bahwa peristiwa nahas yang dialami oleh Yudi Purnomo berawal ketika korban sedang mengumpulkan sarah di bantaran Bengawan Solo turut Desa Panjunan Kecamatan Kalitidu itu.

Lanjut dia, saat itu juga korban berusaha berenang untuk mengambil perahu rakitnya yang terbuat dari bambu yang perlahan hanyut menjauh dari bantaran sungai.

”Saat korban berusaha untuk mengambil perahu rakit yang perlahan menjauh dari bantaran sungai, korban pun terbawa arus deras sehingga hanyut dan tenggelam,” jelasnya.

BOJONEGORO – Setelah melakukan pencarian selama dua hari sejak Sabtu (18/11) lalu, korban bernama Yudi Purnomo, 40, yang hanyut tenggelam di sungai Bengawan Solo turut RT 04, RW 02, Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu, telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Bendungan Gerak.

Tim SAR Gabungan BPBD Bojonegoro berhasil menemukan korban di Bendungan Gerak sekitar pukul 08.30 kemarin (20/11).

Adapun jarak antara tempat kejadian musibah (TKM) awal dan lokasi penemuan jenazah korban sekitar enam kilometer.

Koordinator Lapangan Tim SAR Gabungan BPBD Bojonegoro Sukirno mengungkapkan, penemuan jenazah korban berdasarkan laporan dari warga setempat.

Sejak mulai pukul 06.00 kemarin, Tim SAR Gabungan BPBD Bojonegoro melanjutkan pencarian korban.

”Di tengah perjalanan menyusuri dari TKM menuju ke hilir, sekitar pukul 08.30, kami dapat informasi dari warga warga setempat bahwa jenazah korban berada di Bendungan Gerak,” jelasnya.

Baca Juga :  Ada Waktu Sebulan

Setelah mengetahui informasi tersebut, Tim SAR pun segera menuju Bendungan Gerak turut Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, untuk melakukan evakuasi.

Setelah proses evakuasi, tim disaster victim identification (DVI) dari RS Bhayangkara juga langsung melakukan visum di lokasi Bendungan Gerak.

Visum tersebut disaksikan oleh forpimka setempat yang terdiri dari camat, kapolsek, dan danramil.

”Berdasarkan hasil visum, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan, kemudian korban dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan,” tuturnya.

Korban diketahui hanyut karena arus yang cukup deras, sehingga dari lokasi penemuan dan TKM awal sekitar radius enam kilometer.

Sebelumnya, laka air tersebut tejadi sekitar pukul 16.00 pada Sabtu (18/11) lalu, Yudi Purnomo, 40, dikabarkan telah hanyut terseret arus yang deras di Bengawan Solo turut RT 04, RW 02, Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu. 

Baca Juga :  Pilkada Kuras Dana Besar ABPD

Tim SAR Gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro telah menurunkan sekitar 17 personel dan warga serta perangkat desa setempat.

Pencarian dilakukan sejak Minggu (19/11) pagi lalu dan kemarin dengan dua perahu karet. 

Sukirno menerangkan bahwa peristiwa nahas yang dialami oleh Yudi Purnomo berawal ketika korban sedang mengumpulkan sarah di bantaran Bengawan Solo turut Desa Panjunan Kecamatan Kalitidu itu.

Lanjut dia, saat itu juga korban berusaha berenang untuk mengambil perahu rakitnya yang terbuat dari bambu yang perlahan hanyut menjauh dari bantaran sungai.

”Saat korban berusaha untuk mengambil perahu rakit yang perlahan menjauh dari bantaran sungai, korban pun terbawa arus deras sehingga hanyut dan tenggelam,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/