alexametrics
30.4 C
Bojonegoro
Sunday, May 29, 2022

Kemendikbud Awasi Pencairan PIP 

BOJONEGORO- Proses pencairan program Indonesia pintar (PIP) tengah dikebut. Kemarin (20/11), 45 siswa sekolah dasar mencairkan PIP di Sekolah Menengah Terpadu (SMT). Staf khusus Kemendikbud Jakarta R Alpha Amirrachman mengungkapkan, dana PIP harus diperuntukkan kebutuhan sekolah. Karena itu, orang tua ataupun guru tidak memiliki kewenangan untuk menggunakannya.

Selain itu, dana ini akan diterima langsung oleh anak-anak melalui rekening sekolah dengan ketentuan penggunaan untuk kebutuhan sekolah. 

Alpha menerangkan, pihaknya akan memprioritaskan dana tersebut untuk anak-anak yang membutuhkan.

Sehingga, setiap ajuan dari lembaga harus melalui tahapan verifikasi terlebih dulu. Sebab, dana tersebut nantinya bisa jelas fungsi dan penerimanya bisa sesuai.

”Intinya untuk menyelesaikan permasalahan pendidikan daerah,” ujarnya di GOR SMT kemarin (20/11). 

Baca Juga :  Party Planner, Ceruk Bisnis Unik di Bojonegoro

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Suyoto menyambut baik upaya percepatan pencairan dana PIP.

Sebab, anak-anak memang membutuhkan uluran dana tersebut sebagai penunjang pemenuhan kebutuhan pendidikan.

Meski begitu, dia berpesan supaya anak-anak tidak selalu bergantung pada bantuan.

Karena bantuan itu hanya akan membuat seseorang menjadi terlena sehingga terbiasa untuk meminta.

Padahal, orang sukses selalu menunjukkan kerja keras dan usaha untuk meraih cita-cita. 

Kang Yoto, sapaannya, menjelaskan, pendidikan merupakan tiang bangsa. Yakni, generasi emas ini harus dibimbing sebaik mungkin dengan moral dan akhlak yang baik.

Tujuannya, ke depannya tiang tersebut bisa berdiri kokoh layaknya bangunan tidak pernah tumbang. ”Anak Bojonegoro harus sukses dan berpendidikan tinggi,” tegasnya. 

Baca Juga :  Konsumen Beralih Mesin Cuci

Terpisah, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Bojonegoro Chumaidi membenarkan,  pencairan PIP tahap enam dan delapan memang terlambat.

Seharusnya pencairan dana untuk 45 siswa tersebut bisa cair Juli lalu. Tetapi, karena proses pencairannya harus bergantian dengan SMP maka harus menunggu.

Selain itu, penerima PIP agaknya memang diprioritaskan bagi peserta yang memiliki program keluarga harapan (PKH).

Usulannya memang tidak semua diterima, tahun ini hanya 105 siswa. ”Lebih kecil dibandingkan tahun lalu,” paparnya.

BOJONEGORO- Proses pencairan program Indonesia pintar (PIP) tengah dikebut. Kemarin (20/11), 45 siswa sekolah dasar mencairkan PIP di Sekolah Menengah Terpadu (SMT). Staf khusus Kemendikbud Jakarta R Alpha Amirrachman mengungkapkan, dana PIP harus diperuntukkan kebutuhan sekolah. Karena itu, orang tua ataupun guru tidak memiliki kewenangan untuk menggunakannya.

Selain itu, dana ini akan diterima langsung oleh anak-anak melalui rekening sekolah dengan ketentuan penggunaan untuk kebutuhan sekolah. 

Alpha menerangkan, pihaknya akan memprioritaskan dana tersebut untuk anak-anak yang membutuhkan.

Sehingga, setiap ajuan dari lembaga harus melalui tahapan verifikasi terlebih dulu. Sebab, dana tersebut nantinya bisa jelas fungsi dan penerimanya bisa sesuai.

”Intinya untuk menyelesaikan permasalahan pendidikan daerah,” ujarnya di GOR SMT kemarin (20/11). 

Baca Juga :  Undian Simpedesnya Bertabur Hadiah

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Suyoto menyambut baik upaya percepatan pencairan dana PIP.

Sebab, anak-anak memang membutuhkan uluran dana tersebut sebagai penunjang pemenuhan kebutuhan pendidikan.

Meski begitu, dia berpesan supaya anak-anak tidak selalu bergantung pada bantuan.

Karena bantuan itu hanya akan membuat seseorang menjadi terlena sehingga terbiasa untuk meminta.

Padahal, orang sukses selalu menunjukkan kerja keras dan usaha untuk meraih cita-cita. 

Kang Yoto, sapaannya, menjelaskan, pendidikan merupakan tiang bangsa. Yakni, generasi emas ini harus dibimbing sebaik mungkin dengan moral dan akhlak yang baik.

Tujuannya, ke depannya tiang tersebut bisa berdiri kokoh layaknya bangunan tidak pernah tumbang. ”Anak Bojonegoro harus sukses dan berpendidikan tinggi,” tegasnya. 

Baca Juga :  Tabungan Nasabah BRI Berkurang Secara Misterius Hingga Belasan Juta

Terpisah, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Bojonegoro Chumaidi membenarkan,  pencairan PIP tahap enam dan delapan memang terlambat.

Seharusnya pencairan dana untuk 45 siswa tersebut bisa cair Juli lalu. Tetapi, karena proses pencairannya harus bergantian dengan SMP maka harus menunggu.

Selain itu, penerima PIP agaknya memang diprioritaskan bagi peserta yang memiliki program keluarga harapan (PKH).

Usulannya memang tidak semua diterima, tahun ini hanya 105 siswa. ”Lebih kecil dibandingkan tahun lalu,” paparnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/