alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Tahun Lalu Laba Minus, PT BBS Dipastikan Tak Setor PAD

Radar Bojonegoro – Tahun ini PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) dipastikan tidak bisa setor pendapatan asli daerah (PAD). Itu karena tahun lalu badan usaha milik daerah (BUMD) tidak mendapatkan laba. Bahkan, kinerja keuangan tahun lalu minus.

‘’Tahun lalu kami minus. Jadi, tahun ini tidak bisa setor PAD ke pemkab,’’ ujar Direktur PT BBS Thomas Gunawan usai rapat dengan Komisi B DPRD kemarin (20/10). Laba yang disetor sebagai PAD tahun ini adalah hasil kinerja tahun lalu. Sedangkan, yang disetor tahun depan adalah laba atas kinerja tahun ini.

Meski demikian, Thomas tidak menjelaskan secara detail berapa minus dialami tahun lalu itu. Sehingga, perusahaan pelat merah itu sampai tidak bisa setor PAD. ‘’Ya intinya minus. Kami tidak bisa menjelaskan lebih jauh,’’ terangnya.

Baca Juga :  Acara Salawat, Banyak Copet Diamankan

PT BBS, lanjut dia, baru akan setor PAD tahun depan. Besarannya mencapai Rp 1,3 miliar. Itu adalah laba tahun ini. Laba itu diperoleh dari sejumlah usaha PT BBS. Yakni, pengelolaan sumur minyak tua di Wonocolo Kecamatan Kedewan dan Talok Residence di Kalitidu.

Selain itu, PT BBS juga pengelolaan project di Jambaran Tiung Biru (JTB). Total laba tahun ini mencapai Rp 3,4 miliar. Dari jumlah laba itu tidak semuanya akan disetorkan PAD. Yang disetorkan hanya 40 persen. Yakni Rp 1,3 miliar. Sedangkan 60 persennya akan digunakan lagi untuk operasional dan modal.

‘’Jadi, tahun depan akan kita setor Rp 1,3 miliar,’’ terangnya. Tahun depan, lanjut dia, PT BBS akan menambah satu unit bisnis lagi. Yakni, pengelolaan gas dari lapangan Banyu Urip. Pengelolaan gas itu nantinya akan menggandeng pihak ketiga sebagai investor.

Baca Juga :  Pepohonan Trotoar Mati Mengering, DPKPCK Minta Ganti

‘’Itu rencana tahun depan. Saat ini masih proses,’’ jelasnya. Ketua Komisi B DPRD Sally Atyasasmi mengatakan, sudah meminta PT BBS menyerahkan laporan keuangannya. Sehingga, pihaknya bisa mengetahui laba dan ruginya. Selain itu, untuk mengetahui laba yang akan disetor tahun depan.

‘’Rincian nya dari mana saja. Kami sudah minta PT BBS untuk dikirimkan,’’ jelasnya. Selain itu, lanjut Sally, komisi B akan memanggil lagi PT BBS untuk memaparkan konsep kerja sama pengelolaan gas Banyu Urip itu.

Sehingga, DPRD bisa memperoleh gambaran jelas tentang bentuk kerja samanya. ‘’Kalau saat ini (kemarin) fokusnya anggaran,’’ pungkas politikus Gerindra itu.

Radar Bojonegoro – Tahun ini PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) dipastikan tidak bisa setor pendapatan asli daerah (PAD). Itu karena tahun lalu badan usaha milik daerah (BUMD) tidak mendapatkan laba. Bahkan, kinerja keuangan tahun lalu minus.

‘’Tahun lalu kami minus. Jadi, tahun ini tidak bisa setor PAD ke pemkab,’’ ujar Direktur PT BBS Thomas Gunawan usai rapat dengan Komisi B DPRD kemarin (20/10). Laba yang disetor sebagai PAD tahun ini adalah hasil kinerja tahun lalu. Sedangkan, yang disetor tahun depan adalah laba atas kinerja tahun ini.

Meski demikian, Thomas tidak menjelaskan secara detail berapa minus dialami tahun lalu itu. Sehingga, perusahaan pelat merah itu sampai tidak bisa setor PAD. ‘’Ya intinya minus. Kami tidak bisa menjelaskan lebih jauh,’’ terangnya.

Baca Juga :  Pemuda Pelopor Harus Jadi Motivator Masyarakat

PT BBS, lanjut dia, baru akan setor PAD tahun depan. Besarannya mencapai Rp 1,3 miliar. Itu adalah laba tahun ini. Laba itu diperoleh dari sejumlah usaha PT BBS. Yakni, pengelolaan sumur minyak tua di Wonocolo Kecamatan Kedewan dan Talok Residence di Kalitidu.

Selain itu, PT BBS juga pengelolaan project di Jambaran Tiung Biru (JTB). Total laba tahun ini mencapai Rp 3,4 miliar. Dari jumlah laba itu tidak semuanya akan disetorkan PAD. Yang disetorkan hanya 40 persen. Yakni Rp 1,3 miliar. Sedangkan 60 persennya akan digunakan lagi untuk operasional dan modal.

‘’Jadi, tahun depan akan kita setor Rp 1,3 miliar,’’ terangnya. Tahun depan, lanjut dia, PT BBS akan menambah satu unit bisnis lagi. Yakni, pengelolaan gas dari lapangan Banyu Urip. Pengelolaan gas itu nantinya akan menggandeng pihak ketiga sebagai investor.

Baca Juga :  Berstatus Profesional, Kursi Manajemen Persibo Masih Kosong

‘’Itu rencana tahun depan. Saat ini masih proses,’’ jelasnya. Ketua Komisi B DPRD Sally Atyasasmi mengatakan, sudah meminta PT BBS menyerahkan laporan keuangannya. Sehingga, pihaknya bisa mengetahui laba dan ruginya. Selain itu, untuk mengetahui laba yang akan disetor tahun depan.

‘’Rincian nya dari mana saja. Kami sudah minta PT BBS untuk dikirimkan,’’ jelasnya. Selain itu, lanjut Sally, komisi B akan memanggil lagi PT BBS untuk memaparkan konsep kerja sama pengelolaan gas Banyu Urip itu.

Sehingga, DPRD bisa memperoleh gambaran jelas tentang bentuk kerja samanya. ‘’Kalau saat ini (kemarin) fokusnya anggaran,’’ pungkas politikus Gerindra itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/