alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Menengok Gaya Busana HJB ke 343, Anggun Dengan Kebaya Hijau

Radar Bojonegoro – Fresh dan tampak anggun. Itulah keceriaan para ibu-ibu pejabat Pemkab Bojonegoro ketika mengenakan kebaya hijau saat mengikuti upacara Hari Jadi ke 343 Bojonegoro (HJB) di Pendapa Malowopati kemarin (20/10).

Tampak memesona. Bikin mata segar memandang pakaian tradisional jawa berpadu jarik batik itu. Berkebaya dan wajah berpoles tipis menandakan upacara HJB secara sederhana ini cukup berkesan. Semangat tetap berkobar layaknya api abadi turut menjadi saksi upacara kemarin.

Seperti Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, Sekretaris Daerah (Sekda) Nurul Azizah dan kepala OPD lain mengenakan atasan kebaya kartini hijau. Dengan bawahan jarik batik pinarak bojonegoro dengan motif bertemakan waduk pacal. Selendang batik dengan motif sama mengalung di bahu. Tampak feminim. Tak lupa masker dengan warna sama dengan kebaya atasan hijau menjadi pelengkap gaya busana di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga :  KECERDASAN BUATAN DALAM ERA PENYEMBUHAN BERBASIS ALGORITMA

Sementara itu, untuk kalangan pria mengenakan atasan beskap berjenis basofi dengan khas hitam. Tampak lebih maskulin dengan memakai udeng (ikat kepala) dan masker hitam. Berpaduan dengan sang istri, bapak-bapak tersebut juga mengenakan bawahan jarik batik pinarak bojonegoro dengan motif bertemakan waduk pacal. Disamakan dengan jarik motif waduk pacal.

Hangky Harsono, praktisi busana dan tata rias Bojonegoro mengatakan, gaya pakaian dikenakan jajaran pejabat di lingkup pemkab pada upacara HJB kali ini cukup apik. Mengusung busana tradisional dengan kombinasi salah satu batik khas milik Bojonegoro.

‘’Perpaduan pakaiannya bagus. Saya melihatnya sebagai sebuah penyegaran,” katanya kemarin (20/10). Sementara itu, upacara HJB ke 343 kemarin (20/10), Bu Anna intinya menyampaikan dalam kehidupan manusia, semakin bertambahnya usia, akan semakin matang dan dewasa. Hal tersebut juga patut berlaku bagi Bojonegoro.

Baca Juga :  Pengalaman Besar Diperenguti Satpam

‘’Demikian halnya dengan kabupaten kita, semakin bertambahnya waktu, kinerja dan pembangunan dilaksanakan harus terus menunjukkan peningkatan atau perbaikan,” jelasnya. Merebaknya pandemi Covid-19 mengubah tatanan prosesi upacara HJB ke 343 kemarin.

Tahun lalu, upacara berlangsung di Alun-Alun Bojonegoro. Sementara tahun ini di Pendapa Malowopati. Jumlah peserta upacara diundang hadir pada tahun ini juga lebih sedikit dibanding tahun lalu. Mengingat harus melaksanakan upacara dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

Radar Bojonegoro – Fresh dan tampak anggun. Itulah keceriaan para ibu-ibu pejabat Pemkab Bojonegoro ketika mengenakan kebaya hijau saat mengikuti upacara Hari Jadi ke 343 Bojonegoro (HJB) di Pendapa Malowopati kemarin (20/10).

Tampak memesona. Bikin mata segar memandang pakaian tradisional jawa berpadu jarik batik itu. Berkebaya dan wajah berpoles tipis menandakan upacara HJB secara sederhana ini cukup berkesan. Semangat tetap berkobar layaknya api abadi turut menjadi saksi upacara kemarin.

Seperti Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, Sekretaris Daerah (Sekda) Nurul Azizah dan kepala OPD lain mengenakan atasan kebaya kartini hijau. Dengan bawahan jarik batik pinarak bojonegoro dengan motif bertemakan waduk pacal. Selendang batik dengan motif sama mengalung di bahu. Tampak feminim. Tak lupa masker dengan warna sama dengan kebaya atasan hijau menjadi pelengkap gaya busana di tengah pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah & Ketua Umum MUI Pusat Yakinkan Vaksin Halal

Sementara itu, untuk kalangan pria mengenakan atasan beskap berjenis basofi dengan khas hitam. Tampak lebih maskulin dengan memakai udeng (ikat kepala) dan masker hitam. Berpaduan dengan sang istri, bapak-bapak tersebut juga mengenakan bawahan jarik batik pinarak bojonegoro dengan motif bertemakan waduk pacal. Disamakan dengan jarik motif waduk pacal.

Hangky Harsono, praktisi busana dan tata rias Bojonegoro mengatakan, gaya pakaian dikenakan jajaran pejabat di lingkup pemkab pada upacara HJB kali ini cukup apik. Mengusung busana tradisional dengan kombinasi salah satu batik khas milik Bojonegoro.

‘’Perpaduan pakaiannya bagus. Saya melihatnya sebagai sebuah penyegaran,” katanya kemarin (20/10). Sementara itu, upacara HJB ke 343 kemarin (20/10), Bu Anna intinya menyampaikan dalam kehidupan manusia, semakin bertambahnya usia, akan semakin matang dan dewasa. Hal tersebut juga patut berlaku bagi Bojonegoro.

Baca Juga :  Dari Bank Jatim untuk Kemaslahatan Warga Tuban

‘’Demikian halnya dengan kabupaten kita, semakin bertambahnya waktu, kinerja dan pembangunan dilaksanakan harus terus menunjukkan peningkatan atau perbaikan,” jelasnya. Merebaknya pandemi Covid-19 mengubah tatanan prosesi upacara HJB ke 343 kemarin.

Tahun lalu, upacara berlangsung di Alun-Alun Bojonegoro. Sementara tahun ini di Pendapa Malowopati. Jumlah peserta upacara diundang hadir pada tahun ini juga lebih sedikit dibanding tahun lalu. Mengingat harus melaksanakan upacara dengan menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

Artikel Terkait

Most Read

Pemkab Harus Urus Persibo

Liburan, Cara Gadis ini Hilangkan Bosan 

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat


/