alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Hari Jadi Bojonegoro, Bupati Instruksikan Camat Kades Bergerak

Radar Bojonegoro – Peringatan Hari Jadi ke 343 Bojonegoro (HJB) menjadi momentum refleksi kinerja Pemkab Bojonegoro. Salah satu program kebijakan menjadi atensi yakni beasiswa satu desa dua sarjana. Mengingat realisasinya masih tergolong rendah.

Pada upacara HJB ke 343 kemarin (20/10) di Pendapa Malowopati, Bupati Bojonegoro Anna Muawannah dalam sambutannya menginstruksikan seluruh pihak hingga ke tingkat desa turut menggalakkan salah satu program prioritas pemkab tersebut. Agar serapannya maksimal.

‘’Pada kesempatan ini, khusus beasiswa satu desa dua sarjana ini masih rendah penyerapannya. Tolong bapak atau ibu kepala desa dan camat bantu sosialisasi serta yakinkan kepada warga masyarakat,” katanya kemarin (20/10).

Menurut Bu Anna, program beasiswa satu desa dua sarjana tahun ini dianggarkan sebesar Rp 8,6 miliar. Sasarannya 860 mahasiswa. Khusus bagi anak dari keluarga kurang mampu. Berstatus mahasiswa dari perguruan tinggi negeri dengan IPK minimal 2,75.

Sehingga, menurut Bu Anna, kesempatan ini sangat disayangkan bila tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Meringankan biaya pengeluaran untuk kebutuhan kuliah. Menyesuaikan dengan jumlah desa atau kelurahan se Bojonegoro. Yakni 419 desa dan 11 kelurahan.

Baca Juga :  Pemkab Terbuka Pendirian MallĀ 

‘’Asalkan masuk (persyaratan), pemkab akan mengkaver biayanya (UKT kuliah per semester). Ini sayang sekali jika tidak terserap maksimal,” tandasnya. Karena itu, Bu Anna menegaskan agar terjalinnya sinergi kuat dan menyeluruh pada semua pihak.

Mulai dari pemkab setempat, kecamatan, desa hingga ke masyarakat. Sesuai tema HJB kali ini yaitu kerja, maju, dan berprestasi bersama. ‘’Jadi para bapak atau ibu kepala desa dan camat untuk beasiswa satu desa dua sarjana bisa segera digerakkan agar maksimal,” tutur bupati kepada kades dan camat yang mengikuti upacara secara virtual.

Program ini cukup krusial. Menjadi salah satu instrumen meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Kota Ledre. Juga berkaitan dengan indeks pembangunan manusia (IPM). Yakni salah satu tolok ukurnya aspek pendidikan.

Adapun, jelas Bu Anna, IPM Bojonegoro menunjukkan peningkatan. Pada 2018 senilai 67,85, sedangkan pada 2019 yakni 68,75. Peningkatan sebanyak 0,9 ini membuat Bojonegoro menduduki peringkat kelima kenaikan IPM dari 38 kabupaten atau kota se Jatim.

Baca Juga :  Harga Rendah, Petani Enggan Tanam Tebu

‘’Kita masuk salah satu dari lima daerah teratas dengan kenaikan signifikan atau cepat. Hal-hal seperti ini menjadi refleksi bagi semua meningkatkan kinerja ke depan,” ujarnya.

Upacara HJB juga dilaksanakan di setiap kantor kecamatan. Pelaksanaanya secara virtual. Diikuti forum pimpinan kecamatan (forpimca) terdiri camat, kapolsek, danramil, dan para kepala desa (kades). Pantauan Jawa Pos di Kantor Kecamatan Kapas upacara HJB berlangsung khidmat.

Pejabat forpimcam antusias mengikuti jalannya upacara berlangsung dari Pendapa Malowopati itu. Mereka mengenakan pakaian batik dan blangkon. Sedangkan perempuan mengenakan kebaya hijau berpadu jarik motif jonegaran.

Di hadapan layar proyektor, forpimca dan para kades seKecamatan Kapas khidmat mendengarkan pidato Bupati Anna Muawanah. Mereka mengikuti jalannya upacara HJB hingga usai. Camat Kapas Agus Susetyo Herdiyanto mengatakan, pelaksanaan upacara HJB cukup lancar meskipun virtual di layar proyektor.

‘’Karena pandemi upacara HJB tidak bisa hadir langsung. Tapi suasana di sini tetap khidmat mengikuti jalannya upacara,’’ ungkap Agus. 

Radar Bojonegoro – Peringatan Hari Jadi ke 343 Bojonegoro (HJB) menjadi momentum refleksi kinerja Pemkab Bojonegoro. Salah satu program kebijakan menjadi atensi yakni beasiswa satu desa dua sarjana. Mengingat realisasinya masih tergolong rendah.

Pada upacara HJB ke 343 kemarin (20/10) di Pendapa Malowopati, Bupati Bojonegoro Anna Muawannah dalam sambutannya menginstruksikan seluruh pihak hingga ke tingkat desa turut menggalakkan salah satu program prioritas pemkab tersebut. Agar serapannya maksimal.

‘’Pada kesempatan ini, khusus beasiswa satu desa dua sarjana ini masih rendah penyerapannya. Tolong bapak atau ibu kepala desa dan camat bantu sosialisasi serta yakinkan kepada warga masyarakat,” katanya kemarin (20/10).

Menurut Bu Anna, program beasiswa satu desa dua sarjana tahun ini dianggarkan sebesar Rp 8,6 miliar. Sasarannya 860 mahasiswa. Khusus bagi anak dari keluarga kurang mampu. Berstatus mahasiswa dari perguruan tinggi negeri dengan IPK minimal 2,75.

Sehingga, menurut Bu Anna, kesempatan ini sangat disayangkan bila tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Meringankan biaya pengeluaran untuk kebutuhan kuliah. Menyesuaikan dengan jumlah desa atau kelurahan se Bojonegoro. Yakni 419 desa dan 11 kelurahan.

Baca Juga :  Dua Tahun Tanpa Anggaran, Proyek JLS Lamongan Tak Kunjung Selesai

‘’Asalkan masuk (persyaratan), pemkab akan mengkaver biayanya (UKT kuliah per semester). Ini sayang sekali jika tidak terserap maksimal,” tandasnya. Karena itu, Bu Anna menegaskan agar terjalinnya sinergi kuat dan menyeluruh pada semua pihak.

Mulai dari pemkab setempat, kecamatan, desa hingga ke masyarakat. Sesuai tema HJB kali ini yaitu kerja, maju, dan berprestasi bersama. ‘’Jadi para bapak atau ibu kepala desa dan camat untuk beasiswa satu desa dua sarjana bisa segera digerakkan agar maksimal,” tutur bupati kepada kades dan camat yang mengikuti upacara secara virtual.

Program ini cukup krusial. Menjadi salah satu instrumen meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Kota Ledre. Juga berkaitan dengan indeks pembangunan manusia (IPM). Yakni salah satu tolok ukurnya aspek pendidikan.

Adapun, jelas Bu Anna, IPM Bojonegoro menunjukkan peningkatan. Pada 2018 senilai 67,85, sedangkan pada 2019 yakni 68,75. Peningkatan sebanyak 0,9 ini membuat Bojonegoro menduduki peringkat kelima kenaikan IPM dari 38 kabupaten atau kota se Jatim.

Baca Juga :  Sumbangsih Blok Cepu Menuju Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh

‘’Kita masuk salah satu dari lima daerah teratas dengan kenaikan signifikan atau cepat. Hal-hal seperti ini menjadi refleksi bagi semua meningkatkan kinerja ke depan,” ujarnya.

Upacara HJB juga dilaksanakan di setiap kantor kecamatan. Pelaksanaanya secara virtual. Diikuti forum pimpinan kecamatan (forpimca) terdiri camat, kapolsek, danramil, dan para kepala desa (kades). Pantauan Jawa Pos di Kantor Kecamatan Kapas upacara HJB berlangsung khidmat.

Pejabat forpimcam antusias mengikuti jalannya upacara berlangsung dari Pendapa Malowopati itu. Mereka mengenakan pakaian batik dan blangkon. Sedangkan perempuan mengenakan kebaya hijau berpadu jarik motif jonegaran.

Di hadapan layar proyektor, forpimca dan para kades seKecamatan Kapas khidmat mendengarkan pidato Bupati Anna Muawanah. Mereka mengikuti jalannya upacara HJB hingga usai. Camat Kapas Agus Susetyo Herdiyanto mengatakan, pelaksanaan upacara HJB cukup lancar meskipun virtual di layar proyektor.

‘’Karena pandemi upacara HJB tidak bisa hadir langsung. Tapi suasana di sini tetap khidmat mengikuti jalannya upacara,’’ ungkap Agus. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/