alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Turun, Jumlah Desa Kekeringan

TUBAN, Radar Tuban – Jika dibanding musim kemarau 2018, jumlah desa kekeringan di Tuban tahun ini tercatat turun. Berdasarkan catatan Jawa Pos Radar Tuban pada 7 September 2018, jumlah desa kekeringan di Bumi Wali mencapai 33 desa. Sementara hingga kemarin (20/9), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban baru mencatat 25 desa.

Untuk kecamatan yang dilanda kekeringan, baik 2018 dan 2019 jumlahnya sama 10 kecamatan. Yakni, di Kecamatan Parengan, Jatirogo, Montong, Senori, Semanding, Grabagan, Rengel, Merakurak, Soko dan Kerek. Turunnya jumlah desa yang kekeringan dipicu sejumlah faktor. Salah satunya, banyak desa yang mulai mendirikan Hippam dan memiliki sumber air baru. Faktor lain, perangkat desa enggan melaporkan kekeringan di wilayahnya.

Baca Juga :  Curi Celana Dalam, Eh Tersangka Malah Tinggalkan Motor di TKP

Plt Kepala BPBD Tuban Emil Pancoro mengatakan, jumlah desa kekeringan belum final. Artinya, jumlah desa kekeringan sangat mungkin bertambah. Mengingat tim BPBD Tuban terus melakukan asistensi terkait laporan desa kekeringan. ‘’Masih belum bisa disimpulkan apakah jumlah desa kekeringan turun atau naik, karena ini (desa kekeringan) masih dilaporkan terus bertambah,’’ tutur dia.

Jika mengacu data sebelumnya, jumlah desa kekeringan diperkirakan tidak bertambah signifikan. Berbeda dengan 2018. Pada tahun tersebut, tercatat 2 kecamatan baru melaporkan kekeringan. Yakni, Rengel dan Soko.

Untuk tahun ini, kecamatan yang terjadi kekeringan jumlahnya masih sama dengan tahun lalu. ‘’Warga yang terdampak kekeringan paling banyak terjadi di Desa Dagangan (Parengan) dan Gaji (Kerek),’’ ujar dia.

Baca Juga :  Kata BPBD : Awal Musim, Waspadai Petir

Mengacu data BPBD Tuban, kekeringan terluas terjadi di Desa Dagangan, Kecamatan Parengan. Jumlah warga terdampak 4.406 jiwa. Rinciannya, Dusun Krajan (571 warga), Dusun Petak (594 warga), Dusun Sumberan (1.499 warga), Dusun Tanjung (797 warga), Dusun Sekarpetak (581 warga), dan Dusun Brangkali (364 warga). ‘’Di desa ini tidak ada sumber air yang cukup,’’ terang sekretaris BPBD Tuban ini.

Emil menjelaskan, kekeringan di Tuban dipicu karena minimnya cadangan air tanah. Sehingga, sumur pompa milik warga hanya mengeluarkan air saat musim penghujan saja. Selebihnya kering kerontang. Rata-rata warga di desa kekeringan harus menempuh jarak lebih dari 1 kilometer (km) untuk menuju sumber air alam terdekat. ‘’Dropping air terus kami lakukan, ini sudah gelombang kelima,’’ imbuh dia.

TUBAN, Radar Tuban – Jika dibanding musim kemarau 2018, jumlah desa kekeringan di Tuban tahun ini tercatat turun. Berdasarkan catatan Jawa Pos Radar Tuban pada 7 September 2018, jumlah desa kekeringan di Bumi Wali mencapai 33 desa. Sementara hingga kemarin (20/9), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban baru mencatat 25 desa.

Untuk kecamatan yang dilanda kekeringan, baik 2018 dan 2019 jumlahnya sama 10 kecamatan. Yakni, di Kecamatan Parengan, Jatirogo, Montong, Senori, Semanding, Grabagan, Rengel, Merakurak, Soko dan Kerek. Turunnya jumlah desa yang kekeringan dipicu sejumlah faktor. Salah satunya, banyak desa yang mulai mendirikan Hippam dan memiliki sumber air baru. Faktor lain, perangkat desa enggan melaporkan kekeringan di wilayahnya.

Baca Juga :  Pedagang Tak Boleh Dibesuk

Plt Kepala BPBD Tuban Emil Pancoro mengatakan, jumlah desa kekeringan belum final. Artinya, jumlah desa kekeringan sangat mungkin bertambah. Mengingat tim BPBD Tuban terus melakukan asistensi terkait laporan desa kekeringan. ‘’Masih belum bisa disimpulkan apakah jumlah desa kekeringan turun atau naik, karena ini (desa kekeringan) masih dilaporkan terus bertambah,’’ tutur dia.

Jika mengacu data sebelumnya, jumlah desa kekeringan diperkirakan tidak bertambah signifikan. Berbeda dengan 2018. Pada tahun tersebut, tercatat 2 kecamatan baru melaporkan kekeringan. Yakni, Rengel dan Soko.

Untuk tahun ini, kecamatan yang terjadi kekeringan jumlahnya masih sama dengan tahun lalu. ‘’Warga yang terdampak kekeringan paling banyak terjadi di Desa Dagangan (Parengan) dan Gaji (Kerek),’’ ujar dia.

Baca Juga :  Anggaran Sport Center Jadi CatatanĀ 

Mengacu data BPBD Tuban, kekeringan terluas terjadi di Desa Dagangan, Kecamatan Parengan. Jumlah warga terdampak 4.406 jiwa. Rinciannya, Dusun Krajan (571 warga), Dusun Petak (594 warga), Dusun Sumberan (1.499 warga), Dusun Tanjung (797 warga), Dusun Sekarpetak (581 warga), dan Dusun Brangkali (364 warga). ‘’Di desa ini tidak ada sumber air yang cukup,’’ terang sekretaris BPBD Tuban ini.

Emil menjelaskan, kekeringan di Tuban dipicu karena minimnya cadangan air tanah. Sehingga, sumur pompa milik warga hanya mengeluarkan air saat musim penghujan saja. Selebihnya kering kerontang. Rata-rata warga di desa kekeringan harus menempuh jarak lebih dari 1 kilometer (km) untuk menuju sumber air alam terdekat. ‘’Dropping air terus kami lakukan, ini sudah gelombang kelima,’’ imbuh dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/