alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Bantu Persalinan di Rumah Berlantai Tanah

SEBAGAI bidan, Nirma menerima ditugaskan di desa. Bertugas membantu persalinan di pedesaan dianggapnya tidak mudah. Kampanye melakukan persalinan di fasilitas kesehatan (faskes) terus dilakukannya. Sebagai bentuk saling sayang dan mendukung sesama perempuan untuk persalinan yang lebih baik.

’’Sempat merasakan membantu persalinan langsung di rumah penduduk. Kadang di lantai tanah beralas tikar,’’ ujar perempuan tinggal di Jalan MH. Thamrin.

Namun, Nirma menilai kini hampir seratus persen warga sudah sadar untuk bersalin di faskes. Hingga persalinan dengan keadaan mengkhawatirkan jarang ia rasakan. Meski berat, Nirma tetap mencintai profesinya. Hingga bisa bertahan selama 14 tahun menjadi bidan desa wilayah Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.

Baca Juga :  Kekurangan 2.443 Guru SD

’’Awalnya terasa berat karena harus beradaptasi dengan banyak hal. Baik medan maupun kultural sosial budaya masyarakatnya,’’ ujar alumnus Politeknik Kesehatan Negeri Malang.

Dia mengatakan, perlu menanamkan niat membantu masyarakat untuk menjadi bidan. Terutama dalam menolong kelahiran buah hati para ibu. Dengan begitu profesi apapun yang ia jalani tetap dijalankan dengan hati ikhlas.

SEBAGAI bidan, Nirma menerima ditugaskan di desa. Bertugas membantu persalinan di pedesaan dianggapnya tidak mudah. Kampanye melakukan persalinan di fasilitas kesehatan (faskes) terus dilakukannya. Sebagai bentuk saling sayang dan mendukung sesama perempuan untuk persalinan yang lebih baik.

’’Sempat merasakan membantu persalinan langsung di rumah penduduk. Kadang di lantai tanah beralas tikar,’’ ujar perempuan tinggal di Jalan MH. Thamrin.

Namun, Nirma menilai kini hampir seratus persen warga sudah sadar untuk bersalin di faskes. Hingga persalinan dengan keadaan mengkhawatirkan jarang ia rasakan. Meski berat, Nirma tetap mencintai profesinya. Hingga bisa bertahan selama 14 tahun menjadi bidan desa wilayah Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban.

Baca Juga :  Gergaji Knalpot Brong dan Musnahkan Miras di Polres Bojonegoro

’’Awalnya terasa berat karena harus beradaptasi dengan banyak hal. Baik medan maupun kultural sosial budaya masyarakatnya,’’ ujar alumnus Politeknik Kesehatan Negeri Malang.

Dia mengatakan, perlu menanamkan niat membantu masyarakat untuk menjadi bidan. Terutama dalam menolong kelahiran buah hati para ibu. Dengan begitu profesi apapun yang ia jalani tetap dijalankan dengan hati ikhlas.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Delapan Incumbent Kalah Suara

PT DESI Bakal Dilarang Beroperasi

Matangkan Persiapan

Rudjito – Zaenuri Divonis 4 Tahun


/