alexametrics
22.7 C
Bojonegoro
Friday, July 1, 2022

Target Pengadaan Lahan Kilang Selesai Oktober

TUBAN, Radar Tuban – Tim pengadaan lahan kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban mempunyai deadline tersendiri untuk menyelesaikan tugasnya. Tim yang beranggotakan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Pertamina tersebut menargetkan proses pengadaan lahan di Desa Sumurgeneng dan Wadung, keduanya di Kecamatan Jenu selesai Oktober. Setelah itu, tim appraisal diharapkan sudah bisa ke Tuban sebelum akhir tahun.

Ketua tim pengadaan lahan kilang GRR Ganang Anindito mengatakan, saat ini proses pengadaan lahan baru memasuki tahap pemasangan patok di Desa Wadung. Pekan depan, dilanjutkan pemasangan patok di Desa Sumurgeneng. Proses selanjutnya pengukuran ulang seluruh bidang. ‘’Yang paling lama proses pemasangan patok, karena satu pemilik lahan dengan pemilik lainnya harus sepakat dan tanpa sengketa,’’ ujar dia. 

Baca Juga :  Penilaian Harga Lahan GRR Per Bidang

Pria yang juga kepala BPN Tuban ini mengatakan, tahap pemasangan patok adalah mengganti seluruh patok lama dengan yang baru. Patok baru berbahan plastik berisi beton tersebut sekaligus menjadi tanda bahwa pemilik lahan sudah bersedia mengikuti prosedur pengadaan lahan. Untuk pemilik lahan yang masih keberatan dengan pengadaan lahan, sementara ditinggal. ‘’Pengadaan lahan diprioritaskan untuk yang berkenan terlebih dahulu,’’ tambah dia.

Pejabat kelahiran Semarang, Jawa Tengah ini mengatakan, pemasangan patok dilakukan oleh pemilik lahan dan didampingi tim BPN serta Pertamina. Jika pemasangan patok lancar tanpa masalah, kata Ganang, September dimulai pengukuran ulang. Dia mengklaim proses pengukuran ulang tak membutuhkan waktu lama. ‘’Kalau semua lancar dan tidak ada masalah berarti, kami menargetkan seluruh proses pengadaan lahan selesai Oktober,’’ tegas dia.

Baca Juga :  Mayat Bayi Ditemukan di Depan Mes TPPI

Jika pengadaan lahan selesai sesuai target, berarti tim appraisal memiliki waktu lima bulan sebelum deadline pendirian kilang pada Maret 2019. Selama lima bulan, tim harus menyelesaikan penilaian untuk penetapan harga hingga pengumuman dan pengajuan gugatan warga yang keberatan. 

Terkait deadline yang sangat mepet tersebut, Ganang optimistis bisa menjalankan tepat waktu. ‘’Semoga semua lancar, jadi bisa tepat waktu,’’ ujar dia.

TUBAN, Radar Tuban – Tim pengadaan lahan kilang Grass Root Refinery (GRR) Tuban mempunyai deadline tersendiri untuk menyelesaikan tugasnya. Tim yang beranggotakan Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Pertamina tersebut menargetkan proses pengadaan lahan di Desa Sumurgeneng dan Wadung, keduanya di Kecamatan Jenu selesai Oktober. Setelah itu, tim appraisal diharapkan sudah bisa ke Tuban sebelum akhir tahun.

Ketua tim pengadaan lahan kilang GRR Ganang Anindito mengatakan, saat ini proses pengadaan lahan baru memasuki tahap pemasangan patok di Desa Wadung. Pekan depan, dilanjutkan pemasangan patok di Desa Sumurgeneng. Proses selanjutnya pengukuran ulang seluruh bidang. ‘’Yang paling lama proses pemasangan patok, karena satu pemilik lahan dengan pemilik lainnya harus sepakat dan tanpa sengketa,’’ ujar dia. 

Baca Juga :  Konsisten Bisnis Hijab

Pria yang juga kepala BPN Tuban ini mengatakan, tahap pemasangan patok adalah mengganti seluruh patok lama dengan yang baru. Patok baru berbahan plastik berisi beton tersebut sekaligus menjadi tanda bahwa pemilik lahan sudah bersedia mengikuti prosedur pengadaan lahan. Untuk pemilik lahan yang masih keberatan dengan pengadaan lahan, sementara ditinggal. ‘’Pengadaan lahan diprioritaskan untuk yang berkenan terlebih dahulu,’’ tambah dia.

Pejabat kelahiran Semarang, Jawa Tengah ini mengatakan, pemasangan patok dilakukan oleh pemilik lahan dan didampingi tim BPN serta Pertamina. Jika pemasangan patok lancar tanpa masalah, kata Ganang, September dimulai pengukuran ulang. Dia mengklaim proses pengukuran ulang tak membutuhkan waktu lama. ‘’Kalau semua lancar dan tidak ada masalah berarti, kami menargetkan seluruh proses pengadaan lahan selesai Oktober,’’ tegas dia.

Baca Juga :  Puluhan Warga Tolak Pengukur Lahan Kilang

Jika pengadaan lahan selesai sesuai target, berarti tim appraisal memiliki waktu lima bulan sebelum deadline pendirian kilang pada Maret 2019. Selama lima bulan, tim harus menyelesaikan penilaian untuk penetapan harga hingga pengumuman dan pengajuan gugatan warga yang keberatan. 

Terkait deadline yang sangat mepet tersebut, Ganang optimistis bisa menjalankan tepat waktu. ‘’Semoga semua lancar, jadi bisa tepat waktu,’’ ujar dia.

Previous articlePernah Gagal dan Nangis
Next articleZona Bahaya Lagi

Artikel Terkait

Most Read

Keinginan Membaca Meningkat

Sekitar 200 Pekerja Mogok Kerja

Demo dan Pengeroyokan Armando

Artikel Terbaru


/