alexametrics
29.8 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Hasil Identifikasi Sementara, Masih Bisa Bertambah

- Advertisement -

TUBAN, Radar Tuban – Sejumlah SDN di Tuban kembali terancam dimerger. Pemicunya, jumlah siswa yang mendaftar pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2019-2020 sangat minim. Bahkan, sebagian sekolah tak mendapat murid.

Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Sumarno membenarkan sejumlah SDN yang bakal kembali dimerger. ‘’Sementara yang kami identifikasi ada 13 lembaga,’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (20/8).

Jumlah 13 lembaga tersebut, lanjut Marno-sapaan akrabnya, tersebar pada sepuluh kecamatan se-Kabupaten Tuban. Hanya, berapa sekolah yang bakal digabung, dia belum bisa memastikan. ‘’Ini (hasil identifikasi, Red) baru sementara. Belum tuntas,’’ tegas dia. Mantan kabid pendidikan nonformal dan informal ini menyampaikan, rencana kebijakan penggabungan sekolah yang kekurangan siswa tersebut sudah disampaikan kepada bupati. Hasilnya, proses merger dimulai pada September mendatang. ‘’Target kita November sudah ada SK (surat keputusan),’’ ujar pria berkumis tipis itu.

Baca Juga :  Sisa 16 Desa Belum Cairkan DAK

Saat ini, dikatakan Marno, rencana kebijakan merger masih dalam proses di internal disdik. Baik proses administrasi maupun persiapan teknis. Termasuk menyiapkan partner atau pasangan sekolah yang bakal digabung. Karena itulah, pihaknya belum bisa memberikan data pasti terkait sekolah mana saja yang bakal dijadikan satu. ‘’(Datanya, Red) ada, tapi masih dalam proses di internal,’’ ujar dia. Sebagaimana diketahui, kebijakan merger dipilih karena jumlah siswa yang diterima tidak memenuhi standar siswa yang dipatok Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), yakni 120 siswa atau per kelas minimal 20 siswa. Nah, rata-rata jumlah siswa di sekolah yang terkena kebijakan merger kurang dari sepuluh. Bahkan, tidak sedikit dalam satu kelas hanya hitungan jari.

Baca Juga :  Hasil Produksi dan Pengolahan Ikan┬áTuban Menembus Pasar Eksport

TUBAN, Radar Tuban – Sejumlah SDN di Tuban kembali terancam dimerger. Pemicunya, jumlah siswa yang mendaftar pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2019-2020 sangat minim. Bahkan, sebagian sekolah tak mendapat murid.

Kepala Bidang (Kabid) SD Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Sumarno membenarkan sejumlah SDN yang bakal kembali dimerger. ‘’Sementara yang kami identifikasi ada 13 lembaga,’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (20/8).

Jumlah 13 lembaga tersebut, lanjut Marno-sapaan akrabnya, tersebar pada sepuluh kecamatan se-Kabupaten Tuban. Hanya, berapa sekolah yang bakal digabung, dia belum bisa memastikan. ‘’Ini (hasil identifikasi, Red) baru sementara. Belum tuntas,’’ tegas dia. Mantan kabid pendidikan nonformal dan informal ini menyampaikan, rencana kebijakan penggabungan sekolah yang kekurangan siswa tersebut sudah disampaikan kepada bupati. Hasilnya, proses merger dimulai pada September mendatang. ‘’Target kita November sudah ada SK (surat keputusan),’’ ujar pria berkumis tipis itu.

Baca Juga :  Jarang Jalan - Jalan

Saat ini, dikatakan Marno, rencana kebijakan merger masih dalam proses di internal disdik. Baik proses administrasi maupun persiapan teknis. Termasuk menyiapkan partner atau pasangan sekolah yang bakal digabung. Karena itulah, pihaknya belum bisa memberikan data pasti terkait sekolah mana saja yang bakal dijadikan satu. ‘’(Datanya, Red) ada, tapi masih dalam proses di internal,’’ ujar dia. Sebagaimana diketahui, kebijakan merger dipilih karena jumlah siswa yang diterima tidak memenuhi standar siswa yang dipatok Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), yakni 120 siswa atau per kelas minimal 20 siswa. Nah, rata-rata jumlah siswa di sekolah yang terkena kebijakan merger kurang dari sepuluh. Bahkan, tidak sedikit dalam satu kelas hanya hitungan jari.

Baca Juga :  Semen Indonesia Bagikan 10.191 Paket Sembako

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/