alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Saturday, May 28, 2022

Euforia Idul Adha, Hati Hati Konsumsi Daging Berlebihan

Radar Bojonegoro – Mayoritas masyarakat mulai kemarin (20/7) menerima pembagian daging kurban di lingkungannya. Stok daging sapi dan kambing pun menumpuk dan dikonsumsi hingga seminggu ke depan. Warga diminta tidak berlebihan mengonsumsi agar tidak menimbulkan efek kesehatan.

Kepala Puskesmas Dander dr Widi Hermawansjah mengatakan, masyarakat tidak perlu berlebihan mengonsumsi daging kurban. “Konsumsi daging secukupnya saja, apapun kalau berlebihan tentu tidak baik bagi tubuh,” katanya kemarin.

Apalagi punya penyakit bawaan seperti hipertensi, sebaiknya menghindari makan daging kambing terlalu banyak. Langkah ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Prinsipnya kembali pada pencegahan dasar yakni makan proporsional, tidak perlu berlebihan apapun jenis makanannya.

Selain itu, budaya perayaan Idul Adha memang identik dengan berkumpul memasak daging kurban lalu menyantapnya bersama. Namun, kali ini sebaiknya tidak mengadakan acara berkumpul demi menekan serta memutus matai rantai penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Dinas PU SDA Menahan Masuk ke Lahan Sawah Tambak

Menurutnya, masyarakat Bojonegoro seharusnya sudah paham terkait penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Apalagi jumlah kasus Covid-19 di Bojonegoro juga masih cukup tinggi. Sehingga, budaya kumpul kumpul seperti nyate daging kurban sebaiknya ditunda dulu.

“Intinya saat ini semua orang wajib disiplin menerapkan prokes agar tidak tertular dan menularkan Covid-19,” tegasnya. Karena kegiatan Idul Adha seperti salat id dan penyembelihan hewan kurban memang tidak bisa dicegah. Namun, pemerintah telah mengimbau terkait pembatasan-pembatasan agar dipatuhi masyarakat.

Niat dibuatnya pembatasan pun demi kebaikan bersama. Kasi Kesejahteraan Pemerintah Desa Simbatan, Kecamatan Kanor Roni Bahtiar Fauzi menyampaikan, bahwa proses penyembelihan dan pendistribusian daging kurban ke 579 kepala keluarga (KK) telah rampung sebelum azan duhur kemarin (20/7).

Baca Juga :  Verifikasi Pendaftar Seleksi CPNS – PPPK Lamongan, Ini Hasilnya

Sebanyak 19 sapi dan 50 kambing yang disembelih. Adapun perbedaan Idul Adha tahun lalu dan tahun ini ialah pengecekan seluruh hewan kurban oleh dokter hewan. Kemudian para petugas wajib memakai masker dan sarung tangan lateks saat pendistribusian daging kurban secara door to door.

Selain itu, ada aturan pembatasan maksimal menyembelih dua ekor sapi di tiap musala atau masjid. Tapi berhubung di Desa Simbatan ada sekitar 13 musala serta masjid, penyembelihannya bisa rampung kemarin. Tiap lokasi penyembelihan pun rerata diisi 11 panitia. “Kalau semisal lebih dari dua ekor sapi per lokasi, aturannya penyembelihan di hari selanjutnya,” ucapnya.

Radar Bojonegoro – Mayoritas masyarakat mulai kemarin (20/7) menerima pembagian daging kurban di lingkungannya. Stok daging sapi dan kambing pun menumpuk dan dikonsumsi hingga seminggu ke depan. Warga diminta tidak berlebihan mengonsumsi agar tidak menimbulkan efek kesehatan.

Kepala Puskesmas Dander dr Widi Hermawansjah mengatakan, masyarakat tidak perlu berlebihan mengonsumsi daging kurban. “Konsumsi daging secukupnya saja, apapun kalau berlebihan tentu tidak baik bagi tubuh,” katanya kemarin.

Apalagi punya penyakit bawaan seperti hipertensi, sebaiknya menghindari makan daging kambing terlalu banyak. Langkah ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Prinsipnya kembali pada pencegahan dasar yakni makan proporsional, tidak perlu berlebihan apapun jenis makanannya.

Selain itu, budaya perayaan Idul Adha memang identik dengan berkumpul memasak daging kurban lalu menyantapnya bersama. Namun, kali ini sebaiknya tidak mengadakan acara berkumpul demi menekan serta memutus matai rantai penyebaran Covid-19.

Baca Juga :  Tanggapi Pengundian Nomor Urut Pilkada, Nomor Satu Pasti Menang

Menurutnya, masyarakat Bojonegoro seharusnya sudah paham terkait penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Apalagi jumlah kasus Covid-19 di Bojonegoro juga masih cukup tinggi. Sehingga, budaya kumpul kumpul seperti nyate daging kurban sebaiknya ditunda dulu.

“Intinya saat ini semua orang wajib disiplin menerapkan prokes agar tidak tertular dan menularkan Covid-19,” tegasnya. Karena kegiatan Idul Adha seperti salat id dan penyembelihan hewan kurban memang tidak bisa dicegah. Namun, pemerintah telah mengimbau terkait pembatasan-pembatasan agar dipatuhi masyarakat.

Niat dibuatnya pembatasan pun demi kebaikan bersama. Kasi Kesejahteraan Pemerintah Desa Simbatan, Kecamatan Kanor Roni Bahtiar Fauzi menyampaikan, bahwa proses penyembelihan dan pendistribusian daging kurban ke 579 kepala keluarga (KK) telah rampung sebelum azan duhur kemarin (20/7).

Baca Juga :  Takbir Keliling dan Salat Idul Adha di Tempat Ibadah Ditiadakan

Sebanyak 19 sapi dan 50 kambing yang disembelih. Adapun perbedaan Idul Adha tahun lalu dan tahun ini ialah pengecekan seluruh hewan kurban oleh dokter hewan. Kemudian para petugas wajib memakai masker dan sarung tangan lateks saat pendistribusian daging kurban secara door to door.

Selain itu, ada aturan pembatasan maksimal menyembelih dua ekor sapi di tiap musala atau masjid. Tapi berhubung di Desa Simbatan ada sekitar 13 musala serta masjid, penyembelihannya bisa rampung kemarin. Tiap lokasi penyembelihan pun rerata diisi 11 panitia. “Kalau semisal lebih dari dua ekor sapi per lokasi, aturannya penyembelihan di hari selanjutnya,” ucapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/