alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Kapasitas Pembelian Tembakau Belum Jelas

KOTA – Panen raya tembakau di Bojonegoro diperkirakan akhir Agustus mendatang. Hingga jumat (20/7) belum ada kepastian pembelian hasil panen tembakau petani. Sebab, pihak pabrikan belum memastikan akan membeli tembakau atau tidak tahun ini. ‚‘Pembelian tergantung kebutuhan. Jika butuhnya banyak, (pabrik, red) tetap melakukan pembelian,‘‘ kata Kabid Tanaman Perkebunan Dinas Pertanian Bojonegoro, Imam Wahyudi jumat (20/7).

Imam mengungkapkan, di Bojonegoro ada tiga pabrik rokok, dengan gudang sebanyak delapan unit. Gudang itu tempat untuk melakukan pembelian tembakau. Setiap pabrik membeli tembakau dengan kuota berbeda. ‚‘Ada yang membeli banyak dan ada yang sedikit,‘‘ ujarnya. Menurut dia, pihaknya akan segera mengirim surat pemberitahuan ke gudang-gudang tembakau itu. Menanyakan, berapa banyak kebutuhan tembakau mereka. Selain itu, kapan mereka mulai membuka pembelian. Sehingga petani bisa melakukan persiapan.

Baca Juga :  Delapan Pabrikan Siap Beli Tembakau

‘’Saat ini petani baru saja selesai proses tanam. Panen mungkin akhir Agustus mendatang,’’ ungkapnya. Dia menuturkan, musim tanam tembakau tahun ini sedikit mundur. Tahun lalu petani menanam sekitar Mei. Tahun ini awal Juni baru melakukan tanam. Sehingga panennya juga akan sedikit mundur. ‘’Panen mungkin akhir Agustus. Gudang diperkirakan baru melakukan pembelian sekitar itu,’’ tukasnya.

Informasi mengenai tembakau yang dibutuhkan pabrik, lanjut dia, memang dibutuhkan petani. Sebab bisa menentukan mahal atau tidaknya harga tembakau. Tembakau yang banyak ditanam di Bojonegoro adalah jenis Virginia dan Jawa. ‘’Para petani biasanya menjual tembakau tersebut dalam bentuk rajangan,’’ ungkapnya. Imam menambahkan, mahalnya harga tembakau selain disebabkan kebutuhan juga disebabkan kualitas.

Baca Juga :  Penyumbang Tembakau Terbesar di Indonesia

Tembakau yang bagus yang sama sekali tidak terkena hujan. Karena itu musim sangat berpengaruh dalam bercocok tanam tembakau. Jika cuaca mendukung, harga tembakau juga bagus ‘’Jika terkena hujan, kualitasnya akan turun. Harganya juga akan turun,’’ jelasnya

KOTA – Panen raya tembakau di Bojonegoro diperkirakan akhir Agustus mendatang. Hingga jumat (20/7) belum ada kepastian pembelian hasil panen tembakau petani. Sebab, pihak pabrikan belum memastikan akan membeli tembakau atau tidak tahun ini. ‚‘Pembelian tergantung kebutuhan. Jika butuhnya banyak, (pabrik, red) tetap melakukan pembelian,‘‘ kata Kabid Tanaman Perkebunan Dinas Pertanian Bojonegoro, Imam Wahyudi jumat (20/7).

Imam mengungkapkan, di Bojonegoro ada tiga pabrik rokok, dengan gudang sebanyak delapan unit. Gudang itu tempat untuk melakukan pembelian tembakau. Setiap pabrik membeli tembakau dengan kuota berbeda. ‚‘Ada yang membeli banyak dan ada yang sedikit,‘‘ ujarnya. Menurut dia, pihaknya akan segera mengirim surat pemberitahuan ke gudang-gudang tembakau itu. Menanyakan, berapa banyak kebutuhan tembakau mereka. Selain itu, kapan mereka mulai membuka pembelian. Sehingga petani bisa melakukan persiapan.

Baca Juga :  Ditemukan, Bocah Dilarikan Komplotan Penipu

‘’Saat ini petani baru saja selesai proses tanam. Panen mungkin akhir Agustus mendatang,’’ ungkapnya. Dia menuturkan, musim tanam tembakau tahun ini sedikit mundur. Tahun lalu petani menanam sekitar Mei. Tahun ini awal Juni baru melakukan tanam. Sehingga panennya juga akan sedikit mundur. ‘’Panen mungkin akhir Agustus. Gudang diperkirakan baru melakukan pembelian sekitar itu,’’ tukasnya.

Informasi mengenai tembakau yang dibutuhkan pabrik, lanjut dia, memang dibutuhkan petani. Sebab bisa menentukan mahal atau tidaknya harga tembakau. Tembakau yang banyak ditanam di Bojonegoro adalah jenis Virginia dan Jawa. ‘’Para petani biasanya menjual tembakau tersebut dalam bentuk rajangan,’’ ungkapnya. Imam menambahkan, mahalnya harga tembakau selain disebabkan kebutuhan juga disebabkan kualitas.

Baca Juga :  Target Empat Hari Rekap Surat Suara di Kecamatan

Tembakau yang bagus yang sama sekali tidak terkena hujan. Karena itu musim sangat berpengaruh dalam bercocok tanam tembakau. Jika cuaca mendukung, harga tembakau juga bagus ‘’Jika terkena hujan, kualitasnya akan turun. Harganya juga akan turun,’’ jelasnya

Artikel Terkait

Most Read

Tiga Laga Tak Didampingi Lepok

Jalan Rusak Jadi Ladang Rezeki

Musnahkan 1.360 Pil dan Sabu 

Artikel Terbaru


/