alexametrics
26.8 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Belum Putuskan Lepas 12 Satwa Dilindungi 

SUGIO – Dua belas satwa dilindungi yang ditarik dari mini zoo obyek wisata Waduk Gondang dikarantina dan dicek kesehatannya di Surabaya. Kasi Konservasi Wilayah III Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, Dodit Ari Guntoro, menjelaskan, seekor kasuari ditempatkan di kandang transit milik BKSDA. Sedangkan 11 ekor satwa lainnya dititipkan ke Kebun Binatang Surabaya (KBS). 

‘’Dipisah karena kebetulan di kandang transit sebelumnya juga ada kasuari. Serta permintaan dari KBS 11 satwa lainnya,’’ kata Dodit kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (20/7) saat dikonfirmasi via ponsel. 

Hewan yang dititipkan ke KBS itu di antaranya, seekor rusa bawean, dua ekor beruk mentawai, dua ekor landak Jawa, 2 ekor merak hijau, seekor buaya air tawar Irian, dan tiga ular sanca bodo. ‘’Kita masih menunggu hasil dari kesehatan satwa-satwa tersebut,’’ ujar Dodit. 

Baca Juga :  Kesulitannya, Butuh Penelitian, tak Bisa Bertemu Dosen

Jika nantinya dinyatakan sehat, maka hewan – hewan tersebut bakal dicampur dengan satwa sejenis lainnya. ‘’Kan beda dengan lingkungan sebelumnya, jadi perlu diadaptasikan,’’ katanya. 

Dodit mengaku belum mengetahui 12 satwa dilindungi itu nantinya ditempatkan di mana. Ada dua opsi, menangkar kembali dan dijadikan indukan atau dilepas ke alam bebas. 

‘’Intinya karantina di Surabaya sekarang sifatnya sementara. Apakah itu nanti dikembalikan di alam atau diminta penangkaran, kita belum tahu,’’ tuturkan. 

Sementara itu, Erdiana Renawati, Kabid Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan menuturkan, upaya mengembalikan satwa dilindungi pada BKSDA cukup tepat. Perawatan bisa maksimal karena terdapat ahli yang menangani. 

‘’Kalau kita yang merawat kan tidak bisa maksimal. Jadi lebih tetap ditangkar oleh ahlinya,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Terguling, Truk ini Bikin Macet Jalan Berjam jam

SUGIO – Dua belas satwa dilindungi yang ditarik dari mini zoo obyek wisata Waduk Gondang dikarantina dan dicek kesehatannya di Surabaya. Kasi Konservasi Wilayah III Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur, Dodit Ari Guntoro, menjelaskan, seekor kasuari ditempatkan di kandang transit milik BKSDA. Sedangkan 11 ekor satwa lainnya dititipkan ke Kebun Binatang Surabaya (KBS). 

‘’Dipisah karena kebetulan di kandang transit sebelumnya juga ada kasuari. Serta permintaan dari KBS 11 satwa lainnya,’’ kata Dodit kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (20/7) saat dikonfirmasi via ponsel. 

Hewan yang dititipkan ke KBS itu di antaranya, seekor rusa bawean, dua ekor beruk mentawai, dua ekor landak Jawa, 2 ekor merak hijau, seekor buaya air tawar Irian, dan tiga ular sanca bodo. ‘’Kita masih menunggu hasil dari kesehatan satwa-satwa tersebut,’’ ujar Dodit. 

Baca Juga :  Terguling, Truk ini Bikin Macet Jalan Berjam jam

Jika nantinya dinyatakan sehat, maka hewan – hewan tersebut bakal dicampur dengan satwa sejenis lainnya. ‘’Kan beda dengan lingkungan sebelumnya, jadi perlu diadaptasikan,’’ katanya. 

Dodit mengaku belum mengetahui 12 satwa dilindungi itu nantinya ditempatkan di mana. Ada dua opsi, menangkar kembali dan dijadikan indukan atau dilepas ke alam bebas. 

‘’Intinya karantina di Surabaya sekarang sifatnya sementara. Apakah itu nanti dikembalikan di alam atau diminta penangkaran, kita belum tahu,’’ tuturkan. 

Sementara itu, Erdiana Renawati, Kabid Pengembangan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan menuturkan, upaya mengembalikan satwa dilindungi pada BKSDA cukup tepat. Perawatan bisa maksimal karena terdapat ahli yang menangani. 

‘’Kalau kita yang merawat kan tidak bisa maksimal. Jadi lebih tetap ditangkar oleh ahlinya,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Antre Tunggu Bus Jurusan Bungurasih, Ini yang DIlakukan Warga Lamongan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/