alexametrics
25 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Bojonegoro-Lamongan Bertahan di Zona Oranye

Radar Bojonegoro – Status kedaruratan Covid-19 Lamongan dan Bojonegoro masih zona oranye. Di Lamongan, kasus kematian dari pasien hasil tes rapid positif masih terjadi. Misalnya di Kecamatan Karanggeneng, berdasar informasi dihimpun, dua warga beda desa meninggal dunia Sabtu (19/6) malam dan kemarin (20/6).

‘’Kasus baru masih ada, tapi diimbangi dengan kesembuhan,’’ ujar Koordinator Bidang Preventif dan Promotif Satgas Covid-19 Kabupaten Lamongan Taufik Hidayat. Menurut dia, status kedaruratan ditentukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pertimbangannya, angka pasien aktif, kesembuhan, kasus meninggal dunia, dan BOR. Jumlah kasus aktif Lamongan sekitar 80 orang dari kasus kumulatif 3.013 orang.

Jumlah kasus sembuh rata-rata 10 orang setiap hari dari kumulatif 2.751 orang. Taufi k mengatakan, Covid-19 masih ada dan penularannya semakin cepat. Meski belum ditemukan kasus dari varian baru Covid-19 di Lamongan, dia meminta warga meningkatkan prokes.

‘’Terutama pelaku perjalanan berisiko karena mobilitas tinggi dan bertemu banyak orang,’’ tutur pria juga kepala Dinas Kesehatan Lamongan itu.

Karena kenaikan kasus baru masih ada, Taufi k meminta masyarakat tidak lupa menggunakan masker. Pihaknya bakal meningkatkan pelaksanaan vaksin membentuk kekebalan komunal. Sementara itu, sampel hasil tes polymerase chain reaction (PCR) dari sebagian pasien Covid-19 ke Institute Tropical Disease (ITD) Unair Surabaya hingga kemarin (20/6) belum diketahui hasilnya.

Baca Juga :  Terkendala Data Tak Valid, Konversi BBG Tahun Depan Berlanjut 

Sampel dengan CT value PCR di bawah angka 25 itu diduga mengarah gejala terinfeksi virus korona varian terbaru. Menurut Direktur RSUD dr. Soegiri Lamongan dr Moh Chaidir Annas, usai diteliti ITD Unair, sampel dikirimkan ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementrian Kesehatan di Jakarta.

‘’Bila ditemukan varian baru dari sampel di suatu wilayah kabupaten tertentu, pemberitahuannya melalui dinkes setempat. Kami semua posisinya menunggu hasil tes,’’ jelasnya.

Meski ada dugaan terinfeksi virus korona varian terbaru, Annas memastikan perawatan diberikan kepada pasien tidak dibedakan dengan pasien Covid-19 lainnya. Pasien-pasien dirawat Fasilitas Isolasi dan Layanan Covid-19 rata-rata memiliki gejala pneumonia sedang hingga berat.

Kriteria hasil rontgen thorax terlihat ada bercak-bercak belum menyebar sampai bercak-bercak memenuhi permukaan paru-paru. Sementara angka saturasi oksigennya normal, namun mengalami sesak nafas. ‘’Sifatnya menerima rujukan dari RS lapangan dan RS tipe C. Se hingga yang dirawat di Lamongan berarti kelasnya hingga berat,’’ papar Annas.

Baca Juga :  Kesulitan Hadirkan Industri Olahan

Sepekan terakhir angka pemakaian bed occupation ratio (BOR) di Fasilitas Isolasi dan Laya nan Covid-19 mengalami peningkatan. Namun, Annas enggan membeberkan jumlahnya. Di Bojonegoro, tren kasus aktif Covid-19 mengalami kenaikan.

Data per 20 Juni diketahui jumlah kasus kumulatif sebanyak 2.784. Rinciannya, 43 kasus aktif, 2.597 sembuh, dan 144 meninggal dunia. Juga dilaporkan 98 kasus suspek dan 24 kasus probable. Adapun status Bojonegoro kembali zona oranye atau risiko sedang. Kondisi ini, Bupati Anna Mu’awanah mengeluarkan surat edaran (SE) pembatasan jam malam.

Berdasar SE bupati, tempat usaha makanan diharap tutup pukul 21.00. Kasatreskoba Polres AKP Yusis Budi Krismanto menerangkan, berdasar surat edaran bupati akan dilakukan patroli gabungan mulai 20 Juni hingga 28 Juni. Fokus patroli mengimbau masyarakat tetap patuh prokes.

Kasatsabhara Polres AKP Hufron Nurrochim menambahkan, personel telah berpatroli menyisir kafe-kafe di kota. Dan memberikan salinan SE bupati terkait pembatasan kegiatan. “Meskipun tetap buka di atas pukul 21.00, hanya boleh melayani pelanggan dengan cara pesan-antar atau bungkus dibawa pulang, tidak boleh melayani makan di tempat,” jelasnya. 

Radar Bojonegoro – Status kedaruratan Covid-19 Lamongan dan Bojonegoro masih zona oranye. Di Lamongan, kasus kematian dari pasien hasil tes rapid positif masih terjadi. Misalnya di Kecamatan Karanggeneng, berdasar informasi dihimpun, dua warga beda desa meninggal dunia Sabtu (19/6) malam dan kemarin (20/6).

‘’Kasus baru masih ada, tapi diimbangi dengan kesembuhan,’’ ujar Koordinator Bidang Preventif dan Promotif Satgas Covid-19 Kabupaten Lamongan Taufik Hidayat. Menurut dia, status kedaruratan ditentukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pertimbangannya, angka pasien aktif, kesembuhan, kasus meninggal dunia, dan BOR. Jumlah kasus aktif Lamongan sekitar 80 orang dari kasus kumulatif 3.013 orang.

Jumlah kasus sembuh rata-rata 10 orang setiap hari dari kumulatif 2.751 orang. Taufi k mengatakan, Covid-19 masih ada dan penularannya semakin cepat. Meski belum ditemukan kasus dari varian baru Covid-19 di Lamongan, dia meminta warga meningkatkan prokes.

‘’Terutama pelaku perjalanan berisiko karena mobilitas tinggi dan bertemu banyak orang,’’ tutur pria juga kepala Dinas Kesehatan Lamongan itu.

Karena kenaikan kasus baru masih ada, Taufi k meminta masyarakat tidak lupa menggunakan masker. Pihaknya bakal meningkatkan pelaksanaan vaksin membentuk kekebalan komunal. Sementara itu, sampel hasil tes polymerase chain reaction (PCR) dari sebagian pasien Covid-19 ke Institute Tropical Disease (ITD) Unair Surabaya hingga kemarin (20/6) belum diketahui hasilnya.

Baca Juga :  Kesulitan Hadirkan Industri Olahan

Sampel dengan CT value PCR di bawah angka 25 itu diduga mengarah gejala terinfeksi virus korona varian terbaru. Menurut Direktur RSUD dr. Soegiri Lamongan dr Moh Chaidir Annas, usai diteliti ITD Unair, sampel dikirimkan ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementrian Kesehatan di Jakarta.

‘’Bila ditemukan varian baru dari sampel di suatu wilayah kabupaten tertentu, pemberitahuannya melalui dinkes setempat. Kami semua posisinya menunggu hasil tes,’’ jelasnya.

Meski ada dugaan terinfeksi virus korona varian terbaru, Annas memastikan perawatan diberikan kepada pasien tidak dibedakan dengan pasien Covid-19 lainnya. Pasien-pasien dirawat Fasilitas Isolasi dan Layanan Covid-19 rata-rata memiliki gejala pneumonia sedang hingga berat.

Kriteria hasil rontgen thorax terlihat ada bercak-bercak belum menyebar sampai bercak-bercak memenuhi permukaan paru-paru. Sementara angka saturasi oksigennya normal, namun mengalami sesak nafas. ‘’Sifatnya menerima rujukan dari RS lapangan dan RS tipe C. Se hingga yang dirawat di Lamongan berarti kelasnya hingga berat,’’ papar Annas.

Baca Juga :  Chalwa Cetak Quattrick

Sepekan terakhir angka pemakaian bed occupation ratio (BOR) di Fasilitas Isolasi dan Laya nan Covid-19 mengalami peningkatan. Namun, Annas enggan membeberkan jumlahnya. Di Bojonegoro, tren kasus aktif Covid-19 mengalami kenaikan.

Data per 20 Juni diketahui jumlah kasus kumulatif sebanyak 2.784. Rinciannya, 43 kasus aktif, 2.597 sembuh, dan 144 meninggal dunia. Juga dilaporkan 98 kasus suspek dan 24 kasus probable. Adapun status Bojonegoro kembali zona oranye atau risiko sedang. Kondisi ini, Bupati Anna Mu’awanah mengeluarkan surat edaran (SE) pembatasan jam malam.

Berdasar SE bupati, tempat usaha makanan diharap tutup pukul 21.00. Kasatreskoba Polres AKP Yusis Budi Krismanto menerangkan, berdasar surat edaran bupati akan dilakukan patroli gabungan mulai 20 Juni hingga 28 Juni. Fokus patroli mengimbau masyarakat tetap patuh prokes.

Kasatsabhara Polres AKP Hufron Nurrochim menambahkan, personel telah berpatroli menyisir kafe-kafe di kota. Dan memberikan salinan SE bupati terkait pembatasan kegiatan. “Meskipun tetap buka di atas pukul 21.00, hanya boleh melayani pelanggan dengan cara pesan-antar atau bungkus dibawa pulang, tidak boleh melayani makan di tempat,” jelasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Banjir Bengawan Jero Makin Lama

Serikat Pekerja Menolak UMK 2022

Tak Kenal Lelah

Jalur Pantura Ikut Macet

Artikel Terbaru


/