alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Wartawan Radar Tuban Juara Dua Nasional

TUBAN – Kedalaman wartawan Jawa Pos Radar Tuban Dwi Setiyawan dalam mengulas kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 TA 2019 di Desa Brangkal, Kecamatan Parengan  selama 30 hari (26 Februari-27 Maret) mendapat apresiasi dari Mabes TNI AD.

Kemarin (20/6), dia ditetapkan sebagai juara kedua lomba karya jurnalistik TMMD TA 2019 setelah tulisan feature-nya yang berjudul Menapaki Jejak TMMD ke-104 TA 2019 di Brangkal, Kecamatan Parengan//Merajut Kebersamaan, Mewujudkan ”Mimpi” menyingkirkan seratus lebih karya jurnalis lainnya.

Penghargaan tersebut diserahkan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa yang didampingi Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita di lantai tiga Aula A.H. Nasution Mabesad Jalan Veteran Nomor 5 Jakarta Pusat. Penyerahan penghargaan tersebut merupakan rangkaian dari Rakornas TMMD ke-105 TA 2019. Dari aula Mabesad inilah Kasad memimpin rapat teleconferense yang diikuti seluruh pangdam, gubernur, dan pejabat teras pemprov di masing-masing Makodam.

Penilaian ajang lomba menulis yang diikuti wartawan cetak, televisi, dan online di seluruh Nusantara tersebut cukup ketat. Dewan jurinya tidak hanya dua wartawan senior dari Lembaga Kantor Berita Antara, namun juga satu perwira menengah (pamen) dari Sterad dan dua pamen dari Dispenad.

Juara pertama lomba tersebut Golda Eksa (harian Media Indonesia) dan juara ketiga Muhammad Bakri (Detik.com). Sementara media televisi, juara pertama Fahrani (TVRI Jabar), juara dua Agus Faturohman (Metro TV Batam), dan juara tiga Stefnas Lesi (I News TV). Diserahkan juga penghargaan kepada pemenang kategori pendam dan dansatgas/dandim.

Baca Juga :  Juara Kubus Rubik Terbuka, Mampu Kalahkan Peserta dari Malaysia

Penghargaan tingkat nasional tersebut merupakan prestasi kedua yang diraih Dwi. Sebelumnya, dia memenangkan juara dua lomba menulis tingkat wartawan/umum yang diselenggarakan Menteri Pendidikan Nasional. Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo pada peringatan Hari Aksara Internasional ke-43 Tahun 2008 di Taman Budaya Jalan Nusa Indah, Denpasar, Bali pada 8 September 2008.

Ketika itu, dia mengangkat tulisan feature berjudul Mengintip Semangat Warga Belajar untuk Bangkit dari Ketertinggalan//Suturmi yang Dulu Pasrah, Kini Menghidupi Keluarga.

Dari sisi waktu, penghargaan tersebut kali kedua yang diraih Dwi selama lima bulan terakhir. Pada 13 Februari lalu, karya wartawan tingkat utama ini yang berjudul Tipis, Batas Lahan Pertanian dan Tambang menyabet juara dua lomba karya tulis dan foto jurnalistik yang diselenggarakan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jatim.

Untuk memotret Brangkal (lokasi TMMD,  Red) dari semua sisi, wartawan jebolan jurusan jurnalistik Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS) ini benar-benar meleburkan diri dengan obyek yang diliput. Ketika liputan Sabtu (30/3), dari Tuban, dia naik mobil pasukan bak terbuka jenis Strada berpelat TNI 8641-V. Selama perjalanan kurang lebih 1,5 jam, dia duduk di bak belakang. Ikut menyertai liputan tersebut 3 anggota Kodim 0811 Tuban dan 2 wartawan online dari media Nusantara Pos, Jakarta dan wartawan online lokal. Keduanya juga liputan untuk lomba jurnalistik tersebut.

Baca Juga :  Kedalaman 10 Meter Kibarkan Merah Putih

”Guncangan hebat di bak mobil pasukan justru membangkitkan emosi saya untuk larut dan menyatu pada pengabdian personel TNI di desa langganan banjir itu,” ujar Dwi.

Begitu turun dari mobil militer tersebut, anggota TNI masih mengawal hunting wartawan berinisial ds tersebut. Mulai mendatangi dan mewawancarai narasumber hingga berjalan kaki menyusuri jalan desa dan persawahan untuk menapaki infrastruktur yang dibangun TNI bersama masyarakat. Untuk menggali sisi lain dari obyek yang diliput, Dwi mengaku sempat melepaskan diri dari rombongan jurnalis. ”Saya ingin memotret sisi lain yang luput dari bidikan wartawan lain,’’ ujar dia.

Dandim 0811 Tuban Letkol Inf Nur Wicahyanto memberikan apresiasi atas juara dua yang diraih wartawan Jawa Pos Radar Tuban. Penghargaan tersebut, kata dia, membawa nama besar Kodim 0811 Tuban sekaligus Korem 082/CPYJ Dam V Brawijaya.

Menurut sudut pandang dandim, karya jurnalistik Dwi benar-benar mampu memotret kondisi riil kemanunggalan TNI dan masyarakat dalam TMMD ke-104 TA 2019 di Brangkal, Parengan (26 Februari-27 Maret). Rajutan kebersamaan itulah, kata dia, menjadi kekuatan untuk mewujudkan sejumlah ”mimpi” masyarakat dalam membangun desa setempat.

Dia juga mengatakan, peran media sangat besar dalam memublikasikan pengabdikan TNI kepada masyarakat. ”Tanpa publikasi media, tak banyak publik yang tahu,” tegas dia.

TUBAN – Kedalaman wartawan Jawa Pos Radar Tuban Dwi Setiyawan dalam mengulas kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 TA 2019 di Desa Brangkal, Kecamatan Parengan  selama 30 hari (26 Februari-27 Maret) mendapat apresiasi dari Mabes TNI AD.

Kemarin (20/6), dia ditetapkan sebagai juara kedua lomba karya jurnalistik TMMD TA 2019 setelah tulisan feature-nya yang berjudul Menapaki Jejak TMMD ke-104 TA 2019 di Brangkal, Kecamatan Parengan//Merajut Kebersamaan, Mewujudkan ”Mimpi” menyingkirkan seratus lebih karya jurnalis lainnya.

Penghargaan tersebut diserahkan Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa yang didampingi Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita di lantai tiga Aula A.H. Nasution Mabesad Jalan Veteran Nomor 5 Jakarta Pusat. Penyerahan penghargaan tersebut merupakan rangkaian dari Rakornas TMMD ke-105 TA 2019. Dari aula Mabesad inilah Kasad memimpin rapat teleconferense yang diikuti seluruh pangdam, gubernur, dan pejabat teras pemprov di masing-masing Makodam.

Penilaian ajang lomba menulis yang diikuti wartawan cetak, televisi, dan online di seluruh Nusantara tersebut cukup ketat. Dewan jurinya tidak hanya dua wartawan senior dari Lembaga Kantor Berita Antara, namun juga satu perwira menengah (pamen) dari Sterad dan dua pamen dari Dispenad.

Juara pertama lomba tersebut Golda Eksa (harian Media Indonesia) dan juara ketiga Muhammad Bakri (Detik.com). Sementara media televisi, juara pertama Fahrani (TVRI Jabar), juara dua Agus Faturohman (Metro TV Batam), dan juara tiga Stefnas Lesi (I News TV). Diserahkan juga penghargaan kepada pemenang kategori pendam dan dansatgas/dandim.

Baca Juga :  Ridaul Aulia Putri Siswi Pinggiran Lihai Menjalankan Robot

Penghargaan tingkat nasional tersebut merupakan prestasi kedua yang diraih Dwi. Sebelumnya, dia memenangkan juara dua lomba menulis tingkat wartawan/umum yang diselenggarakan Menteri Pendidikan Nasional. Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo pada peringatan Hari Aksara Internasional ke-43 Tahun 2008 di Taman Budaya Jalan Nusa Indah, Denpasar, Bali pada 8 September 2008.

Ketika itu, dia mengangkat tulisan feature berjudul Mengintip Semangat Warga Belajar untuk Bangkit dari Ketertinggalan//Suturmi yang Dulu Pasrah, Kini Menghidupi Keluarga.

Dari sisi waktu, penghargaan tersebut kali kedua yang diraih Dwi selama lima bulan terakhir. Pada 13 Februari lalu, karya wartawan tingkat utama ini yang berjudul Tipis, Batas Lahan Pertanian dan Tambang menyabet juara dua lomba karya tulis dan foto jurnalistik yang diselenggarakan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jatim.

Untuk memotret Brangkal (lokasi TMMD,  Red) dari semua sisi, wartawan jebolan jurusan jurnalistik Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS) ini benar-benar meleburkan diri dengan obyek yang diliput. Ketika liputan Sabtu (30/3), dari Tuban, dia naik mobil pasukan bak terbuka jenis Strada berpelat TNI 8641-V. Selama perjalanan kurang lebih 1,5 jam, dia duduk di bak belakang. Ikut menyertai liputan tersebut 3 anggota Kodim 0811 Tuban dan 2 wartawan online dari media Nusantara Pos, Jakarta dan wartawan online lokal. Keduanya juga liputan untuk lomba jurnalistik tersebut.

Baca Juga :  Tak Perlu Takut, Laporkan Polisi

”Guncangan hebat di bak mobil pasukan justru membangkitkan emosi saya untuk larut dan menyatu pada pengabdian personel TNI di desa langganan banjir itu,” ujar Dwi.

Begitu turun dari mobil militer tersebut, anggota TNI masih mengawal hunting wartawan berinisial ds tersebut. Mulai mendatangi dan mewawancarai narasumber hingga berjalan kaki menyusuri jalan desa dan persawahan untuk menapaki infrastruktur yang dibangun TNI bersama masyarakat. Untuk menggali sisi lain dari obyek yang diliput, Dwi mengaku sempat melepaskan diri dari rombongan jurnalis. ”Saya ingin memotret sisi lain yang luput dari bidikan wartawan lain,’’ ujar dia.

Dandim 0811 Tuban Letkol Inf Nur Wicahyanto memberikan apresiasi atas juara dua yang diraih wartawan Jawa Pos Radar Tuban. Penghargaan tersebut, kata dia, membawa nama besar Kodim 0811 Tuban sekaligus Korem 082/CPYJ Dam V Brawijaya.

Menurut sudut pandang dandim, karya jurnalistik Dwi benar-benar mampu memotret kondisi riil kemanunggalan TNI dan masyarakat dalam TMMD ke-104 TA 2019 di Brangkal, Parengan (26 Februari-27 Maret). Rajutan kebersamaan itulah, kata dia, menjadi kekuatan untuk mewujudkan sejumlah ”mimpi” masyarakat dalam membangun desa setempat.

Dia juga mengatakan, peran media sangat besar dalam memublikasikan pengabdikan TNI kepada masyarakat. ”Tanpa publikasi media, tak banyak publik yang tahu,” tegas dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/