alexametrics
25.3 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Anak-Anak SMA Penggerak 2.000 Pemain E-Sports

Radar Bojonegoro – Anak-anak duduk di bangku SMA ini terlihat ceria. Santai, sederhana, dan begitu guyub. Namun, di balik keceriaannya ini, ternyata anak-anak SMA ini mampu menggerakkan sekitar 2.000 pemain e-sports. Tak tanggung-tanggung, anggota sebanyak itu tersebar di 43 kota.

Mereka menamakan sebagai Bojonegoro Royal Official (Borocial). Salah satu tim e-sports asal Bojonegoro ini jangkauannya sudah skala nasional. Tim Borocial terbentuk sejak 2018. Saat ini, terus menjaring atlet untuk beberapa games online. Seakan-akan anak baru gede (ABG) ini mendirikan sebuah corporate atau perusahaan. Berani menjaring atlet, menggaji, pelatih, hingga gelar turnamen dengan hadiah Rp 20 juta.

Mereka pun sudah bergaji sendiri. Menggerakkan ragam usaha merchandise seperti jersey, masker, celana, topi. Uniknya, merchandise ini bisa terjual 100 hingga 200 biji per bulan. Lalu penjualan top up games laba bersihnya sekitar Rp 3 juta per bulan.

“Kami masih terus memperbaiki internal, targetnya tahun depan punya kantor sendiri. Karena sifatnya jangka panjang,” kata Safir Ahyanuddin pendiri Borocial ditemui di salah satu warung kopi kawasan Jalan Veteran, Rabu sore (19/5).

Pemuda kelahiran 2004 itu merupakan siswa kelas 12 SMA. Saat bertemu, dia ditemani dua pengurus Borocial yaitu Ibnu Nur Adim Fadilah dan Mochammad Irfan Fahrur Riza. Safir menceritakan perjalanan Borocial ia bentuk sejak 2018, ketika dirinya masih duduk di bangku SMP.

Pemuda asal Kecamatan Balen itu mengungkapkan, bahwa saat ini Borocial beranggotakan 2.000 pemain dan cabangnya tersebar di 43 kota. Adapun games online mereka mainkan terdiri atas Free Fire (FF), Mobile Legends: BangBang (MLBB), Clash of Clan (COC), Call of Duty Mobile (CODM), dan Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG). “Tetapi anggota kami didominasi pemain FF, karena ekspansi kami membentuk tim MLBB, COC, CODM, dan PUBG baru tahun lalu. Sedangkan tim di FF sudah sejak awal terbentuk pada 2018 lalu,” tutur Safir.

Baca Juga :  SE Bupati Turun, Ponpes Terima Santri Lagi

Awal mula membentuk tim Borocial, Safir tentunya berdarah darah. Waktunya banyak terbuang bermain FF dan rajin ikut turnamen di dalam maupun luar Bojonegoro. Motivasinya ikut turnamen agar tidak hanya buang waktu dan uang. Selain itu, menambah relasi dan koneksi sesama pegiat games online.

Secara perlahan, ia membangun Borocial ke arah lebih profesional. Safir mengajak teman-temannya di Bojonegoro untuk menjadi pengurus. Dia berkomunikasi dengan pemain-pemain games online di luar Bojonegoro bergabung ke dalam tim Borocial.

Konsistensi tim Borocial ialah rutin mengadakan turnamen FF tiap akhir pekan. Tiap turnamen itu ada hadiahnya. “Kami awalnya patungan antar anggota rutin menggelar turnamen FF. Kami tidak bebankan biaya pendaftaran turnamen, namun syaratnya gabung tim Borocial secara aktif,” terangnya.

Selain itu, para peserta turnamen wajib mem-follow akun Instagram Borocial. Tak heran jumlah followers-nya Borocial sudah tembus 157 ribu. Konsistensi tersebut pun diperhitungkan para sponsor. Sehingga, saat ini tim Borocial memiliki sponsor utama bisa menyokong setiap mengadakan turnamen.

Baca Juga :  Guru Honorer Mengeluh Jam Kerja

Selain patungan atau donasi antaranggota, tim Borocial terus berkembang karena setiap bulannya ada pemasukan dari penjualan merchandise dan top up games. “Pemesanan merchandise seperti jersey, masker, celana, topi, dan sebagainya bisa terjual 100 hingga 200 biji per bulan. Lalu penjualan top up games laba bersihnya sekitar Rp 3 juta per bulan,” beber Safir.

Keinginan besar Safir bersama Borocial tentunya ingin membesarkan e-sports di Bojonegoro. Sekaligus ingin menepis stigma jika games online tidak sekadar dampak negatif. Sebaliknya bisa prestasi dan menambah penghasilan.

Di Borocial telah memiliki pelatih e-sports asal Gresik. Ke depannya, Safir berharap Borocial makin dikenal dari sisi pres tasinya. Karena memang hingga saat ini, Borocial belum sampai ikut turnamen resmi skala nasional diselenggarakan developer dari games onlines tersebut.

Disinggung terkait aktivitas sekolahnya, Safir mengatakan hanya terkait manajemen waktu. Sejauh ini, ia mengoptimalkan peran para pengurusnya dan koordinator tersebar di 43 kota itu. Jadi, waktu untuk belajar tetap ada.

Sementara itu, tim Borocial mempersiapkan secara matang turnamen FF terbesar di Bojonegoro. Awalnya turnamen itu hendak digelar Maret 2020, namun gagal terselenggara akibat pandemi Covid-19. Rencananya turnamen FF akan digelar tim Borocial itu berhadiah total Rp 20 juta. 

Radar Bojonegoro – Anak-anak duduk di bangku SMA ini terlihat ceria. Santai, sederhana, dan begitu guyub. Namun, di balik keceriaannya ini, ternyata anak-anak SMA ini mampu menggerakkan sekitar 2.000 pemain e-sports. Tak tanggung-tanggung, anggota sebanyak itu tersebar di 43 kota.

Mereka menamakan sebagai Bojonegoro Royal Official (Borocial). Salah satu tim e-sports asal Bojonegoro ini jangkauannya sudah skala nasional. Tim Borocial terbentuk sejak 2018. Saat ini, terus menjaring atlet untuk beberapa games online. Seakan-akan anak baru gede (ABG) ini mendirikan sebuah corporate atau perusahaan. Berani menjaring atlet, menggaji, pelatih, hingga gelar turnamen dengan hadiah Rp 20 juta.

Mereka pun sudah bergaji sendiri. Menggerakkan ragam usaha merchandise seperti jersey, masker, celana, topi. Uniknya, merchandise ini bisa terjual 100 hingga 200 biji per bulan. Lalu penjualan top up games laba bersihnya sekitar Rp 3 juta per bulan.

“Kami masih terus memperbaiki internal, targetnya tahun depan punya kantor sendiri. Karena sifatnya jangka panjang,” kata Safir Ahyanuddin pendiri Borocial ditemui di salah satu warung kopi kawasan Jalan Veteran, Rabu sore (19/5).

Pemuda kelahiran 2004 itu merupakan siswa kelas 12 SMA. Saat bertemu, dia ditemani dua pengurus Borocial yaitu Ibnu Nur Adim Fadilah dan Mochammad Irfan Fahrur Riza. Safir menceritakan perjalanan Borocial ia bentuk sejak 2018, ketika dirinya masih duduk di bangku SMP.

Pemuda asal Kecamatan Balen itu mengungkapkan, bahwa saat ini Borocial beranggotakan 2.000 pemain dan cabangnya tersebar di 43 kota. Adapun games online mereka mainkan terdiri atas Free Fire (FF), Mobile Legends: BangBang (MLBB), Clash of Clan (COC), Call of Duty Mobile (CODM), dan Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG). “Tetapi anggota kami didominasi pemain FF, karena ekspansi kami membentuk tim MLBB, COC, CODM, dan PUBG baru tahun lalu. Sedangkan tim di FF sudah sejak awal terbentuk pada 2018 lalu,” tutur Safir.

Baca Juga :  Tekan Harga Telur, Kapolres Komando Sidak Peternakan¬†

Awal mula membentuk tim Borocial, Safir tentunya berdarah darah. Waktunya banyak terbuang bermain FF dan rajin ikut turnamen di dalam maupun luar Bojonegoro. Motivasinya ikut turnamen agar tidak hanya buang waktu dan uang. Selain itu, menambah relasi dan koneksi sesama pegiat games online.

Secara perlahan, ia membangun Borocial ke arah lebih profesional. Safir mengajak teman-temannya di Bojonegoro untuk menjadi pengurus. Dia berkomunikasi dengan pemain-pemain games online di luar Bojonegoro bergabung ke dalam tim Borocial.

Konsistensi tim Borocial ialah rutin mengadakan turnamen FF tiap akhir pekan. Tiap turnamen itu ada hadiahnya. “Kami awalnya patungan antar anggota rutin menggelar turnamen FF. Kami tidak bebankan biaya pendaftaran turnamen, namun syaratnya gabung tim Borocial secara aktif,” terangnya.

Selain itu, para peserta turnamen wajib mem-follow akun Instagram Borocial. Tak heran jumlah followers-nya Borocial sudah tembus 157 ribu. Konsistensi tersebut pun diperhitungkan para sponsor. Sehingga, saat ini tim Borocial memiliki sponsor utama bisa menyokong setiap mengadakan turnamen.

Baca Juga :  Masih Andalkan Konsumen Perempuan¬†

Selain patungan atau donasi antaranggota, tim Borocial terus berkembang karena setiap bulannya ada pemasukan dari penjualan merchandise dan top up games. “Pemesanan merchandise seperti jersey, masker, celana, topi, dan sebagainya bisa terjual 100 hingga 200 biji per bulan. Lalu penjualan top up games laba bersihnya sekitar Rp 3 juta per bulan,” beber Safir.

Keinginan besar Safir bersama Borocial tentunya ingin membesarkan e-sports di Bojonegoro. Sekaligus ingin menepis stigma jika games online tidak sekadar dampak negatif. Sebaliknya bisa prestasi dan menambah penghasilan.

Di Borocial telah memiliki pelatih e-sports asal Gresik. Ke depannya, Safir berharap Borocial makin dikenal dari sisi pres tasinya. Karena memang hingga saat ini, Borocial belum sampai ikut turnamen resmi skala nasional diselenggarakan developer dari games onlines tersebut.

Disinggung terkait aktivitas sekolahnya, Safir mengatakan hanya terkait manajemen waktu. Sejauh ini, ia mengoptimalkan peran para pengurusnya dan koordinator tersebar di 43 kota itu. Jadi, waktu untuk belajar tetap ada.

Sementara itu, tim Borocial mempersiapkan secara matang turnamen FF terbesar di Bojonegoro. Awalnya turnamen itu hendak digelar Maret 2020, namun gagal terselenggara akibat pandemi Covid-19. Rencananya turnamen FF akan digelar tim Borocial itu berhadiah total Rp 20 juta. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/