alexametrics
28.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Pembangunan Gender Meningkat

KOTA – Indeks pembangunan gender (IPG) di Lamongan tahun lalu (2017) mencapai 87,98 persen. Naik 2,36 poin dibanding 2013. IPG digunakan untuk mengungkapkan ketidakadilan pencapaian laki-laki dan perempuan. Yakni sebagai ukuran dimensi pembangunan manusia yang melibatkan unsur gender di dalamnya. ‘’Pencapaian IPG di Lamongan dari tahun ke tahun menunjukkan tren meningkat.

Target ini harus terus ditingkatkan, juga sebaran antar wilayahnya,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Lamongan, Sri Kadarwati kemarin (20/4). Menurut dia, upaya Pemkab Lamongan daerah dalam meningkatkan IPG sudah sangat baik. Bahkan Lamongan mampu menduduki posisi 29 dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur dalam pemenuhan IPG. “Meski begitu, tetap harus ditingkatkan,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Bertahan Meski Peminat Makin Meredup

Dia melanjutkan, pandangan terhadap perempuan identik dengan kegiatan domestik rumah tangga masih ada. Bahkan peluang perempuan dalam bursa tenaga kerja masih rendah. Contohnya, hasil pemilu periode 2014-2019, presentase anggota DPRD perempuan hanya 18,75 persen. Sedangkan untuk DPR RI sebesar 17,32 persen. Jumlah tersebut relatif kecil dibandingkan kaum adam.

Begitu juga dalam pengambilan keputusan di pemerintahan, suara perempuan belum signifikan. ‘’Jumlah pegawai negeri sipil (PNS) perempuan secara nasional masih kurang dari 30 persen. Angka ini masih kecil jika dikaitkan dengan kesetaraan gender,” ujarnya. Meski begitu, tambahnya, suara perempuan dalam berbagai lini pemerintahan dan politik sudah semakin baik. Menjadi bukti bahwa kesetaraan gender dipertahankan sampai sekarang. ‘’Meski secara global, perempuan masih menghiasi pemberitaan kriminal sebagai objek dari tindak kekerasan laki-laki,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Pencairan BPNT Daerah Lambat, Beralasan Belum Masuk SIPD

KOTA – Indeks pembangunan gender (IPG) di Lamongan tahun lalu (2017) mencapai 87,98 persen. Naik 2,36 poin dibanding 2013. IPG digunakan untuk mengungkapkan ketidakadilan pencapaian laki-laki dan perempuan. Yakni sebagai ukuran dimensi pembangunan manusia yang melibatkan unsur gender di dalamnya. ‘’Pencapaian IPG di Lamongan dari tahun ke tahun menunjukkan tren meningkat.

Target ini harus terus ditingkatkan, juga sebaran antar wilayahnya,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Lamongan, Sri Kadarwati kemarin (20/4). Menurut dia, upaya Pemkab Lamongan daerah dalam meningkatkan IPG sudah sangat baik. Bahkan Lamongan mampu menduduki posisi 29 dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur dalam pemenuhan IPG. “Meski begitu, tetap harus ditingkatkan,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Asal Pasang Behel Bisa Celaka

Dia melanjutkan, pandangan terhadap perempuan identik dengan kegiatan domestik rumah tangga masih ada. Bahkan peluang perempuan dalam bursa tenaga kerja masih rendah. Contohnya, hasil pemilu periode 2014-2019, presentase anggota DPRD perempuan hanya 18,75 persen. Sedangkan untuk DPR RI sebesar 17,32 persen. Jumlah tersebut relatif kecil dibandingkan kaum adam.

Begitu juga dalam pengambilan keputusan di pemerintahan, suara perempuan belum signifikan. ‘’Jumlah pegawai negeri sipil (PNS) perempuan secara nasional masih kurang dari 30 persen. Angka ini masih kecil jika dikaitkan dengan kesetaraan gender,” ujarnya. Meski begitu, tambahnya, suara perempuan dalam berbagai lini pemerintahan dan politik sudah semakin baik. Menjadi bukti bahwa kesetaraan gender dipertahankan sampai sekarang. ‘’Meski secara global, perempuan masih menghiasi pemberitaan kriminal sebagai objek dari tindak kekerasan laki-laki,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Pilkada, Demokrat Tunggu Instruksi Pusat

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/