alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Rukadi Digendong Daftar Haji

BOJONEGORO – Di usianya sudah renta, Rukadi, 71, harus digendong anaknya saat mendaftar haji di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro kemarin (20/3). Memakai sarung dan berkopiah hitam, kakek warga Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, ini harus digendong hingga ruang pemotretan.

Usia bukan menjadi kendala Rukadi mendaftar menuju Tanah Suci. Ia daftar haji bersama istri dan anaknya. Meski dirinya kurang bisa diajak berkomunikasi, namun tersirat semangat naik haji dari sorot matanya.

“Pak Rukadi ini baru daftar, kemungkinan bisa ikut percepatan lansia sekaligus dengan pendampingan tahun depan,“ kata Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umrah Kantor Kemenag Bojonegoro Asyik Syamsul Huda.

Baca Juga :  Pendaftar Kepala Disdik Kosong

Sementara itu, sejak Selasa (19/3) memasuki jadwal pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Biaya sebesar Rp 36,5 juta harus dibayarkan melalui bank. Bukti pembayarannya dilaporkan ke Kantor Kemenag setempat.

Saat ini, sekitar 264 dari 1.137 calon jamaah haji (CJH) sudah melunasinya. Namun ada sekitar lima CJH memilih tidak membayar atau menunda pelunasan. “Ada beberapa CJH memilih menunda pelunasan. Sekitar 5 CJH, 2 dari Trucuk, 2 dari Kepohbaru, 1 dari Bojonegoro,” jelasnya.

Alasan penundaan belum diketahui secara pasti. Tetapi ada kemungkinan belum ada dana atau mungkin merasa belum siap. Sehingga ingin berangkat masuk porsi tahun depan. Selain 5 CJH memilih menunda pelunasan, ada juga 2 CJH dinyatakan tidak istithaah kesehatan. Otomatis tidak bisa melunasi BPIH.

Baca Juga :  Meski Pandemi, Pajak Resto Sudah Capai Rp 4 Miliar

Selain laporan bukti pembayaran, para CJH juga diminta data paspor dan e-KTP guna direkapitulasi untuk rekam biometrik yang dilaksanakan oleh Visa Facilitation Services (VFS) Tasheel.

Asyik menambahkan, setelah jadwal pelunasan berakhir 15 April mendatang , masih akan ada tambahan porsi CJH. Tambahan itu relatif, tidak bisa dipastikan jumlahnya. Di antaranya tambahan porsi dari cadangan, penggabungan, dan percepatan lansia.

Saat ini, jumlah CJH cadangan berjumlah 81 orang, sedangkan CJH penggabungan dan percepatan lansia belum diketahui kuotanya. “Tapi tambahan-tambahan itu jumlah yang pasti berangkat tidak diperkirakan, pun 81 cadangan itu belum tentu bisa berangkat semuanya. Ada kemungkinan berangkat tahun depan,” bebernya.

BOJONEGORO – Di usianya sudah renta, Rukadi, 71, harus digendong anaknya saat mendaftar haji di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bojonegoro kemarin (20/3). Memakai sarung dan berkopiah hitam, kakek warga Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, ini harus digendong hingga ruang pemotretan.

Usia bukan menjadi kendala Rukadi mendaftar menuju Tanah Suci. Ia daftar haji bersama istri dan anaknya. Meski dirinya kurang bisa diajak berkomunikasi, namun tersirat semangat naik haji dari sorot matanya.

“Pak Rukadi ini baru daftar, kemungkinan bisa ikut percepatan lansia sekaligus dengan pendampingan tahun depan,“ kata Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umrah Kantor Kemenag Bojonegoro Asyik Syamsul Huda.

Baca Juga :  SMA dan SMK Belajar Tatap Muka Penuh

Sementara itu, sejak Selasa (19/3) memasuki jadwal pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH). Biaya sebesar Rp 36,5 juta harus dibayarkan melalui bank. Bukti pembayarannya dilaporkan ke Kantor Kemenag setempat.

Saat ini, sekitar 264 dari 1.137 calon jamaah haji (CJH) sudah melunasinya. Namun ada sekitar lima CJH memilih tidak membayar atau menunda pelunasan. “Ada beberapa CJH memilih menunda pelunasan. Sekitar 5 CJH, 2 dari Trucuk, 2 dari Kepohbaru, 1 dari Bojonegoro,” jelasnya.

Alasan penundaan belum diketahui secara pasti. Tetapi ada kemungkinan belum ada dana atau mungkin merasa belum siap. Sehingga ingin berangkat masuk porsi tahun depan. Selain 5 CJH memilih menunda pelunasan, ada juga 2 CJH dinyatakan tidak istithaah kesehatan. Otomatis tidak bisa melunasi BPIH.

Baca Juga :  Kaji Nasib Persibo, Dispora Bergerak Jika Liga 3 Bergulir

Selain laporan bukti pembayaran, para CJH juga diminta data paspor dan e-KTP guna direkapitulasi untuk rekam biometrik yang dilaksanakan oleh Visa Facilitation Services (VFS) Tasheel.

Asyik menambahkan, setelah jadwal pelunasan berakhir 15 April mendatang , masih akan ada tambahan porsi CJH. Tambahan itu relatif, tidak bisa dipastikan jumlahnya. Di antaranya tambahan porsi dari cadangan, penggabungan, dan percepatan lansia.

Saat ini, jumlah CJH cadangan berjumlah 81 orang, sedangkan CJH penggabungan dan percepatan lansia belum diketahui kuotanya. “Tapi tambahan-tambahan itu jumlah yang pasti berangkat tidak diperkirakan, pun 81 cadangan itu belum tentu bisa berangkat semuanya. Ada kemungkinan berangkat tahun depan,” bebernya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/