alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

2.516 Orang Pindah Memilih

BOJONEGORO – Proses perpindahan pemilih di Bojonegoro cukup tinggi. Hingga hari terakhir, perpindahan minggu lalu Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat ada 2.516 orang.

“Jumlah yang pindah keluar memang lebih banyak dibanding yang masuk,” ungkap Komisioner KPUK Bojonegoro Supardi kemarin (20/3).

Pardi melanjutkan, banyak alasan yang membuat warga Bojonegoro memilih di luar daerah. Pertama adalah bekerja di daerah lain. Kemudian, menempuh pendidikan.

“Masih banyak alasan lainnya. Yang pasti pindah pilih itu bisa dilakukan,” jelasnya.

Pardi menjelaskan, proses perpindahan pemilih sudah berlangsung sejak Februari lalu. Ada dua tahap. Tahap pertama hanya ada 400-an orang yang melakukan mutasi ke luar daerah. Namun, pada tahap kedua jumlahnya meningkat drastis.

Baca Juga :  Onggo-Inggi, Mitos dan Celetukan Menakuti Anak

Kemarin, KPUK melakukan pleno penetapan daftar pemilih tetap (DPT) dan daftar pemilih tambahan (DPTb). Selain pemilih dari Bojonegoro yang memilih di luar daerah, ada juga pemilih dari luar Bojonegoro yang masuk.

Yakni sebanyak 992 orang. Jumlah itu juga mengalami peningkatan. Sebab, pada tahap pertama lalu hanya ada 300-an yang masuk ke Bojonegoro.

Pardi menjelaskan, perpindahan memilih prosesnya cukup mudah. Paling penting adalah sudah memiliki e-KTP atau sudah perekaman. Kemudian, menanyakan ke petugas panitia pemungutan suara (PPS) setempat apakah sudah masuk DPT atau belum.

“Jika sudah, maka bisa langsung minta surat pindah memilih. Bisa juga langsung ke KPU,” ujarnya.

Pardi menjelaskan, saat ini proses perpindahan pemilih itu sudah berakhir. Sebab, jumlah DPTb-nya sudah diplenokan kemarin (20/3).

Baca Juga :  Secangkir Kopi, Wujudkan Kebersamaan Warga Dan TNI

Jumlah daftar pemilih tetap di Bojonegoro mencapai 1.040.385. Itu yang sudah diplenokan. Namun, jumlah itu harus disesuaikan dengan 2.516 yang pindah keluar daerah dan 992 yang masuk. “Kita akan sesuaikan. Sebab, kaitannya dengan surat suara,” ujarnya.

BOJONEGORO – Proses perpindahan pemilih di Bojonegoro cukup tinggi. Hingga hari terakhir, perpindahan minggu lalu Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat ada 2.516 orang.

“Jumlah yang pindah keluar memang lebih banyak dibanding yang masuk,” ungkap Komisioner KPUK Bojonegoro Supardi kemarin (20/3).

Pardi melanjutkan, banyak alasan yang membuat warga Bojonegoro memilih di luar daerah. Pertama adalah bekerja di daerah lain. Kemudian, menempuh pendidikan.

“Masih banyak alasan lainnya. Yang pasti pindah pilih itu bisa dilakukan,” jelasnya.

Pardi menjelaskan, proses perpindahan pemilih sudah berlangsung sejak Februari lalu. Ada dua tahap. Tahap pertama hanya ada 400-an orang yang melakukan mutasi ke luar daerah. Namun, pada tahap kedua jumlahnya meningkat drastis.

Baca Juga :  Awal Kemarau, Dua Pintu Bendung Gerak Dibuka

Kemarin, KPUK melakukan pleno penetapan daftar pemilih tetap (DPT) dan daftar pemilih tambahan (DPTb). Selain pemilih dari Bojonegoro yang memilih di luar daerah, ada juga pemilih dari luar Bojonegoro yang masuk.

Yakni sebanyak 992 orang. Jumlah itu juga mengalami peningkatan. Sebab, pada tahap pertama lalu hanya ada 300-an yang masuk ke Bojonegoro.

Pardi menjelaskan, perpindahan memilih prosesnya cukup mudah. Paling penting adalah sudah memiliki e-KTP atau sudah perekaman. Kemudian, menanyakan ke petugas panitia pemungutan suara (PPS) setempat apakah sudah masuk DPT atau belum.

“Jika sudah, maka bisa langsung minta surat pindah memilih. Bisa juga langsung ke KPU,” ujarnya.

Pardi menjelaskan, saat ini proses perpindahan pemilih itu sudah berakhir. Sebab, jumlah DPTb-nya sudah diplenokan kemarin (20/3).

Baca Juga :  Kembangkan Batik Singomengkok

Jumlah daftar pemilih tetap di Bojonegoro mencapai 1.040.385. Itu yang sudah diplenokan. Namun, jumlah itu harus disesuaikan dengan 2.516 yang pindah keluar daerah dan 992 yang masuk. “Kita akan sesuaikan. Sebab, kaitannya dengan surat suara,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/