29.3 C
Bojonegoro
Wednesday, November 30, 2022

Nongkrong di Pos Kamling, Digegerkan Temuan Sesosok Mayat 

- Advertisement -

BOJONEGORO – Warga di Dusun Klumpang, Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan digegerkan oleh temuan sesosok mayat yang tergeletak di belakang pos kamling dekat Stasiun Tobo kemarin (20/3) pagi. Mayat tersebut ditemukan oleh warga setempat sekitar pukul 06.00, sontak warga bergegas melaporkan kepada Kepala Desa Kebonagung.

Diketahui identitas mayat tersebut bernama Adi Purwanto, 36, warga Dusun Krajan, Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun.Salah satu saksi yang tinggal di dekat TKP, Joko mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengetahui asal mula mayat tersebut tergeletak di pos kamling tersebut.

Dia mengetahui bersamaan dengan warga lainnya yang ingin melihat kondisi mayat di TKP. Dia pun menerangkan bahwa terdapat luka di bagian dahi dan kawat yang melilit di lehernya.

“Setahu saya, ada luka di bagian dahi dan kawat di lehernya, di dekatnya juga ada sepeda onthel korban,” tuturnya. Adapun penghuni rumah samping TKP atau pos kamling tersebut, Tarji juga tak mengetahui ada tanda-tanda maupun suara-suara mencurigakan ketika malam hingga pagi hari.

Baca Juga :  Truk v Truk, Jalan Plosowahyu Macet

“Tahu-tahu saya sudah ramai orang di pos kamling tersebut pagi tadi, saya tidak paham,” terangnya. Tarji pun tak mengenali ciri-ciri mayat tersebut.Tak lama, anggota Kepolisian pun langsung memasang garis polisi di TKP agar masyarakat tak mendekat.

- Advertisement -

Identifikasi dan olah TKP juga dilakukan, selanjutnya dibawa ke RSUD Bojonegoro untuk diotopsi. Kepolisian juga telah menghubungi pihak keluarga korban dan diketahui bahwa korban memiliki riwayat penyakit epilepsi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bojonegoro, korban yang bekerja sebagai pemulung itu sudah meninggalkan rumah sejak Kamis (15/3) lalu.

Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Daky Dzulqurnain pun, belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian korban tersebut. Apakah bunuh diri atau dibunuh? Daky mengatakan masih perlu pendalaman penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan visum luar, diketahui posisi korban meninggal dunia dalam kondisi terbujur kaku, besar dugaan penyakit epilepsi yang kambuh.

Baca Juga :  Anggota Ribuan Se-Indonesia, Seminar Online Mengajak Jadi Juara

Adapun pendarahan di tulang tengkorak atas pelipis kanan dan pada tulang leher juga putus (ruas 1 dan 2). Sementara itu, di bagian dada, lengan, perut, dan punggung tidak ada tanda kekerasan.

Namun, pada kemaluan korban mengeluarkan sperma dan lidah menjulur. “Yang jelas, saat ini hasil pemeriksaan dokter yang kita dahulukan. Kami belum bisa simpulkan penyebab kematian korban, perlu penyelidikan lebih lanjut,” terangnya.  

Sementara itu, ciri-ciri korban tinggi 158 sentimeter, kulit sawo matang, dan rambut hitam.

Kepolisian juga mengamankan barang bukti diantaranya jam tangan digital, genteng terdapat bercak darah, banner yang juga ada bercak darah, topi bertuliskan Security, sepasang sandal jepit warna biru, satu sepeda onthel yang telah diamankan polsek setempat, lampu senter, dompet, uang sebesar Rp 362 ribu, dan kawat sepanjang 373 sentimeter.

“Selain itu, kaus warna biru bertuliskan Adidas yang dipakai korban dan celana pendek motif kotak-kotak,” pungkasnya.

BOJONEGORO – Warga di Dusun Klumpang, Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan digegerkan oleh temuan sesosok mayat yang tergeletak di belakang pos kamling dekat Stasiun Tobo kemarin (20/3) pagi. Mayat tersebut ditemukan oleh warga setempat sekitar pukul 06.00, sontak warga bergegas melaporkan kepada Kepala Desa Kebonagung.

Diketahui identitas mayat tersebut bernama Adi Purwanto, 36, warga Dusun Krajan, Desa Kradinan, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun.Salah satu saksi yang tinggal di dekat TKP, Joko mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengetahui asal mula mayat tersebut tergeletak di pos kamling tersebut.

Dia mengetahui bersamaan dengan warga lainnya yang ingin melihat kondisi mayat di TKP. Dia pun menerangkan bahwa terdapat luka di bagian dahi dan kawat yang melilit di lehernya.

“Setahu saya, ada luka di bagian dahi dan kawat di lehernya, di dekatnya juga ada sepeda onthel korban,” tuturnya. Adapun penghuni rumah samping TKP atau pos kamling tersebut, Tarji juga tak mengetahui ada tanda-tanda maupun suara-suara mencurigakan ketika malam hingga pagi hari.

Baca Juga :  Truk v Truk, Jalan Plosowahyu Macet

“Tahu-tahu saya sudah ramai orang di pos kamling tersebut pagi tadi, saya tidak paham,” terangnya. Tarji pun tak mengenali ciri-ciri mayat tersebut.Tak lama, anggota Kepolisian pun langsung memasang garis polisi di TKP agar masyarakat tak mendekat.

- Advertisement -

Identifikasi dan olah TKP juga dilakukan, selanjutnya dibawa ke RSUD Bojonegoro untuk diotopsi. Kepolisian juga telah menghubungi pihak keluarga korban dan diketahui bahwa korban memiliki riwayat penyakit epilepsi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bojonegoro, korban yang bekerja sebagai pemulung itu sudah meninggalkan rumah sejak Kamis (15/3) lalu.

Kasatreskrim Polres Bojonegoro AKP Daky Dzulqurnain pun, belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kematian korban tersebut. Apakah bunuh diri atau dibunuh? Daky mengatakan masih perlu pendalaman penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan visum luar, diketahui posisi korban meninggal dunia dalam kondisi terbujur kaku, besar dugaan penyakit epilepsi yang kambuh.

Baca Juga :  Beras BPNT Dikembalikan ke Sistem Awal?

Adapun pendarahan di tulang tengkorak atas pelipis kanan dan pada tulang leher juga putus (ruas 1 dan 2). Sementara itu, di bagian dada, lengan, perut, dan punggung tidak ada tanda kekerasan.

Namun, pada kemaluan korban mengeluarkan sperma dan lidah menjulur. “Yang jelas, saat ini hasil pemeriksaan dokter yang kita dahulukan. Kami belum bisa simpulkan penyebab kematian korban, perlu penyelidikan lebih lanjut,” terangnya.  

Sementara itu, ciri-ciri korban tinggi 158 sentimeter, kulit sawo matang, dan rambut hitam.

Kepolisian juga mengamankan barang bukti diantaranya jam tangan digital, genteng terdapat bercak darah, banner yang juga ada bercak darah, topi bertuliskan Security, sepasang sandal jepit warna biru, satu sepeda onthel yang telah diamankan polsek setempat, lampu senter, dompet, uang sebesar Rp 362 ribu, dan kawat sepanjang 373 sentimeter.

“Selain itu, kaus warna biru bertuliskan Adidas yang dipakai korban dan celana pendek motif kotak-kotak,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Perantara Sabu Divonis Lima Tahun

Perjuangan DBH sejak 2009 Lalu

Dinas PMD Masih Konsultasi dengan Pakar

Tensi Tinggi, Dua Pemain Dikartu Merah

Most Read

Artikel Terbaru

Pamerkan Busana dari Batik Blora

Dijanjikan Penerbangan Tahun Depan

Demi Cewek di Luar Negeri, Curi HP

Suka Mewarnai Spongebob


/