alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Mengenal Saga, Maskot Baru Persibo 

FEATURES – Menjadi boneka maskot memang tidak mudah. Selain pandangan sulit, gerak terbatas dan panas, orang berada di dalam boneka tersebut dipastikan tidak bakal populer. Namun, kebahagiaan para penonton dan persatuan suporter menjadi kekuatan tersendiri.  

Boneka raksasa berwarna oranye itu berjalan pelan menyusuri pinggir lapangan. Langkahnya agak berat, mungkin karena orang yang ada di dalamnya kelelahan.

Maklum, hampir lebih dari 2×45 menit tanpa jeda, boneka itu terus menghibur penonton dengan menggerak-gerakkan tangan dan kakinya. Tapi, saat ada yang ingin berfoto, ia tetap bersedia.

Seolah lelahnya menghilang bersama jepretan kamera. “Sebenarnya ya capek, panas kan di dalam ruang sempit selama berjam-jam,” kata salah satu tim Sang Naga (Saga), Satrio Rikad Dhoyo kemarin. 

Satrio menceritakan, maskot Saga muncul perdana pada 2017 lalu. Saat Persibo lahir kembali. Ide awal munculnya Saga karena memang Persibo belum memiliki maskot.

Sosok identitas yang menjadi penanda sebuah klub. Dengan konsep semangat untuk semua umur. Bersahabat untuk semua usia. Lucu menggemaskan tapi juga tegas secara bersamaan.

Baca Juga :  Hanung, Peraih Nilai Tertinggi UNBK MIPA

Dari sanalah muncul boneka berbentuk naga bernama Saga. Saga sendiri dibidangi oleh tim Saga terdiri oleh tiga orang. Diantaranya; Triastamey, Aris Temayang, dan Satrio.

Tiga orang ini pula yang setiap kali Persibo bemain pasti berkumpul untuk mengatur konsep penampilan Saga. Orang-orang yang menjadi Saga (berada di dalam boneka), dilakukan secara bergantian.

Tidak ada aturan khusus terkait penjadwalan. Bahkan, kata dia, siapapun bisa memakai. “Asal benar-benar memiliki niat menghibur dan memiliki sensasi maskot,” imbuh dia. 

Tim Saga berbasis sukarelawan. Dalam artian, tidak ada bayaran apapun bagi mereka yang memainkannya. Sebab, niatnya hanya untuk Persibo. Setidaknya untuk mempersatukan berbagai jenis pendukung Persibo melalui maskot naga tersebut.

Hanya, dia tidak menampik jika dalam pengoperasiannya, kerap ada banyak kendala.Minimnya penglihatan untuk menjangkau jarak langkah kaki, terbatasnya gerak hingga panas yang dirasakan menjadi tantangan tersendiri.

Dia mengatakan, sampai saat ini sudah tercatat ada sebanyak 12 orang pernah berperan sebagai Saga, tak terkecuali dirinya dan semua anggota tim Saga. 

Baca Juga :  Baru 2.000 Guru Mencairkan Tunjangan Sertifikasi

Menjadi Saga, selain tidak mudah bergerak juga ada aturan untuk beristirahat. Misalnya saat ingin minum atau makan, tidak boleh membuka topeng sebelum pertandingan selesai.

Nah, untuk menyiasatinya, biasanya beristirahat untuk makan atau minum di ruangan tertutup dan tidak boleh terlihat orang.Namun, berbagai kesulitan itu terasa menghilang ketika melihat kebahagiaan para penonton.

Terutama anak-anak. Meski lelah dan kepanasan, saat ada salah seorang suporter meminta foto bersama, dengan penuh antusias Saga bakal mengabulkan.

Sebab, membuat orang lain tertawa dan bahagia menjadi salah satu obat penghilang lelah bagi mereka.  Tim Saga, kata Satrio, melakukan iuran untuk biaya perawatan boneka tersebut. Mereka tidak meminta sumbangan.

Karena itu, dirawat sebisanya, seadanya. Sebab, kehadiran Saga juga bukan karena apa-apa. Hanya ingin membuat maskot bagi Persibo. Sebab, sejauh ini memang Persibo belum memiliki maskot boneka seperti klub-klub lainnya. 

“Tujuan kita hanya menjadi maskot dan pemersatu bagi bermacam suporter pendukung Persibo,” pungkas dia.

FEATURES – Menjadi boneka maskot memang tidak mudah. Selain pandangan sulit, gerak terbatas dan panas, orang berada di dalam boneka tersebut dipastikan tidak bakal populer. Namun, kebahagiaan para penonton dan persatuan suporter menjadi kekuatan tersendiri.  

Boneka raksasa berwarna oranye itu berjalan pelan menyusuri pinggir lapangan. Langkahnya agak berat, mungkin karena orang yang ada di dalamnya kelelahan.

Maklum, hampir lebih dari 2×45 menit tanpa jeda, boneka itu terus menghibur penonton dengan menggerak-gerakkan tangan dan kakinya. Tapi, saat ada yang ingin berfoto, ia tetap bersedia.

Seolah lelahnya menghilang bersama jepretan kamera. “Sebenarnya ya capek, panas kan di dalam ruang sempit selama berjam-jam,” kata salah satu tim Sang Naga (Saga), Satrio Rikad Dhoyo kemarin. 

Satrio menceritakan, maskot Saga muncul perdana pada 2017 lalu. Saat Persibo lahir kembali. Ide awal munculnya Saga karena memang Persibo belum memiliki maskot.

Sosok identitas yang menjadi penanda sebuah klub. Dengan konsep semangat untuk semua umur. Bersahabat untuk semua usia. Lucu menggemaskan tapi juga tegas secara bersamaan.

Baca Juga :  Anggaran Rp 6,3 M, Baru Terserap 11 Persen

Dari sanalah muncul boneka berbentuk naga bernama Saga. Saga sendiri dibidangi oleh tim Saga terdiri oleh tiga orang. Diantaranya; Triastamey, Aris Temayang, dan Satrio.

Tiga orang ini pula yang setiap kali Persibo bemain pasti berkumpul untuk mengatur konsep penampilan Saga. Orang-orang yang menjadi Saga (berada di dalam boneka), dilakukan secara bergantian.

Tidak ada aturan khusus terkait penjadwalan. Bahkan, kata dia, siapapun bisa memakai. “Asal benar-benar memiliki niat menghibur dan memiliki sensasi maskot,” imbuh dia. 

Tim Saga berbasis sukarelawan. Dalam artian, tidak ada bayaran apapun bagi mereka yang memainkannya. Sebab, niatnya hanya untuk Persibo. Setidaknya untuk mempersatukan berbagai jenis pendukung Persibo melalui maskot naga tersebut.

Hanya, dia tidak menampik jika dalam pengoperasiannya, kerap ada banyak kendala.Minimnya penglihatan untuk menjangkau jarak langkah kaki, terbatasnya gerak hingga panas yang dirasakan menjadi tantangan tersendiri.

Dia mengatakan, sampai saat ini sudah tercatat ada sebanyak 12 orang pernah berperan sebagai Saga, tak terkecuali dirinya dan semua anggota tim Saga. 

Baca Juga :  Forum Jurnalis Tuntut Kemerdekaan Pers

Menjadi Saga, selain tidak mudah bergerak juga ada aturan untuk beristirahat. Misalnya saat ingin minum atau makan, tidak boleh membuka topeng sebelum pertandingan selesai.

Nah, untuk menyiasatinya, biasanya beristirahat untuk makan atau minum di ruangan tertutup dan tidak boleh terlihat orang.Namun, berbagai kesulitan itu terasa menghilang ketika melihat kebahagiaan para penonton.

Terutama anak-anak. Meski lelah dan kepanasan, saat ada salah seorang suporter meminta foto bersama, dengan penuh antusias Saga bakal mengabulkan.

Sebab, membuat orang lain tertawa dan bahagia menjadi salah satu obat penghilang lelah bagi mereka.  Tim Saga, kata Satrio, melakukan iuran untuk biaya perawatan boneka tersebut. Mereka tidak meminta sumbangan.

Karena itu, dirawat sebisanya, seadanya. Sebab, kehadiran Saga juga bukan karena apa-apa. Hanya ingin membuat maskot bagi Persibo. Sebab, sejauh ini memang Persibo belum memiliki maskot boneka seperti klub-klub lainnya. 

“Tujuan kita hanya menjadi maskot dan pemersatu bagi bermacam suporter pendukung Persibo,” pungkas dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/