alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Kebutuhan Elektronik Masih Stabil 

BISNIS – Kebutuhan peranti elektronik membaik. Ditopang daya beli konsumen setelah memasuki musim panen. Triwulan pertama permintaan barang elektronik mengalami kenaikan 3 persen dibanding tahun lalu. Yuyun, karyawan Toko Elektronik Lamongan mengatakan, permintaan barang elektronik belakangan membaik. Setelah sempat lesu akhir tahun karena gejolak harga, sekarang kondisinya mulai membaik. Bahkan, kebutuhan elektronik selalu ada meski jumlahnya tidak banyak. “Minimal satu dua unit setiap hari,” katanya kemarin (20/3).

Kebutuhan elektronik, kata dia, menyesuaikan musim. Saat panen dan ketika hari raya, permintaan elektronik akan tinggi. Sedangkan, hari biasa, konsumen elektronik berjalan stabil. Karena itu, sejumlah pelaku usaha menawarkan sistem kredit untuk meningkatkan penjualan. 

Menurut dia, kondisi tersebut seiring perekonomian kurang, tentu masyarakat butuh solusi lain untuk memenuhi kebutuhannya. Apalagi barang elektronik harganya cenderung naik pada awal tahun ternyata cukup berpengaruh permintaan.

Baca Juga :  Siswa SMA Negeri 1 Lamongan Buat Papan Komposit Berbahan Ampas Tebu

Meskipun dia menyadari kenaikan hanya Rp 10.000 sampai Rp 20.000.Karena itu, lanjut dia, penjualan elektronik sejauh ini banyak dilakukan dengan sistem kredit. Kecuali pembeli tersebut dari kalangan menengah. Sehingga menganggap barang elektronik merupakan kebutuhan primer. 

Alisa, salah satu konsumen mengatakan, dengan kesibukan tinggi pengaruh barang elektronik sangat dominan. Misalnya mesin cuci, magic com, dua item ini tidak bisa dianggap sepele. Karena, kebutuhannya sekarang cukup mendesak, sehingga meski harganya naik, tapi tetap diminati.“Disesuaikan saja dengan bujet dan kebutuhannya,” ujarnya.

BISNIS – Kebutuhan peranti elektronik membaik. Ditopang daya beli konsumen setelah memasuki musim panen. Triwulan pertama permintaan barang elektronik mengalami kenaikan 3 persen dibanding tahun lalu. Yuyun, karyawan Toko Elektronik Lamongan mengatakan, permintaan barang elektronik belakangan membaik. Setelah sempat lesu akhir tahun karena gejolak harga, sekarang kondisinya mulai membaik. Bahkan, kebutuhan elektronik selalu ada meski jumlahnya tidak banyak. “Minimal satu dua unit setiap hari,” katanya kemarin (20/3).

Kebutuhan elektronik, kata dia, menyesuaikan musim. Saat panen dan ketika hari raya, permintaan elektronik akan tinggi. Sedangkan, hari biasa, konsumen elektronik berjalan stabil. Karena itu, sejumlah pelaku usaha menawarkan sistem kredit untuk meningkatkan penjualan. 

Menurut dia, kondisi tersebut seiring perekonomian kurang, tentu masyarakat butuh solusi lain untuk memenuhi kebutuhannya. Apalagi barang elektronik harganya cenderung naik pada awal tahun ternyata cukup berpengaruh permintaan.

Baca Juga :  Halalbihalal Keluarga Besar DPRD dan Sekretariat DPRD

Meskipun dia menyadari kenaikan hanya Rp 10.000 sampai Rp 20.000.Karena itu, lanjut dia, penjualan elektronik sejauh ini banyak dilakukan dengan sistem kredit. Kecuali pembeli tersebut dari kalangan menengah. Sehingga menganggap barang elektronik merupakan kebutuhan primer. 

Alisa, salah satu konsumen mengatakan, dengan kesibukan tinggi pengaruh barang elektronik sangat dominan. Misalnya mesin cuci, magic com, dua item ini tidak bisa dianggap sepele. Karena, kebutuhannya sekarang cukup mendesak, sehingga meski harganya naik, tapi tetap diminati.“Disesuaikan saja dengan bujet dan kebutuhannya,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/