alexametrics
27.4 C
Bojonegoro
Friday, July 1, 2022

Tewas Tersambar Petir saat Panen Padi

TRUCUK – Hujan gerimis mengguyur sawah di kawasan Desa Kandangan, Kecamatan Trucuk, Kamis (21/2). Tak disangka, salah satu petani meregang nyawa akibat tersambar petir. Rajan, 60, warga Desa Kandangan, tewas setelah terkena petir ketika memanen padi bersama lima rekannya.

Kapolsek Trucuk AKP Wiwin Rusli mengatakan, awalnya Rajan berangkat ke sawah milik Ramijan bersama lima temannya untuk memanen padi. Di antaranya Supriyanto, Abdul Rochim, Munadi, Dasat, dan Sanadi. 

Sekitar pukul 11.30, mereka istirahat untuk makan siang. Sekitar pukul 11.45 korban bekerja lagi menyabit padi. “Kebetulan saat itu cuaca hujan gerimis dan tidak lama kemudian petir pun menyambar korban,” jelasnya.

Saat tersambar petir, salah satu saksi bernama Supriyanto yang berada di sebelah korban mengetahui tubuhnya sudah tergeletak. Saksi kemudian bergegas memberi pertolongan dengan cara dibopong dan mencari rumput jenis teki lalu dibubuhkan di tubuh korban. 

Baca Juga :  Radar Bojonegoro Peroleh Laba Terbaik Ketiga

Saat itu, diketahui jantung korban masih berdenyut, sehingga korban segera dibawa ke Puskesmas Trucuk. Nahasnya, saat sampai di Puskesmas Trucuk dan dilakukan pemeriksaan oleh dr Teguh Sulistyono, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. 

Berdasarkan dari hasil pemeriksaan medis terdapat luka lecet pada punggung kiri, luka lebam paha kiri luar. Juga mengeluarkan aroma hangus. “Setelah dilakukan pemeriksaan korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” jelasnya.

Kapolsek mengimbau kepada masyarakat apabila sedang gerimis hujan jangan nekat berada di sawah maupun lapangan. Karena tentunya sangat berisiko tersambar petir. Apalagi petir tentu mengincar tempat rendah atau lebih tepatnya tanah untuk melepas energinya.

TRUCUK – Hujan gerimis mengguyur sawah di kawasan Desa Kandangan, Kecamatan Trucuk, Kamis (21/2). Tak disangka, salah satu petani meregang nyawa akibat tersambar petir. Rajan, 60, warga Desa Kandangan, tewas setelah terkena petir ketika memanen padi bersama lima rekannya.

Kapolsek Trucuk AKP Wiwin Rusli mengatakan, awalnya Rajan berangkat ke sawah milik Ramijan bersama lima temannya untuk memanen padi. Di antaranya Supriyanto, Abdul Rochim, Munadi, Dasat, dan Sanadi. 

Sekitar pukul 11.30, mereka istirahat untuk makan siang. Sekitar pukul 11.45 korban bekerja lagi menyabit padi. “Kebetulan saat itu cuaca hujan gerimis dan tidak lama kemudian petir pun menyambar korban,” jelasnya.

Saat tersambar petir, salah satu saksi bernama Supriyanto yang berada di sebelah korban mengetahui tubuhnya sudah tergeletak. Saksi kemudian bergegas memberi pertolongan dengan cara dibopong dan mencari rumput jenis teki lalu dibubuhkan di tubuh korban. 

Baca Juga :  JASMINE BOUTIQUE : Promo Diskon 10% Berlaku hingga Besok

Saat itu, diketahui jantung korban masih berdenyut, sehingga korban segera dibawa ke Puskesmas Trucuk. Nahasnya, saat sampai di Puskesmas Trucuk dan dilakukan pemeriksaan oleh dr Teguh Sulistyono, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. 

Berdasarkan dari hasil pemeriksaan medis terdapat luka lecet pada punggung kiri, luka lebam paha kiri luar. Juga mengeluarkan aroma hangus. “Setelah dilakukan pemeriksaan korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” jelasnya.

Kapolsek mengimbau kepada masyarakat apabila sedang gerimis hujan jangan nekat berada di sawah maupun lapangan. Karena tentunya sangat berisiko tersambar petir. Apalagi petir tentu mengincar tempat rendah atau lebih tepatnya tanah untuk melepas energinya.

Artikel Terkait

Most Read

Menunggu Kepastian Jadwal CAT

Musim Tanam Tembakau Mundur

Petani Keluhkan Hama Jamur

Artikel Terbaru


/