alexametrics
28.9 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Main Ular Tangga, Letto Ingatkan Milenial Tidak Lupa Sejarah

- Advertisement -

TUBAN – Para personel band Letto bermain ular naga saat memeriahkan Dies Natalis SMAN 5 Tuban Rabu(20/2). Permainan anak – anak tempo dulu itu menjadi isyarat Letto untuk mengajak generasi milenial agar selalu ingat sejarah. Anak muda juga diajak berproses maju, namun jangan sampai melupakan sejarah dan jasa nenek moyang terdahulu.

Untuk mengenang masa kecil, band yang terbentuk pada 2004 itu juga menyanyikan lagu Gundul-Gundul Pacul. Agar menarik, tembang tersebut dibawakan dengan lima genre. Mulai progressive rock, metal, reggae, dangdut koplo, dan pop. Letto ingin menunjukkan kepada seluruh penonton bahwa band yang identik dengan lagu romatis pun bisa membawakan musik aliran lain.

Baca Juga :  Bisnis Jaket Jins Laris Gara Gara Dilan

Pesan yang ingin disampaikan dari penampilan mereka, kata Noe, vokalis grup ini, pemuda harus berpikir luas. Anak budayawan Emha Ainun Nadjib ini mengatakan, salah satu cara berpikir luas adalah dengan belajar sebanyak-banyaknya, baik melalui buku maupun  diskusi. Pemuda harus selalu berpikir untuk masa depan, tapi tidak melupakan sejarah masa lalunya. ‘’Anak muda harus menguasai banyak hal. Tapi jangan sampai lupa sejarah,’’ kata vokalis pemilik nama Sabrang Mowo Damar Panuluh itu.

Noe cs  membuka penampilan dengan tembang Permintaan Hati, dilanjutkan Lubang Hati, Sandaran Hati, dan Cinta Bersabarlah. Selanjutnya, Gundul Pacul dan lagu nasional Berkibarlah Benderaku.

- Advertisement -

Letto juga membuat kejutan dengan membawakan lagu hits berbahasa Jawa berjudul Kangen Deso. Lalu ditutup dengan Ruang Rindu dan Sampai Nanti, Sampai Mati. ‘’Jangan pernah berhenti belajar karena kalian semua harapan Indonesia,’’ kata dia memberi semangat.

Baca Juga :  Tingkatkan Generasi Benar, Pintar, dan Berkarakter

TUBAN – Para personel band Letto bermain ular naga saat memeriahkan Dies Natalis SMAN 5 Tuban Rabu(20/2). Permainan anak – anak tempo dulu itu menjadi isyarat Letto untuk mengajak generasi milenial agar selalu ingat sejarah. Anak muda juga diajak berproses maju, namun jangan sampai melupakan sejarah dan jasa nenek moyang terdahulu.

Untuk mengenang masa kecil, band yang terbentuk pada 2004 itu juga menyanyikan lagu Gundul-Gundul Pacul. Agar menarik, tembang tersebut dibawakan dengan lima genre. Mulai progressive rock, metal, reggae, dangdut koplo, dan pop. Letto ingin menunjukkan kepada seluruh penonton bahwa band yang identik dengan lagu romatis pun bisa membawakan musik aliran lain.

Baca Juga :  Prestasi dan Inovasi Dinas Lingkungan Hidup Lamongan

Pesan yang ingin disampaikan dari penampilan mereka, kata Noe, vokalis grup ini, pemuda harus berpikir luas. Anak budayawan Emha Ainun Nadjib ini mengatakan, salah satu cara berpikir luas adalah dengan belajar sebanyak-banyaknya, baik melalui buku maupun  diskusi. Pemuda harus selalu berpikir untuk masa depan, tapi tidak melupakan sejarah masa lalunya. ‘’Anak muda harus menguasai banyak hal. Tapi jangan sampai lupa sejarah,’’ kata vokalis pemilik nama Sabrang Mowo Damar Panuluh itu.

Noe cs  membuka penampilan dengan tembang Permintaan Hati, dilanjutkan Lubang Hati, Sandaran Hati, dan Cinta Bersabarlah. Selanjutnya, Gundul Pacul dan lagu nasional Berkibarlah Benderaku.

- Advertisement -

Letto juga membuat kejutan dengan membawakan lagu hits berbahasa Jawa berjudul Kangen Deso. Lalu ditutup dengan Ruang Rindu dan Sampai Nanti, Sampai Mati. ‘’Jangan pernah berhenti belajar karena kalian semua harapan Indonesia,’’ kata dia memberi semangat.

Baca Juga :  Stok Elpiji Rawan Dipermainkan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/