alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Pengganti Mitroatin Tak Bikin Gaduh Partai

BOJONEGORO – DPD Partai Golkar (PG) Jawa Timur masih menunggu usulan dari Bojonegoro terkait siapa akan menggantikan posisi Mitro­atin sebagai ketua DPRD. Sebab, kewenangan menentukan pengganti Mitroatin me­rupakan DPD PG Jatim. 

Pastinya, DPD Golkar Jatim mengi­syaratlan penunjukan pengganti Mitroatin sebagai ketua DPRD tidak menimbulkan gejolak internal partai. ‘’Bojonegoro hanya usulan saja, yang menentukan kita (Golkar Jatim, Red),’’ kata Wakil Sekretaris Pememangan Pemilu Wilayah Tuban, Bojonegoro, Lamongan, dan Gresik Aan Ainur Rofiq selasa sore (20/2).Dia menjelaskan, mekanisme pe­ngusulan nama ketua DPRD dilakukan melalui rapat pleno terlebih dulu. DPD Golkar Bojonegoro harus me­ngusulkan tiga nama diajukan sebagai ketua DPRD. 

Aan menjelaskan, sesuai AD/ART Golkar ada beberapa kriteria harus dipenuhi terhadap nama-nama diusulkan. Yaitu, pengalaman menjadi anggota DPRD minimal satu periode. Memiliki suara terbanyak kedua setelah Mitroatin. ‘’Dan beberapa syarat lainnya. Syarat itu hanya sebagai pertimbangan saja,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Kang Yudi Kukuh di Puncak

Setelah itu, DPD PG Jatim akan melihat track record dari nama-nama diusulkan tersebut. Termasuk loyalitas terhadap partai. Setelah itu, PG Jatim memilih satu di antara tiga nama itu dan dikirimkan ke Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojonegoro. ‘’Baru bisa dilakukan proses mutasi. DPP hanya menerima laporan saja dari provinsi,‘‘ jelasnya.

Provinsi juga akan menyaring aspirasi dari bawah. Bagaimana kader diusulkan tersebut. Hal itu untuk memastikan tidak ada gejolak saat terjadi pergantian pimpinan. ‘’Kami pastinya memilih yang tidak berpotensi me mbuat gaduh. Misalnya, jika nama ini dipilih apakah ada yang menentang dan sebagainya,‘‘ jelasnya. 

Sekretaris Partai Golkar Bojonegoro Wahyuni Susilowati mengatakan, masih belum melakukan mekanisme pergantian posisi ketua DPRD. Sebab, masih disibukkan berbagai agenda pilkada. Rencananya PG setempat menggelar rapat harian Senin (19/2) lalu, tapi ditunda. ‘’Kemungkinan Rabu (hari ini, Red) baru rapat harian,‘‘ jelasnya.

Baca Juga :  Kapolres Imbau Tunggu Hasil Resmi dari KPU

Lalu siapa kandidat menggantikan posisi Mitroatin? Menurut Susi, pastinya mengajukan adalah enam anggota Fraksi Golkar yang menduduki kursi di DPRD. Enam anggota DPRD dari Fraksi Golkar antara lain Sigid Kushariyanto, Wahyuni Susilowati, Nasuka, Diana Hargianti, dan Suharto.Selain pergantian ketua DPRD, Golkar juga akan melakukan pergantian antarwaktu (PAW). Sebab, jumlah kursi yang ditinggalkan Mittroatin akan digantikan calon lain. 

Anggota KPUK Bojonegoro Fat­khurrahman mengatakan, proses PAW dilakukan dua partai. Yaitu PDIP dan Golkar. Sebab, dua anggota DPRD dua parpol itu ikut pilkada. ‘’Dalam hal ini KPUK hanya me­ngirimkan nama caleg yang posisinya di bawah anggota DPRD yang jadi,‘‘ jelasnya.

BOJONEGORO – DPD Partai Golkar (PG) Jawa Timur masih menunggu usulan dari Bojonegoro terkait siapa akan menggantikan posisi Mitro­atin sebagai ketua DPRD. Sebab, kewenangan menentukan pengganti Mitroatin me­rupakan DPD PG Jatim. 

Pastinya, DPD Golkar Jatim mengi­syaratlan penunjukan pengganti Mitroatin sebagai ketua DPRD tidak menimbulkan gejolak internal partai. ‘’Bojonegoro hanya usulan saja, yang menentukan kita (Golkar Jatim, Red),’’ kata Wakil Sekretaris Pememangan Pemilu Wilayah Tuban, Bojonegoro, Lamongan, dan Gresik Aan Ainur Rofiq selasa sore (20/2).Dia menjelaskan, mekanisme pe­ngusulan nama ketua DPRD dilakukan melalui rapat pleno terlebih dulu. DPD Golkar Bojonegoro harus me­ngusulkan tiga nama diajukan sebagai ketua DPRD. 

Aan menjelaskan, sesuai AD/ART Golkar ada beberapa kriteria harus dipenuhi terhadap nama-nama diusulkan. Yaitu, pengalaman menjadi anggota DPRD minimal satu periode. Memiliki suara terbanyak kedua setelah Mitroatin. ‘’Dan beberapa syarat lainnya. Syarat itu hanya sebagai pertimbangan saja,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Muscablub Pemuda Pancasila Tetapkan Pengurus Yang Sah

Setelah itu, DPD PG Jatim akan melihat track record dari nama-nama diusulkan tersebut. Termasuk loyalitas terhadap partai. Setelah itu, PG Jatim memilih satu di antara tiga nama itu dan dikirimkan ke Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojonegoro. ‘’Baru bisa dilakukan proses mutasi. DPP hanya menerima laporan saja dari provinsi,‘‘ jelasnya.

Provinsi juga akan menyaring aspirasi dari bawah. Bagaimana kader diusulkan tersebut. Hal itu untuk memastikan tidak ada gejolak saat terjadi pergantian pimpinan. ‘’Kami pastinya memilih yang tidak berpotensi me mbuat gaduh. Misalnya, jika nama ini dipilih apakah ada yang menentang dan sebagainya,‘‘ jelasnya. 

Sekretaris Partai Golkar Bojonegoro Wahyuni Susilowati mengatakan, masih belum melakukan mekanisme pergantian posisi ketua DPRD. Sebab, masih disibukkan berbagai agenda pilkada. Rencananya PG setempat menggelar rapat harian Senin (19/2) lalu, tapi ditunda. ‘’Kemungkinan Rabu (hari ini, Red) baru rapat harian,‘‘ jelasnya.

Baca Juga :  Iwan Suwanto, Kolektor Rilisan Fisik Koes Plus

Lalu siapa kandidat menggantikan posisi Mitroatin? Menurut Susi, pastinya mengajukan adalah enam anggota Fraksi Golkar yang menduduki kursi di DPRD. Enam anggota DPRD dari Fraksi Golkar antara lain Sigid Kushariyanto, Wahyuni Susilowati, Nasuka, Diana Hargianti, dan Suharto.Selain pergantian ketua DPRD, Golkar juga akan melakukan pergantian antarwaktu (PAW). Sebab, jumlah kursi yang ditinggalkan Mittroatin akan digantikan calon lain. 

Anggota KPUK Bojonegoro Fat­khurrahman mengatakan, proses PAW dilakukan dua partai. Yaitu PDIP dan Golkar. Sebab, dua anggota DPRD dua parpol itu ikut pilkada. ‘’Dalam hal ini KPUK hanya me­ngirimkan nama caleg yang posisinya di bawah anggota DPRD yang jadi,‘‘ jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/