alexametrics
32.6 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Lindungi Tokoh Agama, Ini Komitmen Polres Bojonegoro  

Derasnya pemberitaan tentang penyerangan terhadap para tokoh agama maupun tempat ibadah, baru-baru ini telah menjadi sorotan Polres Bojonegoro. Sehingga Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro menilai perlindungan terhadap tokoh agama harus ditingkatkan. “Jangan sampai ada kasus penyerangan yang menimpa para tokoh agama di Bojonegoro,” tuturnya,Salah satu upaya ialah, kunjungan seribu tokoh yang terdiri tokoh-tokoh agama dan organisasi masyarakat (ormas).

Perwira berpangkat dua melati itu menjelaskan bahwa silaturahmi ke semua tokoh agama dan ormas menjelang pilkada sangat penting, karena dapat meningkatkan sinergitas antara Polri dan pemuka agama agar saling menjaga kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Sebelumnya sudah kerap kali silaturahmi dengan tokoh agama, namun kini ditingkatkan lagi silaturahmi mengingat suhu politik pasti akan meningkat,” tuturnya.Dia juga menambahkan adanya sinergi dengan TNI demi terciptanya pilkada yang aman dan kondusif.

Baca Juga :  Ruang Pamer Karya Musisi dengan Sentuhan Artistik

Selain itu, dia memerintahkan jajaran polsek se-Bojonegoro agar senantiasa mengantisipasi dan mengawasi para tokoh agama. Jajaran polsek akan menggencarkan patroli selama 24 jam. “Kami akan galakkan patroli magrib, isya, dini hari, subuh, dan senja,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bojonegoro, Alamul Huda menyampaikan keprihatinan atas maraknya kasus penyerangan terhadap tokoh agama. Diharapkan para penegak hukum khususnya Polri bisa mengamankan kondisi yang aman dan nyaman di Bojonegoro.

“Harus banyak-banyak pendekatan kepada tokoh-tokoh agama, sehingga bisa merekatkan rasa keamanan dan kenyamanan,” tuturnya.Dia pun mengimbau kepada masyarakat agar waspada dengan berbagai berita yang beredar.

Sebaiknya, jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu SARA yang hanya berdampak kepada kericuhan. “Sudah seharusnya kita bersama-sama menjaga kerukunan antaragama, golongan, ormas, agar tidak terjadi kasus-kasus yang meresahkan seperti di Lamongan, Tuban, dan lainnya,” jelasnya. 

Baca Juga :  Pemkab Salurkan Sembako 

 

Derasnya pemberitaan tentang penyerangan terhadap para tokoh agama maupun tempat ibadah, baru-baru ini telah menjadi sorotan Polres Bojonegoro. Sehingga Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu Sri Bintoro menilai perlindungan terhadap tokoh agama harus ditingkatkan. “Jangan sampai ada kasus penyerangan yang menimpa para tokoh agama di Bojonegoro,” tuturnya,Salah satu upaya ialah, kunjungan seribu tokoh yang terdiri tokoh-tokoh agama dan organisasi masyarakat (ormas).

Perwira berpangkat dua melati itu menjelaskan bahwa silaturahmi ke semua tokoh agama dan ormas menjelang pilkada sangat penting, karena dapat meningkatkan sinergitas antara Polri dan pemuka agama agar saling menjaga kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Sebelumnya sudah kerap kali silaturahmi dengan tokoh agama, namun kini ditingkatkan lagi silaturahmi mengingat suhu politik pasti akan meningkat,” tuturnya.Dia juga menambahkan adanya sinergi dengan TNI demi terciptanya pilkada yang aman dan kondusif.

Baca Juga :  Bacaleg PPP Tergantung Silon

Selain itu, dia memerintahkan jajaran polsek se-Bojonegoro agar senantiasa mengantisipasi dan mengawasi para tokoh agama. Jajaran polsek akan menggencarkan patroli selama 24 jam. “Kami akan galakkan patroli magrib, isya, dini hari, subuh, dan senja,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bojonegoro, Alamul Huda menyampaikan keprihatinan atas maraknya kasus penyerangan terhadap tokoh agama. Diharapkan para penegak hukum khususnya Polri bisa mengamankan kondisi yang aman dan nyaman di Bojonegoro.

“Harus banyak-banyak pendekatan kepada tokoh-tokoh agama, sehingga bisa merekatkan rasa keamanan dan kenyamanan,” tuturnya.Dia pun mengimbau kepada masyarakat agar waspada dengan berbagai berita yang beredar.

Sebaiknya, jangan mudah terprovokasi dengan isu-isu SARA yang hanya berdampak kepada kericuhan. “Sudah seharusnya kita bersama-sama menjaga kerukunan antaragama, golongan, ormas, agar tidak terjadi kasus-kasus yang meresahkan seperti di Lamongan, Tuban, dan lainnya,” jelasnya. 

Baca Juga :  Mendekati Seleksi Calon Perangkat Desa, Pemkab Janji Tuntaskan Perbup

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/