alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Keluar dari Zona Nyaman

GENAP delapan bulan Apriliana Puspitasari menjalani program intership atau pemahiran dan pemandirian dokter yang baru lulus pendidikan di Puskesmas Kembangbahu, Puskesmas Kedungpring, dan RS Muhammadiyah Lamongan. 

Banyak tugas yang harus dilakukan oleh dokter muda yang akrab disapa April ini. ‘’Di puskesmas saya mengkampanyekan kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, penyakit menular dan tidak menular, hingga gizi. Selain itu saya juga bertugas di poli umum dan UGD (unit gawat darurat),’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

April menuturkan, hal yang mengesankan saat menjalani program intership adalah proses adaptasi. Sebagai seorang fresh graduated, dia dihadapkan berbagai persoalan tentang kesehatan di daerah tugasnya. Menjadi seorang dokter profesional dan memulai praktek di daerah yang belum pernah didatangi sebelumnya menjadi tantangan tersendiri bagi April.

Baca Juga :  Lebih Kuasai Medan Lapangan

‘’Pokoknya keluar dari zona nyaman banget lah,’’ tuturnya.

Program intership yang dilakukan April berakhir 25 Februari mendatang. Setelah merampungkan program tersebut, dia telah memiliki beberapa planning ke depan. 

Termasuk, membuka praktik pribadi di rumah. Serta, berencana melanjutkan program pendidikan dokter spesialis.

‘’Tapi ini benar-benar harus butuh support dari berbagai pihak. Apalagi kalau sudah berkeluarga dan punya anak nanti. Karena untuk pendidikan spesialis, waktuku akan tersita untuk menjalani pendidikan dan berada di RS,’’ jelas dara berusia 25 tahun ini sembari tersenyum.

GENAP delapan bulan Apriliana Puspitasari menjalani program intership atau pemahiran dan pemandirian dokter yang baru lulus pendidikan di Puskesmas Kembangbahu, Puskesmas Kedungpring, dan RS Muhammadiyah Lamongan. 

Banyak tugas yang harus dilakukan oleh dokter muda yang akrab disapa April ini. ‘’Di puskesmas saya mengkampanyekan kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, penyakit menular dan tidak menular, hingga gizi. Selain itu saya juga bertugas di poli umum dan UGD (unit gawat darurat),’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

April menuturkan, hal yang mengesankan saat menjalani program intership adalah proses adaptasi. Sebagai seorang fresh graduated, dia dihadapkan berbagai persoalan tentang kesehatan di daerah tugasnya. Menjadi seorang dokter profesional dan memulai praktek di daerah yang belum pernah didatangi sebelumnya menjadi tantangan tersendiri bagi April.

Baca Juga :  PKB Buka Peluang Koalisi

‘’Pokoknya keluar dari zona nyaman banget lah,’’ tuturnya.

Program intership yang dilakukan April berakhir 25 Februari mendatang. Setelah merampungkan program tersebut, dia telah memiliki beberapa planning ke depan. 

Termasuk, membuka praktik pribadi di rumah. Serta, berencana melanjutkan program pendidikan dokter spesialis.

‘’Tapi ini benar-benar harus butuh support dari berbagai pihak. Apalagi kalau sudah berkeluarga dan punya anak nanti. Karena untuk pendidikan spesialis, waktuku akan tersita untuk menjalani pendidikan dan berada di RS,’’ jelas dara berusia 25 tahun ini sembari tersenyum.

Artikel Terkait

Most Read

Temukan Sabu di Saku Celana

12 Atlet Ditarget Dua Medali

Dua Perlintasan KA Harus Dibenahi

Tiga Titik Tetap Disiagakan Pompa

Artikel Terbaru


/