alexametrics
26.5 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Harus Jeli, Sebelum Berinvestasi

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kasus investasi bodong dengan tersangka Samudra Zahrotul Bilad, harus menjadi pelajaran bagi masyarakat. Sehingga, bagi warga yang hendak melakukan investasi harus waspada. Sehingga, masyarakat tidak termakan dengan marketing investasi abal-abal, dengan profit menggiurkan dalam waktu singkat. 

Kaprodi Manajeman Unisla M Yaskun mengatakan, masyarakat harus jeli sebelum terjun dalam investasi. Menurut dia, yang perlu dipahami yakni hal logis dan legal. Yakni mengecek legalitas investasi melalui otoritas jasa keuangan (OJK). ’Investasi yang aman, itu penawaran laba sama dengan yang lainya (investasi yang terdaftar di OJK),’’ tutur Yaskun kepada Jawa Pos Radar Lamongan. 

Dia mengatakan, modus operandi investasi bodong seperti yang sedang viral, tidak bisa bertahan lama. Dia memperkirakan, investasi model seperti itu, paling lama bertahan setahun. 

Namun, dia mengamati, sering kali masyarakat yang memiliki keinginan tinggi, mudah terpengaruh dengan investasi keuntungan besar. Jika ingin berinvestasi, dia menyarankan, masyarakat memahami produknya terlebih dulu. Yakni berupa aset dan kelihatan. Selain itu, patokan labanya sekitar 2,5 persen. 

Baca Juga :  Lima Ternak Mati Suspek PMK di Lamongan

‘’Menurut saya, kalau penawaranya laba prosentase terlalu tinggi, tentunya sangat berbahaya untuk investasi,’’ imbuhnya. 

Kaprodi Fakultas Hukum Unisla Ayu Dian Ningtias menjelaskan, dalam kasus ini owner sudah dilakukan penahanan. Namun, menurut dia, reseller juga bisa dilaporkan oleh member, guna mengetahui kejelasan. 

Menurut dia, jika reseller telah memberikan seluruh uang kepada owner, maka tidak ada masalah. Sebaliknya, jika reseller hanya memberikan uang member ke owner sebagian, hal itu yang menjadi masalah.

‘’Apalagi ini owner sendiri, tidak ada perijinan hingga PT. Namun dikelola sendiri. Tentunya dalam undang-undang tidak diperbolehkan,’’ terangnya.  

Awal viralnya kasus itu, sempat viral screenshot tersangka Bilad. Yakni intinya tersangka merasa tidak masalah dihukum, sebab sudah mendapatkan banyak uang. Menurut dia, hal itu tak semudah itu. Yakni semua korban bisa melakukan gugatan perdata, guna mengembalikan uang miliknya. 

Baca Juga :  Opening Ceremony Penuh Kejutan

‘’Saya harap korban agar bisa membentuk kelompok melakukan gugatan,’’ imbuhnya. 

Menurut kacamatanya, aset milik tersangka bisa dilakukan lelang hingga menjadi uang. Nantinya, lanjut dia, uang tersebut bisa digunakan untuk mengembalikan uang milik korban. 

Namun aset yang lain milik owner tersebut bisa diikutkan lelang juga, meski pembeliannya tidak dari hasil investasi itu. Dia mengatakan, korban bisa mengajugan kerugian tambahan dalam gugatan, terkait apa yang sudah di invetasikan. 

Karena di dalam kerugian ada dua, materiil dan imatriil. Namun, diakuinya, jika dalam persidangan nanti, tidak semua permintaan gugatan bias dikabulkan. Yakni tergantung dari hakim yang mempertimbangkan tergugat dan penggugat. 

‘’Kalau melakukan gugatan, diharapkan melampirkan perjanjian dan yang lainya,’’ terang Ayu.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kasus investasi bodong dengan tersangka Samudra Zahrotul Bilad, harus menjadi pelajaran bagi masyarakat. Sehingga, bagi warga yang hendak melakukan investasi harus waspada. Sehingga, masyarakat tidak termakan dengan marketing investasi abal-abal, dengan profit menggiurkan dalam waktu singkat. 

Kaprodi Manajeman Unisla M Yaskun mengatakan, masyarakat harus jeli sebelum terjun dalam investasi. Menurut dia, yang perlu dipahami yakni hal logis dan legal. Yakni mengecek legalitas investasi melalui otoritas jasa keuangan (OJK). ’Investasi yang aman, itu penawaran laba sama dengan yang lainya (investasi yang terdaftar di OJK),’’ tutur Yaskun kepada Jawa Pos Radar Lamongan. 

Dia mengatakan, modus operandi investasi bodong seperti yang sedang viral, tidak bisa bertahan lama. Dia memperkirakan, investasi model seperti itu, paling lama bertahan setahun. 

Namun, dia mengamati, sering kali masyarakat yang memiliki keinginan tinggi, mudah terpengaruh dengan investasi keuntungan besar. Jika ingin berinvestasi, dia menyarankan, masyarakat memahami produknya terlebih dulu. Yakni berupa aset dan kelihatan. Selain itu, patokan labanya sekitar 2,5 persen. 

Baca Juga :  Kiai Ma’ruf: Jagung Lamongan Jadi Contoh

‘’Menurut saya, kalau penawaranya laba prosentase terlalu tinggi, tentunya sangat berbahaya untuk investasi,’’ imbuhnya. 

Kaprodi Fakultas Hukum Unisla Ayu Dian Ningtias menjelaskan, dalam kasus ini owner sudah dilakukan penahanan. Namun, menurut dia, reseller juga bisa dilaporkan oleh member, guna mengetahui kejelasan. 

Menurut dia, jika reseller telah memberikan seluruh uang kepada owner, maka tidak ada masalah. Sebaliknya, jika reseller hanya memberikan uang member ke owner sebagian, hal itu yang menjadi masalah.

‘’Apalagi ini owner sendiri, tidak ada perijinan hingga PT. Namun dikelola sendiri. Tentunya dalam undang-undang tidak diperbolehkan,’’ terangnya.  

Awal viralnya kasus itu, sempat viral screenshot tersangka Bilad. Yakni intinya tersangka merasa tidak masalah dihukum, sebab sudah mendapatkan banyak uang. Menurut dia, hal itu tak semudah itu. Yakni semua korban bisa melakukan gugatan perdata, guna mengembalikan uang miliknya. 

Baca Juga :  Tragis Empat Bulan, 12 Kejadian Bunuh Diri

‘’Saya harap korban agar bisa membentuk kelompok melakukan gugatan,’’ imbuhnya. 

Menurut kacamatanya, aset milik tersangka bisa dilakukan lelang hingga menjadi uang. Nantinya, lanjut dia, uang tersebut bisa digunakan untuk mengembalikan uang milik korban. 

Namun aset yang lain milik owner tersebut bisa diikutkan lelang juga, meski pembeliannya tidak dari hasil investasi itu. Dia mengatakan, korban bisa mengajugan kerugian tambahan dalam gugatan, terkait apa yang sudah di invetasikan. 

Karena di dalam kerugian ada dua, materiil dan imatriil. Namun, diakuinya, jika dalam persidangan nanti, tidak semua permintaan gugatan bias dikabulkan. Yakni tergantung dari hakim yang mempertimbangkan tergugat dan penggugat. 

‘’Kalau melakukan gugatan, diharapkan melampirkan perjanjian dan yang lainya,’’ terang Ayu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/