alexametrics
23.4 C
Bojonegoro
Wednesday, August 17, 2022

Buru Produsen Rokok Ilegal

- Advertisement -

LAMONGAN – Pengusutan rokok ilegal yang beredar di Lamongan belum tuntas. Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Gresik masih memburu produsen rokok ilegal. Tentu, keterangan Abdul Mujib, pengedar yang ditangkap di Lamongan ini akan dikembangkan.

Sebelumnya, Abdul Mujib, warga Desa Pucangtelu, Kecamatan Kalitengah ditahan setelah diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan. Keterangan Abdul Mujib, dia mendapatkan rokok ilegal yang disebar di Lamongan itu dari produsen yang berada di Madura.

“Kami kembangkan. Karena di Madura akan berkoordinasi dengan Bea Cukai Jatim,” kata Kasubsi Penindakan dan Sarana Operasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Gresik Adria Benget Parulian Marpaung sabtu (20/1).

Baca Juga :  Pemasok Rokok Ilegal Sulit Ditindak

Menurut dia, dari penangkapan pengedar ini, sudah ada beberapa petunjuk untuk mendeteksi keberadaan produsen rokok ilegal yang tidak dilengkapi pita cukai tersebut.

Sebab, beberapa merek rokok beredar di Jawa Timur, terutama di Lamongan, diduga berasal dari Madura. “Sesuai pengakuan tersangka saat penyidikan, dia dapat dari Madura,” tegasnya.

- Advertisement -

Penangkapan rokok tanpa cukai ini, tentu sangat merugikan negara. “Kontribusi untuk negara tak ada. Maka warga yang mengetahui rokok tanpa cukai tolong laporkan ke kami,” tegasnya.

Sebelumnya, Bea dan Cukai mengamankan rokok merek Gudang Bayam tidak ada pita cukainya sebanyak 1.600 bungkus. Dalam satu bungkus isinya 12 batang rokok.

Selain itu ditemukan beberapa toko di Kecamatan Kalitengah, dan ditemukan rokok merek Surya Pintar, Kunci Mas dan Gudang Bayam. Totalnya 2.664 batang.

Baca Juga :  Kesadaran Warga Menolak Rokok Ilegal Cukup Tinggi

Selain rokok, petugas cukai juga mengamankan motor yang digunakan tersangka untuk mengedarkan rokok ilegal. Rokok itu beredar di Kecamatan Karanggeneng, Kecamatan Kalitengah dan Kecamatan Dukun Gresik.

Tersangka dijerat pasal 54 dan atau 56 UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Sesuai hasil penghitungan penyidik, tersangka diduga merugikan negara Rp 21,5 juta. 

LAMONGAN – Pengusutan rokok ilegal yang beredar di Lamongan belum tuntas. Petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Gresik masih memburu produsen rokok ilegal. Tentu, keterangan Abdul Mujib, pengedar yang ditangkap di Lamongan ini akan dikembangkan.

Sebelumnya, Abdul Mujib, warga Desa Pucangtelu, Kecamatan Kalitengah ditahan setelah diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamongan. Keterangan Abdul Mujib, dia mendapatkan rokok ilegal yang disebar di Lamongan itu dari produsen yang berada di Madura.

“Kami kembangkan. Karena di Madura akan berkoordinasi dengan Bea Cukai Jatim,” kata Kasubsi Penindakan dan Sarana Operasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Gresik Adria Benget Parulian Marpaung sabtu (20/1).

Baca Juga :  Kawat Bentar Telat, Pengerjaan Jembatan MolorĀ 

Menurut dia, dari penangkapan pengedar ini, sudah ada beberapa petunjuk untuk mendeteksi keberadaan produsen rokok ilegal yang tidak dilengkapi pita cukai tersebut.

Sebab, beberapa merek rokok beredar di Jawa Timur, terutama di Lamongan, diduga berasal dari Madura. “Sesuai pengakuan tersangka saat penyidikan, dia dapat dari Madura,” tegasnya.

- Advertisement -

Penangkapan rokok tanpa cukai ini, tentu sangat merugikan negara. “Kontribusi untuk negara tak ada. Maka warga yang mengetahui rokok tanpa cukai tolong laporkan ke kami,” tegasnya.

Sebelumnya, Bea dan Cukai mengamankan rokok merek Gudang Bayam tidak ada pita cukainya sebanyak 1.600 bungkus. Dalam satu bungkus isinya 12 batang rokok.

Selain itu ditemukan beberapa toko di Kecamatan Kalitengah, dan ditemukan rokok merek Surya Pintar, Kunci Mas dan Gudang Bayam. Totalnya 2.664 batang.

Baca Juga :  Pedagang Diajak Gempur Rokok Ilegal

Selain rokok, petugas cukai juga mengamankan motor yang digunakan tersangka untuk mengedarkan rokok ilegal. Rokok itu beredar di Kecamatan Karanggeneng, Kecamatan Kalitengah dan Kecamatan Dukun Gresik.

Tersangka dijerat pasal 54 dan atau 56 UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Sesuai hasil penghitungan penyidik, tersangka diduga merugikan negara Rp 21,5 juta. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/